Profile photo of sandi52e

by sandi52e

Featured

CEO EXCHANGE : With ANNE MULCCAHY (XEROX) and NEVILLE ISDELL (COCA COLA)

15/04/2015 in Berita

Kata-kata Inspiratif CEO Dunia dalam CEO EXCHANGE

Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation and

Neville Isdel, CEO Cocal Colla

Sandi Utomo (P056133642.52E)

Marketing Class Notes, date 10 April 2015

Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc.

http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

Sedikit ingin berbagi cerita setelah menonton video CEO Exchange pada mata kuliah Management Pemasaran dosen Prof Ujang Sumarwan, M. Sc. pada tanggal 10 April 2015.

CEO Exchange

 CEO EXCHANGECEO Exchange adalah sebuah acara televisi yang menghadirkan 2 bintang tamu, TOP MANAGEMENT dari perusahaan terkemuka di dunia, pada kesempatan kali ini di episode ke 5, acara ini menghadirkan Anne M Mulcahy, CEO XEROX CorporationNeville Isdel, CEO Cocal Colla. Pada kesempatan kali ini, acara yang dibawakan oleh Jeff Greenfield ini diadakan di UNIVERSITY’S GOIZUETA BUSINESS SCHOOL.

1. Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation

ceo3Anne M Mulcahy adalah seorang wanita yang sangat dikenal telah berhasil membangkitkan bisnis perusahaan yang hampir kolaps. Wanita kelahiran 21 Oktober 1952 ini mengawali karirnya dengan menjadi karyawan di perusahaan Xerox dan pada 1 Agustus 2001 ia menjadi CEO Perusahaan Xerox dimana pada saat itu perusahaan dalam kondisi bisnis yang semakin menurun. Keberhasilannya dalam mengelola bisnis, sehingga mengundang apresiasi dari chief Executive magazine yang menganugerahkan ” CEO of The Year 2008 “.

Apakah yang membuat Anne M Mulcahy sukses seperti saat ini? berikut adalah kalimat inspiratif yang dapat saya kutip dari acara CEO Exchange tentang Anne M Mulcahy :

“Saya lebih berkarakter untuk tidak berkata TIDAK daripada untuk berkata YA” – kalimat ini diucapkan ketika dirinya diminta untuk menjadi CEO perusahaan Xerox yang pada saat itu posisinya sudah diujung tanduk

“Aku tahu perusahaan ini sangat baik, dan aku menyukainya” – ketika seseorang sudah menyukai sesuatu, pasti segala sesuatu yang menjadi tantangan dapat dinikmati dengan seluruh rasa hormat.

“Ketika anda menjadi bagian dari apa yang salah, Anda memiliki kemampuan untuk melihat dan belajar dan pasti berpikir tentang apa yang akan Anda lakukan secara berbeda” – menyelami sesuatu secara mendalam akan membuat kita lebih tau kekurangan dan kelebihan dari situasi yang terjadi, maka kita dapat melakukan perbaikan dengan cara yang lebih baik.

“Komunikasikan secara personal problem yang terjadi, jangan pernah biarkan orang berbicara atas nama anda, kekuatan tidak hanya berasal dari komunikasi tapi dengan keseimbangan kerjasama”“Kemampuan untuk mau mendengar merupakan harta/asset yang berharga terlebih lagi dalam hal mau menerima dan memahami setiap kritik yang ada. Walaupun kenyataannya terkadang akan menyakitkan disaat kita menerima suatu feedback yang jujur yang terkadang sangat sulit diperoleh pada saat kita berada di posisi puncak.”

 

2. Neville Isdel, CEO Cocal Colla

money-graphics-2007_878064aUntuk sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di seluruh dunia, Neville Isdell pasti memiliki silsilah yang tepat untuk menjadi CEO. Ia lahir di Irlandia Utara, keluarganya pindah ke Zambia ketika dia 10. Ia kemudian bergabung dengan pembotolan & distribusi operasi Coke di sana. Tapi setelah naik dengan cepat menaiki tangga perusahaan, Isdell kalah pada pekerjaan CEO, dan dia benar-benar bahagia pensiun sampai Coke memutuskan, maafkan saya, “ia adalah hal yang nyata.” Jadi berikut ini adalah kata-kata inspiratif dari Chairman & CEO Coca Cola Company, Neville Isdell :

“Dan saya melakukan perjalanan di seluruh dunia. Aku pergi ke 16 negara dan aku keluar di pasar, tetapi juga mendengarkan orang-orang, karena saya memiliki keyakinan mendasar bahwa orang-orang dalam bisnis tahu apa yang salah. Mereka punya nuansa bisnis, dan manajemen senior membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan hal-hal ini, tetapi jika Anda pergi pekerjaan Jauh lebih mudah.” – Melihat pasar secara langsung, mendengarkan dan pasar akan lebih tahu sesuatu apa yang salah, dengan cara ini pekerjaan akan lebih mudah.

“Inovasi adalah suatu keharusan” – Dalam bisnis kita dituntut untuk terus berinovasi.

“Pekerjaan sosial akan melatih diri anda untuk mendengarkan dan menggerakan diri anda untuk memberikan solusi terhadap masalah yang ada, terutama berbicara dan mendengarkan orang yang terlibat di dalam bisnis.” – Kunci dari kata-kata tersebut adalah berbicara dan mendengar, maka solusi terhadap masalah yang ada dapat kita berikan.

Membaca adalah hal yang sangat penting, dikarenakan untuk maju maka kita harus terus belajar atas setiap perubahan yang terjadi dengan memahami (membaca) atas perubahan tersebut.”

Dari kedua bintang tamu ( Anne M Mucahy & Nevile Isdell) dapat kita simpulkan, bahwa sebagai seorang pemimpin harus bisa ikut terjun langsung ke dalam bisnis sehingga mampu mendengar dan berbicara kepada pelaku bisnis sehingga mampu mendapatkan solusi terhadap masalah yang terjadi yang disebut dengan inovasi.

—————————————————————————————————————–

—————————————————————————————————————–

Daftar Pustaka

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Silahkan download e-book:

2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen dan Marketing Plan

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:

Silahkan download e-book:

2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.

Silahkan download e-book:

2010 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – PERSPEKTIF VALUE-BASED MARKETING

 

Profile photo of MULYADI

by MULYADI

Featured

Konversi Sistem Informasi Dan Permasalahannya Disusun Oleh: Mulyadi P056133572.52E

14/01/2015 in Berita

cover konversi sistem

 

ABSTRAK

 Melakukan perubahan terhadap sistem karena perubahan kebutuhan sistem adalah hal yang normal pada suatu sistem informasi.  Dunia bisnis selalu berubah, sehingga kebutuhan sistem juga akan ikut berubah.  Tahapan implementasi adalah tahapan dimana sistem informasi telah digunakan oleh user. Sebelum benar-benar bisa digunakan dengan baik oleh pengguna, sistem harus melalui tahapan pengetesan terlebih dahulu. Untuk menjamin tidak ada kendala fatal yang muncul pada saat pengguna memanfaatkan sistemnya. Setelah sistem sukses diujicoba maka persiapan untuk menempatkan sistem baru bisa dimulai. Sistem analis akan mengembangkan rencana konversi secara lengkap. Dalam melakukan konversi sistem ada beberapa alternatif strategi yang bisa dipilih.  Dalam proses konversi sistem informasi perusahaan perlu mempertimbangkan tingkat risiko dan keberhasilannya dalam perubahan sistem lama ke sistem baru

Kata Kunci :  Sistem informasi, implementasi, konversi sistem, sistem lama, sistem baru

Selengkapnya dapat di klik link berikut :

TUGAS 3 MAKALAH SIM_Konversi Sistem Informasi atau http://mulyadi52e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/

 

IMG_1778

SPACE BUSINESS Bagi Peningkatan Ekonomi Nasional

07/05/2016 in Berita

tombol

Generasi terbaru satelit eksperimen LAPAN A3/IPB akan diluncurkan dari Bandar Antariksa Sriharikota, India, 10 Juni nanti. Salah satu fungsi satelit hasil kerja sama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN dan Institut Pertanian Bogor itu untuk pemantauan pertanian. Setiap tahun, kebijakan impor beras menimbulkan perdebatan. Meski produktivitas lahan bisa diperkirakan, luasan areal panen sulit dipercaya. Dengan pencitraan satelit, luas areal panen dan produktivitas lahan yang beragam bisa dihitung lebih akurat. “Ke depan, penentuan luasan panen padi tak memakai angka ramalan karena konversi lahan pertanian terjadi,” kata Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto pada sosialisasi persiapan peluncuran Satelit LAPAN A3/IPB dan Hasil Operasi Satelit LAPAN A2/Orari di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor, Senin ( Kompas.com 25/4/2016). Kerjasama teknologi yang dibangun LAPAN-IPB menjadi bukti nyata kerjasama riset antara lembaga riset nasional dengan lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama memiliki kompetensi litbang dengan segudang tenaga ahli. IPB akan melakukan pengolahan data citra satelit LAPAN-A3 untuk monitoring lahan pertanian nasional untuk melihat kemampuan ketahanan pangan skala nasional. Secara ekonomi akan tergambar jelas kemampuan ekonomi nasional dari sektor pangan. Sehingga dampak ekonomi dari penggunaan teknologi antariksa akan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

gbr_4_pasang_satelit

Pemantauan pertanian itu jadi salah satu fungsi satelit LAPAN A3/IPB untuk melaksanakan klasifikasi lahan dan observasi lingkungan melalui pencitra push broom (teknologi pengambil citra dengan sensor spektroskopi) multispektral dan kamera visibel resolusi tinggi. Adapun misi ilmiah satelit ialah mengukur medan magnet bumi. Selain itu, satelit berfungsi memantau lalu lintas laut global. LAPAN A3/IPB mengorbit bumi melintasi kutub utara dan kutub selatan bumi. Itu akan melengkapi data pantauan lalu lintas kapal laut dari satelit LAPAN A2/Orari yang mengorbit bumi di sekitar khatulistiwa. Inilah salah satu komitmen LAPAN dalam mengembangkan teknologi antariksa khususnya satelit untuk membangun kekuatan ekonomi nasional berbasis agronomi sehingga pemantauan kekuatan ekonomi pertanian Indonesia dapat diamati secara cermat dan tepat. Data spasial berbasis teknologi satelit inilah yang akan mampu mengukur ketahanan pangan nasional dengan tepat. Pemanfaatan teknologi ini tentunya akan mempermudah pengukuran dan penghitungan ketahanan pangan berdasar luasan yang dipantau dari ketinggian 650 km dari permukaan bumi. Dengan data satelit yang akurat maka akan diperoleh analisis kemampuan pertanian (sumber daya pangan) yang menjadi ukuran ketahanan pangan nasional dan menjadi referensi dalam melakukan prediksi kebutuhan pangan nasional pada musim tanam selanjutnya.

E-COMMERCE: MARKETPLACE FOR WORLD BUSINESS

16/04/2016 in Berita

 

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-001

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-002

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-003

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-004

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-005

 

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-006

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-007

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-008

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-009

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-010

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-011

 

 

 

 

 

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-012

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-013

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-014

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-015

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-016

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-017

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-018

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-019

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-020

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-021

 

Case no. 3: Sew What? Inc.: The Role of Information Technology in Small Business Success

16/04/2016 in Sistem Informasi Manajemen

Apa kesamaan yang dilakukan oleh Grup Band Sting, Elton John dan Madonna? Selain sebagai bintang rock internasional, mereka semua menggunakan backdrop teater yang dirancang dan diproduksi oleh pembuat gorden kustom Sew What? Inc. Sebelum Sew What? membuat website sewwhatinc.com bisnis dari Sew What? masih bersifat local, akan tetapi setelah perusahaan ini melaunching website-nya dalam 3 tahun perusahaan ini memiliki pelanggan di seluruh dunia. Bahkan revenue perusahaan tersebut meningkat 45% dari tahun sebelumnya dan hampir semua pertumbuhan dari perusahaan tersebut ditunjang oleh sales dari Web-nya. Duckett, penemu dari perusahaan Sew What? memutuskan untuk bahwa Ia membutuhkan perbaikan pada site navigation-nya. Pada saat Ia melihat web-site Dell, Ia melihat ada suatu artikel mengenai sebuah award untuk usaha kecil dan akan mendapatkan hadiah sebesar $30,000 dan selain itu juga mendapatkan semua produk dan jasa dari Dell, keanggotan seumur hidup dalam NFIB dan lainnya. Sew What? memenangkan award tersebut dan pada tahun 2007, Sew What? juga mendapatkan award untuk “most innovative company of the year”. Dengan hadiahnya tersebut Duckett berencana untuk sistem bar code yang dapat melacak proses pembuatan pada saat di gudang. Dengan sistem pelacakan tersebut, Duckett dan karyawannya dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk sebuah bahan kain berada dalam suatu proses, yang mana nantinya akan dapat membantu mereka untuk lebih tepat memperkirakan harga dari suatu produk.

Bagaimana teknologi informasi memberikan kontribusi pada keberhasilan bisnis Sew What? Inc.?

Teknologi informasi sangat membantu dalam keberhasilan dari bisnis Sew What?. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pada awalnya Sew What? tidak merasa membutuhkan suatu teknologi dalam usahanya, karena bidang usaha menjahit tampak tidak berhubungan dengan teknologi, terutama teknologi informasi. Akan tetapi, hal ini terbukti salah dengan diterapkannya web-sales oleh perusahaan ini, revenue perusahaan dapat meningkat drastis terlebih lagi cakupan usaha dari perusahaan ini menjadi lebih luas, dari yang awalnya hanya mencakup usaha lokal, dalam 3 tahun telah mendapatkan beberapa pelanggan dari internasional. Hal ini juga ditunjang dengan adanya peningkatan revenue sebesar 45% dari tahun sebelumnya atau pada tahun ke-3 setelah menerapkan web-sales tersebut.

Selain itu, pada artikel case study ini juga dijelaskan bahwa dalam kegiatan operasionalnya selain menerapkan web-sales Sew What? juga menggunakan perangkat lunak lain yakni quick-book di mana perangkat lunak tersebut dijalankan oleh sistem operasi Microsoft Windows Server yang terpasang pada server Dell PowerEdge 860 yang didukung dengan teknologi prosesor Intel Xeon dan media penyimpanan yang cukup besar yakni 146 Gigabyte. Penggunaan media penyimpanan yang besar kapasitasnya didasari oleh banyaknya berkas-berkas seperti informasi pelanggan, dokumen operasional yang penting, dokumen keuangan, serta ribuan contoh gambar kain tirai dan jenis-jenis berkas lainnya yang harus di back-up. Sedangkan untuk komputer pendukung menggunakan server komputer tua tipe Dell PowerEdge 500 yang didedikasikan untuk aplikasi yang lebih kecil dan berbagai komputer desktop tipe Dell PC untuk karyawannya.

Jika Anda seorang konsultan manajemen untuk Sew What? Inc., apa yang akan Anda sarankan pada Megan Duckett untuk menjadi lebih sukses dalam bisnisnya pada titik ini? Peran apa yang akan anda mainkan dalam proposal teknologi informasi? Berikan rekomendasi yang spesifik.

Sebagai seorang konsultan manajemen untuk sebuah perusahaan, banyak sekali rekomendasi yang dapat diberikan, antara lain: Strategi promosi dari target market.

Langkah awal adalah menentukan terlebih dahulu target market dari perusahaan ini. Dalam hal ini, produk yang dipasarkan Sew What? Inc. adalah termasuk Industrial Goods, oleh karena itu target market dapat merupakan end-users ataupun B2B dengan proporsi target end-users yang lebih kecil. Oleh karena itu, salah satu strategi promosi yang dapat dilakukan untuk merangkul semua klasifikasi pelanggannya adalah strategi promosi personal selling dengan membuat Video Profile dan meng-uploadnya di website usaha/bisnis yang menggambarkan bangunan kantor, aktivitas kerja, interior atau ruangan-ruangan penting, produk dan jasa unggulan, proses produksi, inventaris atau aset kantor, fasilitas kantor, wawancara pimpinan, testimoni pelanggan dan lain-lain. Video profile ini berfungsi untuk menggambarkan sekaligus memperkenalkan produk dan jasa kepada pelanggan lama maupun baru yang potensial, dengan begitu akan tercipat image yang positif dari perusahaan. Dengan adanya image positif tersebut dimungkinkan adanya pertumbuhan jumlah pelanggan baru yang tertarik untuk bekerja sama. Ketika semakin banyak pelanggan baru yang potensial maka manfaat dari sisi kredibilitas perusahaan akan terus meningkat dan pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan revenue perusahaan.

Strategi promosi lain yang dapat digunakan adalah Public Relation antara lain dengan merilis berit-berita tentang kegiatan usaha, mengadakan sales promotion (pemberian diskon/hadiah) yang dapat disampaikan melalui website serta dapat pula dengan membuat halaman khusus di dalam website yang sifatnya interaktif. Sebagai contoh adalah adanya forum diskusi atau keanggotaan. Forum diskusi atau keanggotaan ini menghadirkan interaksi antara orang-orang yang berada di jalur bisnis yang sama untuk berdiskusi tentang masalah yang terjadi saat ini dan bagaimana solusi yang dapat diberikan sehingga pihak pengelola organisasi ataupun perusahaan dapat mencegah atau meminimalisir permasalahan tersebut. Sebagai pihak organisasi atau perusahaan yang menghadirkan forum diskusi ini di dalam website mereka pastilah harus bisa memberikan solusi dan saran secara profesional, karena pelanggan akan menilai perusahaan dari setiap solusi dan saran yang diberikan dan pastinya pelanggan tersebut akan terus mengikuti perkembangan dari permasalahan yang ada. Semakin baik solusi dan saran yang diberikan akan semakin meningkatkan kredibilitas dari bisnis perusahaan di website tersebut.

Peran yang dimainkan di sini adalah sebagai konsultan dalam desain web dan juga content yang sebaiknya ada pada website perusahaan tersebut. Dalam proposal tersebut juga dapat disarankan teknologi apa yang digunakan perusahaan untuk lebih meningkatkan performa dari website-nya agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Bagaimana penggunaan teknologi informasi membantu bisnis kecil yang anda ketahui menjadi lebih sukses? Berikan beberapa contoh untuk mendukung jawaban Anda.

Pada artikel ini telah jelas digambarkan bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan nilai dari suatu perusahaan lokal menjadi perusahaan berkelas internasional. Bisnis yang dijalankan oleh Megan Duckett berawal dari dapur maupun garasi kecil yang ada di rumahnya berubah menjadi suatu lembaga berbadan hukum perusahaan yang berskala internasional. Contoh lainnya juga dapat dilihat dengan maraknya industri online shop, Industri restoran seperti Ayam Goreng Suharti. Pada awalnya, restoran ini hanya sebuah rumah makan yang berada di Yogyakarta. Dengan adanya teknologi informasi, restoran ini telah memanfaatkan komputer untuk meningkatkan jumlah pelanggan dengan memperbesar pangsa pasarnya melalui media internet, yakni dengan pembuatan website di alamat situs http://nysuharti.com/. Hal ini terbukti nyata bahwa dengan adanya bantuan dari teknologi informasi, kini restoran ini dapat dikunjungi tidak hanya di Yogyakarta akan tetapi juga dapat dikunjungi di beberapa kota besar di Indonesia. Dengan penggunaan komputer di kasir untuk membantu me­-record semua aktifitas pemesanan maupun pembayaran oleh pelanggan memudahkan karyawan untuk melayani pelanggan dengan sepenuhnya dan dengan computer tersebut waktu yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembayaran menjadi lebih mudah sehingga kepuasan pelanggan menjadi meningkat. Dengan meningkatnya kepuasan pelanggan maka revenue dari restoran akan semakin meningkat. Hal ini didukung oleh studi yang membuktikan bahwa kepuasan dapat meningkatkan revenue perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan media internet untuk tetap berhubungan dengan para cabang yang dikelolanya yang saat ini membuat Ayam Goreng Suharti menjadi lebih dikenal dan juga lebih fleksibel. Dengan adanya teknologi komunikasi, pemesanan tempat dapat dilakukan. Dan dengan teknologi komputerisasi semua pesanan pelanggan baik untuk delivery order ataupun makan di tempat dapat ter-record dengan baik, sehingga dapat digunakan untuk dilakukan analisa penjualan dengan teknologi informasi lainnya.

Hal ini juga dilakukan oleh beberapa restoran lainnya seperti Ayam Bakar Mas Mono, dan usaha kecil menengah gedong meneng Bandar Lampung. UKM yang memiliki komputer dalam membantu sistem usahanya, berarti mereka telah memahami pentingnya TI untuk meningkatkan produktivitas UKM yang nantinya akan bermuara pada pembentukan UKM yang berdaya saing.

Ujian Akhir Sistem Informasi Manajemen

14/04/2016 in Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc.

Nama : Bambang Supriadi

P056154452.56E

 

  1. Case Nomor 2, The New York Times and Boston Scientific : Two Different Ways of Innovating with Information Technology.

Question 1 : As stated in the case, The New York Times chose to deploy their innovation support group as a shared service across business units. What do you think this means? What are the advantages of choosing this approach? Are there any disadvantages?

Answer : The New York Times deploy their innovation support group as a shared service across their business units, means that their R&D can work within common framework based on idea generation, development, and diffusion throughout the business. The advantages of choosing this approach that the team can work together within the business units to supplement and support innovation. For example, the team is prototyping E-Ink, an emerging display technology. The disadvantages shows that some business units can’t spare the resources to investigate it.

Question 2 : Boston Scientific faced the challenge of balancing openess and sharing with security and the need for restricting access to information. How did the use of technology allow the company to achieve both objectives at the same time? What kind of cultural changes were required for this to possible? Are these more important than the technology-related issues? Develop a few example to justify your answer.

Answer : Boston Scientific is piloting Invention Machine’s Goldfire software, which provides the right mix of opennes and security for data. The cultural changes required for this to possible is the company had to educate people that they aren’t throwing security out the window but making valuable knowledge available to the organization. Of course more important than the technology-related issues because for example, before Boston Scientific use the Goldfire, the information was so locked down that even if scientists found something useful from a past project, they oftendidn’t have access to it.

Question 3 : The video rental map developed by The New York Times and Netflix graphically displays movie popularity across neighborhoods from major U.S. cities. How would Netflix use this information to improve their business? Could other companies also take advantage of these data? How? Provide some examples.

Answer : Netflix use the information of movie popularity is to know the rental habits of the people across neighborhoods from major U.S. cities, so Netflix can improve their business through it. Other companies can also take advantage of these data, they also can access the by accessing The New York Times interactive map.

 

  1. Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: amazon.com; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas Penerapan E Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com; www.lazada.co.id; www.tokopedia.com; www.traveloka.com; www.blibli.com. Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E-Commerce tersebut.

Jawaban :

e-Commerce mengubah bentuk persaingan, kecepatan tindakan dan perampingan dari interaksi, produk dan pembayaran dari konsumen ke perusahaan serta perusahaan ke pemasok.

e-Commerce meliputi proses online dari :

  • Pengembangan
  • Pemasaran
  • Penjualan
  • Pengiriman
  • Pelayanan
  • Pembayaran produk dan jasa

Sistem e-Commerce bergantung pada sumber daya internet dan teknologi informasi lainnya untuk mendukung setiap langkah dari proses e-Commerce tersebut.

 

Scope of e-Commerce

Gambar 1. Lingkup e-Commerce (O’brien & Marakas 2010)

 

e-Commerce Technology

Gambar 2. Teknologi e-Commerce (O’brien & Marakas 2010)

Kategori e-Commerce

Business to Consumer (B2C), kategori e-Commerce ini melibatkan : etalase virtual, katalog multimedia, proses pemesanan interaktif, pembayaran elektronik dan dukungan pelanggan online.

Business to Business (B2B), kategori e-Commerce ini melibatkan : pasar bisnis elekronik, hubungan langsung antar perusahaan dan lelang serta pertukaran.

Consumer to Consumer (C2C), kategori e-Commerce ini melibatkan : lelang online, posting ke situs berita, situs pribadi dan portal e-Commerce.

Proses penting yang seharusnya diterapkan di semua aplikasi e-Commerce adalah akses pengawasan dan keamanan, personalisasi dan profiling, pengelolaan sistem pencarian, pengelolaan isi, pengelolaan katalog, sistem pembayaran, pengelolaan workflow, notifikasi acara, kolaborasi dan perdagangan.

 

Essential e-Commerce Architecture

Gambar 3. Essential e-Commerce Architecture (O’brien & Marakas 2010)

Proses e-Commerce harus membangun rasa saling percaya dan akses yang aman bagi semua pihak yang meliputi : username dan password, kunci enkripsi dan sertifikat digital serta tanda tangan.

 

Case Study : Amazon.com

Amazon.com adalah e-Commerce dan Cloud Computing dari Amerika dengan kantor pusat di Seattle, Washington. Amazon merupakan toko berbasis internet terbesar di Amerika. Amazon.com memulai bisnisnya sebagai toko buku online, kemudian melakukan diversifikasi untuk menjual DVD, Blu-ray, CD, video download/streaming, audiobook/streaming, MP3 download, software, video game, elektronik, pakaian, furniture, makanan, mainan dan perhiasan. Perusahaan ini juga memproduksi barang elektronik konsumen, termasuk pembaca buku elektronik Amazon Kindle dan komputer tablet Kindle Fire dan merupakan salah satu penyedia jasa Cloud Computing terbesar.

Amazon.com memiliki pusat pengembangan software yang berbeda dengan perusahaan e-Commerce lainnya, selain berpusat di Seattle, pengembangan software juga dilakukan oleh Amazon di seluruh dunia, beberapa situs dikembangkan oleh anak perusahaan Amazon yang bernama A2Z Development.

Sebagai perusahaan pertama yang menjual barang di dunia maya, Amazon.com mulai meningkatkan kembali inovasinya dalam proses menuju visinya untuk menjadi perusahaan yang dapat melakukan penjualan lewat web dengan terus mencari produk-produk lain yang dapat dijual secara online. Pelanggan Amazon.com bertambah dari tahun ke tahun. Terdapat 1,5 juta pelanggan amazon.com di tahun 1997, lalu menjadi 14 juta di tahun 1999 dan 25 juta tahun 2001.

Amazon mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan inovasi dan membuat 2 macam penjual di Amazon, yaitu Amazon sendiri dan perusahaan atau perorangan yang menjual barang di Amazon. Hal inilah yang menyebabkan pelanggan Amazon berkembang dengan cepat.

 

amazon.com

Gambar 4. Tampilan website Amazon.com (sumber Amazon.com)

Case Study : Bukalapak.com

Situs yang pertama kali diperkenalkan oleh Achmad Zaky ini merupakan e-Commerce pertama yang merangkul kalangan pengusaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Dengan bergabungnya para UKM di bukalapak.com akan membuat jaringan pemasaran yang lebih luas tidak hanya di Indonesia saja melainkan juga bisa menjangkau ke seluruh dunia.

Kemajuan teknologi informasi saat ini memang sangat menguntungkan bagi pebisnis e-Commerce, bukalapak.com memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan bisnisnya yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Website, merupakan interface yang digunakan baik oleh pelapak (mitra bisnis bukalapak.com) maupun para pembeli. Website ini juga digunakan sebagai etalase elektronik dan katalog multimedia bagi pelapak dalm menginformasikan produk-produk yang dijualnya.

 

Bukalapak.com

Gambar 5. Tampilan website Bukalapak.com (sumber Amazon.com)

  • SMS, digunakan untuk memberikan pemberitahuan transaksi kepada para pelapak setiap ada pesanan dari pembeli.
  • Email, digunakan untuk pendaftaran pertama pada saat membuat akun, pengaduan, memberikan saran dan masukan serta brosur dan distribusi.
  • Telepon, digunakan sebagai media customer service.
  • Social Media, digunakan oleh bukalapak.com untuk promosi dan juga konsultasi.
  • Network, jaringan yang digunakan oleh bukalapak.com meliputi intranet dan extranet. Jaringan intranet difokuskan pada pengelolaan website dan pemeliharaan aplikasi mobile. Sementara jaringan extranet digunakan oleh pengunjung baik itu pelapak maupun pembeli untuk bisa melakukan log in ke situs bukalapak.com.
  1. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan ! Jelaskan pula hal hal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sistem tersebut!

Jawaban :

Insourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh perusahaan itu sendiri melalui divisi IT yang dimiliki. Perusahaan yang melalukan pengembangan sistem informasi dengan pendekatan insourcing harus memastikan bahwa mereka mempunyai tim IT yang menguasai sistem informasi yang diinginkan dan diharapkan oleh perusahaan. Kendala yang sering dihadapi perusahaan ketika memutuskan mengembangkan sendiri sistem informasinya adalah ketidaksiapan sumber daya manusia yang ada. Adapun tahap-tahap pengembangan sistem informasi secara insourcing adalah sebagai berikut:

  1. Survey sistem / preliminary, dalam tahap ini, tim IT akan melakukan investigasi awal untuk mengetahui kebutuhan pengguna, ruang lingkup aplikasi, pembuatan proposal dan yang meliputi gambaran umum pelaksanaan proyek, aplikasi yang dikembangkan, serta biaya yang dibutuhkan. Setelah proposal dipaparkan dan disetujui, maka dapat dilakukan tahap berikutnya.
  2. Analisis sistem, tahap ini diperlukan untuk mengetahui apakah sistem yang lama perlu diperbaharui atau harus dimatikan untuk diganti dengan yang baru. Analisis ini sangat diperlukan agar aplikasi yang dikembangkan benar – benar dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Beberapa aspek yang dianalisis dalam analisis sistem diantaranya adalah business user, analisis jabatan, proses bisnis, business rules, problem solving, business tool, dan business plan.
  3. Desain sistem, tahap ini dipergunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana sistem tersebut di buat. Desain sistem memberikan gambaran kepada programmer tentang garis besar sistem yang ingin dibuat. Beberapa hal yang dilakukan dalam desain sistem adalah pemodelan sistem, desain basis data, desain aplikasi, desain perangkat keras, dan deskripsi dari masing masing penggguna.
  4. Pembuatan sistem, dalam pembuatan sistem turut pula dilakukan pengujian terhadap aplikasi yang dikembangkan dan pembuatan instruksi manual serta melakukan training terhadap pengguna.
  5. Implementasi sistem, dalam tahap ini sistem yang telah dibuat benar-benar diimplementasikan di dalam perusahaan. Tahap ini merupakan tahap yang paling kritis dalam pengembangan sebuah sistem. Ada yang implementasinya dilakukan dengan paralel sebelum sistem lama dimatikan, ada yang langsung mematikan sistem yang lama dan berganti dengan sistem yang baru.
  6. Pemeliharaan sistem, tahap ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh seorang programmer untuk melihat kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang tidak terdeteksi saat sistem tersebut dilakukan pengetesan. Pemeliharaan meliputi pemantauan pengoperasian oleh user, penyempurnaan, perbaikan dari gangguan kecil atau bug, dan perbaikan-perbaikan akibat kerusakan dari luar seperti virus dan lain-lain.

 

Outsourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang dilakukan dengan menggunakan vendor di luar perusahaan. Dengan metode ini perusahaan harus mencari vendor yang bisa mengerjakan sistem sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Secara umum tahap-tahap dalam outsourcing hampir sama dengan insourcing, hanya ditambahkan dua tahap awal sebelum dilaksanakan survey sistem/preliminary yaitu tahap pemilihan vendor dan pertimbangan vendor.

  1. Pemilihan vendor, dalam tahap ini setiap vendor yang merupakan perusahaan IT developer harus menyerahkan proposal awal berupa gambaran sistem yang pernah dibuat dan perkiraan harga untuk setiap modul aplikasi. Gambaran yang detail dari vendor kepada user sangat diharapkan dalam tahap ini agar perusahaan mendapatkan data yang jelas mengenai kualitas vendor dan sistem yang ditawarkan.
  2. Pertimbangan vendor, setelah beberapa vendor mempresentasikan sistem dan harga dari sistem yang dibuat, user dapat segera mempertimbangkan vendor mana yang ingin dipilih dengan mempertimbangkan beberapa hal diantaranya benefit and risk, analisa proses dan evaluasi terhadap vendor. Jika semua telah dilakukan, langkah berikutnya adalah menentukan vendor mana yang ditunjuk untuk mengerjakan sistem tersebut.

Hal-hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem secara insourcing terutama pada kesiapan Divisi IT yang ada di perusahaan tersebut, selain itu tahap investigasi awal (preliminary) juga menjadi faktor kesuksesan pengembangan sistem informasi tersebut, jika tahap investigasi awal kurang tepat maka pengembangan sistem informasi akan gagal. Sedangkan hal-hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem informasi secara outsourcing selain kesiapan tim IT perusahaan dalam mengadopsi (transfer teknologi) dari vendor, investigasi awal terhadap kebutuhan sistem informasi, juga tidak kalah penting adalah pemilihan vendor yang akan dijadikan partner untuk pengembangan sistem informasi yang akan dilakukan oleh perusahaan.

 

  1. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu software. Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?

Jawaban :

Maintainability  adalah kemudahan suatu perangkat lunak untuk dimengerti, diperbaiki, diadaptasi dan/atau dikembangkan. Maintainability dari suatu perangkat lunak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kecerobohan dalam desain, coding, dan testing akan memberikan dampak negatif yang jelas untuk kemampuan pemeliharaan perangkat lunak yang dihasilkan. Faktor yang paling penting yang mempengaruhi maintainability adalah rencana untuk maintainability itu sendiri. Jika perangkat lunak dilihat sebagai elemen sistem yang akan diubah sewaktu-waktu, maka perangkat lunak yang berkemampuan untuk dipelihara akan dibuat. Aktivitas pemeliharaan perangkat lunak tersebut meliputi : penambahan fungsi perangkat lunak, adaptasi perangkat lunak dengan lingkungan operasional yang baru dan perbaikan masalah yang timbul. Sedangkan jenis-jenis pemeliharaan perangkat lunak meliputi:

  1. Corrective Maintenance, pemeliharaan ini untuk merespon terjadinya kesalahan-kesalahan saat perangkat lunak dioperasikan baik berupa bug ataupun berupa output yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  2. Adaptive Maintenance, pemeliharaan ini untuk merespon perubahan yang terjadi pada lingkungan yang mempengaruhi perangkat lunak tersebut (seperti hardware, sistem operasi, prosedur bisnis, kebijakan, dll).
  3. Perfective Maintenance, pemeliharaan ini untuk merespon permintaan tambahan berupa fungsi-fungsi baru yang muncul setelah pengguna melakukan uji coba perangkat lunak tersebut.
  4. Preventif Maintenance, pemeliharaan ini dilakukan untuk melakukan reengineering terhadap perangkat lunak agar lebih mudah diperbaiki, memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dan mudah mengakomodasi munculnya kebutuhan baru.

 

  1. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari sistem informasi yang lama ke sistem informasi yang baru dapat dilakukan ?

Jawaban :

Pengoperasian sistem bisnis yang baru dapat menjadi tugas yang sulit. Hal ini biasanya memerlukan proses konversi dari penggunaan sistem yang ada saat ini ke penggunaan sistem informasi yang baru atau yang lebih baik. Metode konversi dapat mempermudah pengenalan sistem informasi yang baru ke dalam organisasi. Empat bentuk utama dari konversi sistem mencakup:

  1. Konversi paralel (parallel conversion), merupakan suatu pendekatan dimana sistem baru dan sistem lama dioperasikan secara serentak dalam jangka waktu tertentu. Selama waktu tersebut, operasional dan hasil dari kedua system dibandingkan dan dievaluasi. Kesalahan dapat diidentifikasi dan dikoreksi, dan masalah operasional dapat diselesaikan sebelum sistem lama ditinggalkan. Cara seperti ini merupakan pendekatan yang paling aman, tetapi merupakan cara yang paling mahal, karena pemakai harus menjalankan dua sistem sekaligus.
  2. Konversi langsung (direct conversion), konversi ini dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantikannya dengan sistem yang baru. Cara ini merupakan yang paling berisiko, tetapi murah. Konversi ini melakukan penerapan sistem baru dan pemutusan jembatan sistem lama, yang kadang-kadang disebut pendekatan cold turkey. Apabila konversi telah dilakukan, maka tak ada cara untuk balik ke sistem lama. Pendekatan atau cara konversi ini akan bermanfaat apabila :

1) Sistem tersebut tidak mengganti sistem lain.

2) Sistem yang lama sepenuhnya tidak bernilai.

3) Sistem yang baru bersifat kecil atau sederhana atau keduanya.

4) Rancangan sistem baru sangat berbeda dari sistem lama, dan perbandingan antara sistem-sistem tersebut tidak berarti.

  1. Konversi bertahap (phased conversion), konversi ini dilakukan dengan menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali dengan yang lama. Jika tak terjadi masalah, bagian-bagian baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti bagian-bagian lama yang lain. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan oleh sistem baru. Cara seperti ini lebih aman daripada konversi langsung. Dengan metode konversi bertahap, sistem baru diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti yang lama. Konversi ini menghindarkan dari risiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan memberikan waktu yang banyak kepada pemakai untuk mengasimilasi perubahan. Untuk menggunakan metode phased, sistem harus disegmentasi.
  2. Konversi pilot (pilot conversion), konversi ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor. Jika konversi ini dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain. Ini merupakan pendekatan dengan biaya dan risiko yang rendah. Dengan metode Konversi Pilot, hanya sebagian dari organisasi saja yang mencoba mengembangkan sistem baru. Kalau metode phased conversion mensegmentasi sistem, sedangkan konversi pilot mensegmentasi organisasi.

Ujian Akhir Triwulan SIM – Mohammad Anindityo / R55

08/04/2016 in Ujian Akhir Triwulan (Takehome)

Soal 1. (halaman 75, case 3)

  • Dengan menerapkan promosi bisnis melalui website (multi bahasa) untuk menjaring konsumen potensial dari berbagai negara
  • Di website tersebut memungkin konsumen potensial untuk melakukan simulasi dalam perancangan “theatrical backdrops” yang ingin dirancang
  • Penggunaan Aplikasi :
    • Intuit Quickbook Enterprise Solutions (Accounting Software)
    • Microsoft Windows Server (Server Operating System)
    • Microsoft Publisher (Desktop Publishing)
    • Dreamweaver (Web Designer)

Yang akan saya usulkan apabila menjadi konsultan sistem bagi Sew What? Inc adalah :

  • Penerapan ERP skala kecil bagi perusahaan dan vendor yang bekerja sama dengan Sew What? Inc, sehingga proses produksi dari hulu ke hilir menjadi terintegrasi. Sistem juga disertai dengan status pengerjaan serta stock bahan baku, sehingga dapat dilakukan monitoring status pengerjaan dan stock bahan baku, dimana setiap tahap dan saat stock mulai menipis nya akan diberikan notification kepada perusahaan dan juga vendor.
  • Diterapkannya prinsip-prinsip dasar CRM, seperti acquiring, enhancing, dan retaining. Hal tersebut bisa diterapkan dalam sistem website yang digunakan oleh Sew What? Inc dalam mempromosikan layanannya. Hal ini juga harus didukung dengan 3 aspek penting di dalam e-CRM, yaitu Sales Force Automation, Marketing Automation, dan Customer Service. Sehingga dapat dibangun sebuah sistem untuk melayani, mempertahankan, dan menjaga hubungan baik jangka panjang dengan para konsumen.

Contoh lainnya adalah perusahaan PHD (Pizza Hut Delivery)

  • Penerapan website online telah memperluas jaringan PHD, sehingga memungkinkan adanya penambahan konsumen potensial tanpa harus datang ke gerai ataupun menelepon kepada PHD secara langsung. Hanya dengan memasukkan data pembeli ,memilih menu  dan cara pembayaran yang diinginkan, maka konsumen dapat menikmati layanan PHD langsung di tempat dia memesannya.

 

Soal 2. Ringkasan

  • E-commerce adalah proses pembelian dan penjualan, pemasaran dan pelayanan, dan pengiriman serta pembayaran produk, jasa, dan informasi melalui internet, extranet, intranet, dan jaringanlain antara perusahaan yang saling terhubung dengan prospek, konsumen, pemasok, dan rekan bisnis lainnya.
  • Kategori utama dan trend aplikasi e-commerce
    • o Business-to-Consumer
    • o Business-to-Business
    • o Consumer-to-Consumer

kategori

  • Proses utama dalam sistem e-commerce (terhadap produk dan jasa)
    • Pengembangan
    • Pemasaran
    • Penjualan
    • Pengiriman
    • Pelayanan
    • Pembayaran
    • Faktor Kunci dan Kebutuhan dalam Keberhasilan e-commerce
      • Nilai dan Pilihan
      • Kinerja dan Pelayanan
      • Tampilan dan Suasana
      • Iklan dan Insentif
      • Daya tarik personal
      • Hubungan Komunitas
      • Keamanan dan keandalan
    • Nilai Bisnis dari tipe-tipe “e-commerce marketplaces
      • One to Many
      • Many to One
      • Some to Many
      • Many to Some
      • Many to Many
    • Ulasan Kritis Bukalapak.com
      • Merupakan contoh penerapan e-marketplace di Indonesia yang memiliki stakeholders antara lain :
        • Karyawan Bukalapak.com
        • Lateral Partners
          • Bank penyedia jasa pembayaran
          • Maskapai pengiriman barang ke konsumen
          • Pelapak dan Pembeli (user dari Bukalapak.com)
          • Nilai yang ditawarkan Bukalapak.com kepada Stakeholders :
  • Bagi Karyawan
      1. Mempermudah proses komunikasi antar divisi dalam perusahaan
      2. Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan
      3. Mempermudah proses pelayanan kepada konsumen
  • Bagi Lateral Partners
      1. Mempercepat terjadinya hubungan bisnis yang lebih terintegrasi
      2. Mempermudah komunikasi kebutuhan layanan perusahaan
      3. Memperkenalkan produk barunya
  • Bagi Pelapak dan Pembeli
      1. Mempermudah dalam mengetahui dan menggunakan produk dan jasa yang ditawarkan
      2. Mempermudah untuk dapat memantau informasi proses transaksi
      3. Sebagai wawasan pengetahuan dalam teknologi
  • Teknologi Komunikasi yang digunakan Bukalapak.com
    • Web

Di web bukalapak (bukalapak.com) terdapat beragam kegiatan seperti cara menjada pemesanan barang- barang tertentu, promosi terjadi khususnya pada saat hari-hari tertentu dengan pemberian potongan harga atau gratis ongkos kirim, cara pembayaran dengan berbagai bank, pemasaran dari produk-produk dari pelapak, dan rekruitmen untuk pelapak dan pembeli dengan membuat account terlebih dahulu.

  • SMS

SMS di bukalapak, dipakai untuk memberikan notifikasi kepada pelapak setiap ada pesanan.

  • E-mail

E-mail digunakan untuk membuat akun pertama saat mendaftar, pengaduan,  memberi masukan serta saran dan brosur distribusi.

  • Telepon

Telepon digunakan untuk customer service.

  • Social Media (Facebook, twitter, instagram, aplikasi pada android)

Bukalapak.com menggunakan jejaring sosial untuk aktivitas promosinya dan konsultasi.

  • Network yang digunakan
    • Intranet

Jaringan intranet Bukalapak.com digunakan oleh kantor pusatnya di Plaza City View, Lt. 1-2, Jalan Kemang Timur No. 22, Pasar Minggu, Pejaten Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penggunaan intranet Bukalapak.com difokuskan pada fungsi website dan mobile application maintenance.

    • Extranet

Jaringan extranet digunakan bagi para pengunjung untuk log-in menjadi user dari Bukalapak.com. Dimana para user memiliki beberapa fasilitas untuk mengakses sebagian database Bukalapak.com.

    • Internet

Jaringan internet bisa diakses oleh siapa pun, baik pelapak, pembeli, kompetitor atau pun orang yang ingin mengetahui informasi mengenai Bukalapak.com.

 

Soal 3. Pengembangan Sistem melalui :

  • Insourcing

Pengembangan sistem dengan mempekerjakan karyawan intenal perusahaan

  • Outsoucing

Pengembangan sistem dengan mempekerjakan pihak ketiga atau vendor.

  • Hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem melalui insourcing
    • Pemahaman kebutuhan sistem perusahaan
    • Skill dari karyawan pengembang sistem
    • Komitmen penggunaan dari semua user sistem
    • Keandalan sistem dalam menyelesaikan masalah
    • Sustainability dan Maintainability dari suatu sistem
  • Hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem melalui outsourcing
    • Pemahaman kebutuhan sistem perusahaan
    • Komunikasi yang baik atas penyampaian kebutuhan oleh user kepada vendor
    • Interpretasi vendor dalam menangkap kebutuhan user
    • Komitmen penggunaan dari semua user sistem
    • Keandalan sistem dalam menyelesaikan masalah
    • Sustainability dan Maintainability dari suatu sistem

 

Soal 4. Urgensi Maintainability

Maintainability suatu software adalah kemampuannya dalam menajlani perubahan dan juga pemeliharaan suatu sistem. Saat suatu software berhasil diterapkan, maka akan timbul beberapa hal yang perlu untuk diperbaiki maupun diperbaharui, maka dari itu maintainability suatu software bersifat urgent dalam upaya menyelesaikan masalah yang terus berkembang dari waktu ke waktu

Ada beberapa alasan mengapa diperlukannya hal tersebut, antara lain :

  • Memperbaiki error software
  • Software Update
  • Peningkatan Sistem

 

Soal 5. Konversi sistem pada perusahaan

konversi

Ada 4 cara dalam penerapan konversi sistem lama ke sistem baru seperti yang di gambarkan pada gambar di atas, antara lain :

  • Parallel

Konversi ini sama-sama menjalan sistem lama dan sistem baru. Hingga pada kondisi tertentu saat sistem baru dianggap sudah cukup bisa mengganti sistem yang lama, maka segera sistem lama tersebut dihentikan penrapannya. Sistem ini memiliki kelebihan yaitu dianggap paling aman, namun juga memiliki kekurangan pada saat yang bersamaan, yaitu besarnya biaya dalam melakukannya.

  • Pilot

Pada metode ini, organisasi dibagi menjadi segmen-segmen tertentu. Sehingga penerapan sistem baru dilakukan pada satu segmen terlebih dahulu sebelum diterapkan ke segmen yang lainnya. Apabila pada segmen diterapkannya sistem baru tersebut  berhasil, maka penerapan sistem baru akan dilakukan secara lebih luas ke segmen yang lainnya.

  • Phased

Metode ini memiliki cara penerapan yang hampir serupa dengan metode pilot. Namun bedanya pada pilot dilakukan segemntasi pada organisasi, sedangkan metode ini melakukan segmentasi pada sistem yang digunakan. Penerapan dilakukan secara bertahap pada sebagian kecil sistem terlebih dahulu, hingga penerapan itu dikatakan sukses dan diterapkan ke sistem lainnya.

  • Direct

Merupakan metode dengan biaya paling rendah dalam penerapan dibandingkan dengan yang lainnya, namun memiliki resiko yang paling tinggi. Sistem ini secara langsung (direct) mengganti seluruh sistem lama dengan sistem baru di seluruh bagian organisasi, dimana apabila penerapan sistem baru tersebut dinyatakan gagal, maka kegagalan terjadi di seluruh lini sistem dan organisasi.

 

 

Daftar Pustaka

Fitria B. 2015. Semua Mengenai CRM (Customer Relationship Management). http://befira.blogspot.co.id/2015/07/semua-mengenai-crm-customer.html  [diakses pada tanggal 27 Maret 2016]

Nisa. 2012. E-Business dan E-Commerce.http://nisa11019.blogspot.co.id/2012/12/e-business-dan-e-commerce.html [diakses pada tanggal 26 Maret 2016]

O’Brien, A. J. and Marakas, G. 2011. Management Information Systems. New York: McGraw-Hill

Strauss J, Ansary AE, Frost R. 2006. E-Marketing. Fourth Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall

Website Bukalapak. www.bukalapak.com. [Diakses pada tanggal 25 Maret 2016]

Tugas UAT Sistem Informasi Manajemen (SIM)

06/04/2016 in Berita

UJIAN AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Mata Kuliah  : Sistem Informasi Manajemen

Dosen              : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

Nama              : Tjedahwati

NRP                : P056163871.55

 

  1. Pilihlah studi kasus pada chapter.1 yang terdapat pada buku “Management Information System” Edisi 10 karangan O’Brien dan Marakas, jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada pada studi kasus tersebut!

Jawab:

Studi Kasus  2: The New York Times and Boston Scientific: Two Different Ways of Innovating with Information Technology

  1. Perusahaan The New York Times memilih menyebarkan inovasi mereka sebagai pemberi layanan bagi unit bisnis lain. Apa maksudnya dan apa keuntungan yang didapat dari inovasi tersebut? Apakah terdapat ketidak-untungan pada inovasi tersebut?

Pemberi layanan memiliki peran untuk mempercepat masuknya unit bisnis (bisnis koran, stasiun radio, dan situs web) ke platform yang baru. Adapun cara yang dilakukan untuk mempercepat unit bisnis tersebut masuk ke platform yang baru yaitu dengan mengidentifikasi kesempatan atau peluang, membuat konsep yang tepat dan merealisasikannya, serta mengembangkan ide dasar. Keuntungan pemberi layanan yaitu mereka bekerja dalam sebuah kerangka pekerjaan yang umum berdasarkan pada ide umum, pengembangan, dan penyebaran bisnis secara keseluruhan.

Perusahaan The New York Times membuat software Times Widget”, yaitu sebuah software yang berfungsi untuk membuat platform-widget. The new York Times juga meluncurkan “Times Wire”, yaitu sebuah software yang dapat dikustomisasi sendiri secara langsung untuk antarmuka bagi konten online. Pembuatan software tersebut untuk menyelesaikan masalah yang spesifik dan memikirkan mau dibawa kemana bisnis tersebut dijalankan. Pembuatan software difokuskan untuk meningkatkan pendapatan, memotong biaya operasi, dan meningkatkan efisiensi pada proses pengembangan dan automasi.

Perusahaan The New York Timse juga bekerja sama dengan Netflix untuk membuat “Map”. Map merupakan basis data grafik yang memuat berbagai macam film, mulai dari film yang disukai dan tidak disukai oleh kritikus, Film yang sudah diurutkan secra alfabet, dan film yang paling banyak disewa. Perusahaan The New York Times memfokuskan untuk melakukan percobaan dengan berbagai macam inisisasi yang berbeda.

  1. Boston Scientific menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keterbukaan dan berbagi keamanan yang dibutuhkan untuk mengakses informasi. Bagaimana penggunaan teknologi memberikan perusahaan untuk mencapai kedua objektivitas tersebut pada waktu bersamaan? Perubahan budaya apa yang dibutuhkan agar hal tersebut dapat terjadi? Apakah hal tersebut lebih penting dari pada isu teknologi lainnya? Kembangkan beberapa contoh untuk menyeimbangkan jawaban Anda!

Boston Scientific ingin menghilangkan hambatan yang menyulitkan pengembang produk dari mengakses sumberdaya yang akan digunakan untuk menciptakan produk baru seperti peralatan kesehatan dengan lebih cepat. Namun membuat data menjadi mudah diakses membuat pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dengan mudah mencuri informasi yang bernilai jutaan bahkan ratusan juta dolar. Maka dari itu Boston Scientific mencari sebuah software yang memberikan komunitas teknik untuk dapat menyebarkan pengetahuan secara lebih luas, sementara itu dengan tetap mengatur akses terhadap data pengembangan produk.

Machine’s Goldfire software merupakan software yang menyediakan campuran yang tepat akan keterbukaan dan keamanan data. Software ini mengkombinasikan data internal perusahaan dengan informasi yang berasal dari publik atau kalangan umum. Peneliti dapat menggunakan software tersebut untuk mencari keterhubungan antar sumberdaya yang berbeda, sehingga dapat digunakan untuk mendapatkan ide akan produk baru, serta memulai untuk belajar akan kemungkinan yang akan terjadi. Tujuan dari pembuatan software  ini adalah agar peneliti dapat mengakses penelitian dari peneliti lainnya.

Perubahan budaya yang terjadi adalah ketika peneliti tersebut harus mau berbagi informasi  untuk pengembangan produk di masing-masing perusahaan. Peneliti dengan mudah mencari atau mengakses data dari projek sebelumnya, dimana pada saat belum menggunakan software tersebut akses terhadap data tidak mungkin. Perusahaan harus mendidik orang-orang bahwa perusahaan tidak seluruhnya memberikan akses data (dengan mengabaikan sistem keamanan), namun perusahaan hanya membuat pengetahuan yang bernilai menjadi dapat diakses (tersedia) bagi organisasi. Orang-orang yang menggunakan data tersebut akan saling menghargai satu sama lain.

Isu perusahaan The New York Timse  maupun Boston Scientific merupakan isu yang penting. Dimana kedua perusahaan ini melakukan inovasi dalam bidang sistem informasi dan teknologi informasi agar masing-masing perusahaan dapat berubah ke arah yang lebih baik. Perusahaan The New York Times yang harus menghadapi perubahan pada bacaan digital (bukan berupa koran atau majalah) melakukan inovasi sebagai pemberi layanan bagi unit bisnis tertentu. Sementara Boston Scientific yang melakukan inovasi terhadap keterbukaan dan keamanan data bagi organisasi.

  1. Map penyewaan video yang dikembangkan oleh perusahaan The New York Times dan Netflix menyajikan popularitas film pada berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Bagaiman Netflix menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan bisnisnya? Apakah perusahaan lain dapat mengambil keuntungan dari data tersebut?Sajikan beberapa contohnya!

Map yang diluncurkan oleh The New York Times merupakan basis data grafik yang memuat berbagai macam film, mulai dari film yang disukai dan tidak disukai oleh kritikus, film yang sudah diurutkan secra alfabet, dan film yang paling banyak disewa. Map tersebut juga menunjukan trend dalam pemilihan film pada masing-masing negara bagian. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh Netflix untuk menayangkan film yang tepat pada negara bagian yang berbeda. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi Netflix.

Perusahaan lain yang sejenis dengan Netflix dapat mengambil keuntungan dari data tersebut. Perusahaan lain dapat melihat trend dalam pemilihan film dan membuat rencana strategi berdasarkan trend tersebut. Perusahaan lain namun tidak sejenis Netflix juga dapat mengambil keuntungan dari data tersebut. Misalnya perusahaan souvenir dapat menggunakan data tersebut untuk melihat film apa yang sedang populer, kemudian membuat souvenir dari film tersebut dan dipasarkan pada negara bagian yang paling potensial terhadap film tersebut.

  1. Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: www.amazon.com ; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas penerapan E-Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com ; www.lazada.co.id ; www.tokopedia.com ; www.traveloka.com ; www.blibli.com . Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E Commerce tersebut.

Jawab:

Ringkasan Chapter 9

E-Commerce adalah mengubah bentuk kompetisi, bentuk tindakan, dan perampingan interaksi, produk, dan pembayaran dari pelanggan ke pelanggan dan dari perusahaan ke pemasok. Proses utama dalam sistem E-Commerce (terhadap produk dan jasa) yaitu pengembangan→ pemasaran→penjualan→pengiriman→pelayanan→pembayaran. Beberapa faktor kunci dan kebutuhan dalam keberhasilan E-Commerce yaitu nilai dan pilihan, kinerja dan pelayanan, tampilan dan suasana, iklan dan insentif, daya tarik personal, hubungan komunitas, serta keamanan dan keandalan.

Terdapat beberapa kategori E-Commerce yaitu business to consumer (B2C), business to business (B2B), dan consumer to consumer (C2C). Business to consumer artinya bisnis harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual barang dan jasa bagi konsumen. Misalnya banyak perusahaan menawarkan E-Commerce situs web yang menyediakan virtual etalase dan katalog multimedia, proses pemesanan yang interaktif, sistem pembayaran elektronik yang aman, dan dukungan pelanggan online. Business to business artinya interaksi perdagangan antar perusahaan, misalnya penyediaan internet dan extranet. Consumer to consumer artinya konsumen dapat membeli dan menjual produk dan jasa antar sesama konsumen.

            Lingkup  E-Commerce:

ecommerce

Sumber: dennislouis.blogspot.com

Teknologi E-Commerce

ecommerce2

Sumber: dennislouis.blogspot.com

            Ulasan kritis Amazon.com

                                    Amazon didirikan oleh Jeff Bezos di Seattle, Washington, Amerika Serikat pada tahun 1994. Tahun 1995 Amazon membuka situs e-commerce yaitu menjual barang melalui internet. Amazon memanfaatkan teknologi internet untuk membangun customer database dan berkomunikasi dengan para pelanggannya. Situs e-commerce Amazon menjual berbagai produk antara lain: amazon booksurge, amazon EBS, amazon EC2, amazon elastis map redius,amazon fresh, amazon kindle,dan produk lainnya.

Strategi e-commerce dari Amazon adalah fokus pada usaha-usaha pengembangan inovasi dengan menciptakan dan memantapkan kemampuan software yang dimiliki dengan cara membeli lisensi atau dengan cara memperoleh teknologi pengembangan aplikasi-aplikasi lain secara komersial jika dibutuhkan. Strategi pemasaran amazon didesain untuk meningkatkan traffic kunjungan pelanggan ke website perusahaan untuk dapat mendongkrak repeat buying pelanggan dan membangun brand awareness dari produk beserta jasa yang tersedia, serta dapat memperkuat nama Amazon.

            Tampilan halaman depan amazon.com

amazon

            Sumber: amazon.com

            Ulasan kritis bukalapak.com

Bukalapak.com merupakan contoh penerapan e-commerce marketplace di Indonesia yang memiliki stakeholders antara lain : Karyawan bukalapak.com, Lateral Partners (Bank penyedia jasa pembayaran dan Maskapai pengiriman barang ke konsumen), dan Pelapak dan Pembeli (user dari bukalapak.com). Teknologi komunikasi yang digunakan bukalapak.com yaitu web, SMS, e-mail, telepon dan media sosial.

Pada web bukalapak.com terdapat beragam kegiatan seperti cara pemesanan barang- barang tertentu, promosi terjadi khususnya pada saat hari-hari tertentu dengan pemberian potongan harga atau gratis ongkos kirim, cara pembayaran dengan berbagai bank, pemasaran dari produk-produk dari pelapak, dan rekruitmen untuk pelapak dan pembeli dengan membuat account terlebih dahulu. SMS di bukalapak.com dipakai untuk memberikan notifikasi kepada pelapak setiap ada pesanan. E-mail digunakan untuk membuat akun pertama saat mendaftar, pengaduan, memberi masukan serta saran dan brosur distribusi. Telepon digunakan untuk customer service.  Media sosial yang digunakan berupa facebook, twitter, instagram, dan aplikasi pada android. Bukalapak.com menggunakan media sosial untuk aktivitas promosi dan konsultasi.

Jaringan yang digunakan di bukalapak.com antara lain intranet, extranet, dan internet. Jaringan intranet bukalapak.com digunakan oleh kantor pusatnya di Plaza City View, Lt. 1-2, Jalan Kemang Timur No. 22, Pasar Minggu, Pejaten Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penggunaan intranet bukalapak.com difokuskan pada fungsi website dan mobile application maintenance. Jaringan extranet digunakan bagi para pengunjung untuk log-in menjadi user dari bukalapak.com. Dimana para user memiliki beberapa fasilitas untuk mengakses sebagian database bukalapak.com. Jaringan internet bisa diakses oleh siapa pun, baik pelapak, pembeli, kompetitor atau pun orang yang ingin mengetahui informasi mengenai bukalapak.com.

            Tampilan halaman depan bukalapak.com

bukalapak

Sumber: bukalapak.com

  1. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan ! Jelaskan pula halhal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sistem tersebut!

Jawab:

Pengembangan dan penerapan sistem informasi manajemen dengan pendekatan insourcing artinya pengembangan dan pendekan sistem informasi tersebut dilakukan oleh pihak internal perusahaan yaitu pegawai perusahaan yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Pemilihan pihak internal untuk hal tersebut karena merekalah orang yang paling tahu dan mengerti akan kebutuhan perusahan. Pendekatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki sumberdaya manusia yang memadai untuk pengembangan sistem informasi, namun terbatas dari sisi biaya. Hal ini dikarenakan biaya untuk pengembangan sistem informasi cukup mahal jika harus membeli dari pihak lain.

Pengembangan dan penerapan sistem informasi dengan pendekatan outsourcing artinya pengembangan dan penerapan sistem informasi tersebut diserahkan kapada pihak lain yang lebih kompeten dibidang tersebut dan bukan dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Efisiensi sumberdaya merupakan faktor utama yang mendorong pendekatan ini. Pendekatan outsourcing biasanya diterapakan pada perusahaan yang kurang memiliki sumberdaya manusia untuk pengembangan sistem, namun memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem dari pihak lain di luar perusahaan.

Pengembangan system dengan pendekatan insourcing /outsourcing bisa sukses apabila:
Insourcing Outsourcing
§ Perusahaan memiliki sumberdaya manusia yang memadai untuk pengembangan system informasi.

§ Keandalan sistem dalam menyelesaikan masalah

§ Pemahaman kebutuhan sistem perusahaan

§ Sustainability dan Maintainability dari suatu sistem

§ Perusahaan melakukan audit secara berkala kepada divisi IT yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem informasi.

§  Perusahaan dapat memilih vendor yang tepat.

§  Perusahaan mampu menyampaikan kebutuhan sistem yang diperlukan.

§  Pengembangan system terdokumentasi dengan lengkap dan jelas.

§  Terdapat jangka waktu pengerjaan yang jelas.

§  Terdapat kontrak yang jelas antara perusahaan dengan vendor yang dipilih oleh perusahaan.

 

  1. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?

Jawab:

Karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu sistem informasi dapat dilihat dari functionality, reability, usability, efficiency, maintainability, dan portability. Maintainability merupakan kemampuan sisitem informasi untuk dimodifikasi. Modifikasi tersebut meliputi koreksi, perbaikan atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional. Maintainability  sering disebut sebagai pemeliharaan sistem.

Sistem informasi yang dikembangkan walaupun sudah melalui tahap pengujian dan evaluasi biasanya selalu saja ada kekurangan seperti bugs, kondisi eror, dan sebagainya. Sistem informasi yang baik harus bisa diperbaiki dan dikembangkan, pengembangan dan implementasi sistem informasi harus didokumentasikan dengan jelas. Kode dan alur pemrograman harus dapat dimengerti oleh programmer, sehingga jika akan dilakukan perbaikan atau penambahan fungsi, pengembangan tidak harus mengubah kode pemrograman secara keseluruhan. Selain dokumentasi, perlu dilakukan back up pada berbagai media penyimpanan. Back up  dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal buruk seperti kerusakan komputer atau perangkat lainnya yang terkait dengan penggunaan sistem informasi.

Pemeliharaan sistem dilakukan untuk beberapa alasan yaitu memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran sistem, dan meningkatkan sistem. Penggunaan sistem mengungkapkan kesalah (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, kesalahan-kesalahan tersebut dapat diperbaiki. Perubahan-perubahan sebagai akibat berlalunya waktu mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau sisitem informasi. Saat manajer memnggunakan sistem, mereka melihat cara-cara membuat peningkatan. Saran-saran tersebut kemudian diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut.

Maintainability menjadi penting karena beberapa alasan. Pertama tidak mudah untuk mengganti sistem yang digunakan oleh suatu organisasi. Kedua pergantian sistem akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Terkahir diperlukan adapatasi untuk menggunakan sistem yang baru.

  1. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari sistem informasi yang lama ke sistem informasi yang baru dapat dilakukan ?

Jawab:

Konversi sistem merupakan suatu tahapan yang digunakan untuk mengoperasikan sistem baru dalam rangka mengganti sistem yang lama. Konversi sistem dapat pula diartikan sebagai sebuah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Terdapat beberapa metode untuk mengkonversi sistem yaitu konversi langsung, konversi paralel, konversi bertahan, dan konversi pilot.

Konversi langsung (Direct Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantinya dengan sistem baru. Cara ini merupakan metode konversi paling beresiko, namun murah. Konversi langsung merupakan pengimplementasian sistem baru dan pemutusan sistem lama, sering disebut pendekatan Cold Turkey. Apabila sudah dilakukan, tidak ada cara untuk kembali ke sistem lama. Metode ini bermanfaat apabila: (1)sistem tersebut tidak mengganti sistem lain, (2)sistem yang lama sudah tidak bernilai, (3)sistem yang baru bersifat kecil, sederhana, ataupun keduanya, serta (4)rancangan sistem yang baru berbeda dengan sistem lama, dan perbandingan antara kedua sistem tersebut tidak berarti.

Konversi paralel (Parallel Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan menjalankan sistem lama dan sistem baru secara bersamaan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem baru sudah dapat diterima, maka sistem lama akan segera dihentikan. Cara ini merupakan pendekatan yang aman, namun mahal. Hal tersebut karena pemakai menggunakan dua sistem sekaligus.

Konversi bertahap (Phase-In Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan mengganti suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru, sehingga apabila terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti dengan yang lama. Sementara, apabila tidak ada masalah, bagian yang baru akan dipasang kembali untuk menggantikan bagian yang lama tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan dengan sistem yang baru. Sistem baru akan diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti sistem lama, maka dari itu sistem harus tersegmentasi. Kelebihan metodi konversi ini yaitu kecepatan perubahan dalam organisasi tertentu dapat diminimalisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas. Kelemahan metode konversi ini yaitu perlunya dana untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem yang lama, daya terpan yang terbatas, dan terjai kemunduran semangat organisasi karena orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan sistem.

Konversi pilot (Pilot Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlukan sebagai pelopor. Jika konversi ini berhasil maka akan diperluas ke tempat lain. Metode ini merupakan metode yang memiliki resiko dan biaya rendah, karena hanya sebagian dari organisasi yang mencoba mengembangkan sistem baru. Perbedaan dengan konversi bertahap yaitu pada konversi bertahap sistemnya yang mengalami segmentasi, sementara pada konversi pilot organisasinya yang tersegmentasi. Metode ini cocok apabila sistem baru melibatkan prsedur baru dan telah terjadi perubahan drastis pada pernagkat lunaknya. Beberapa fungsi dari konversi pilot yaitu sebagai tempat pengujian, dan melatih pemakai seluruh organisasi dalam menhadapi lingkungan secara langsung sebelum sistem tersebut diterapkan dalam organisasi itu sendiri.

Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Electronic commerce fundamentals. dennislouis.blogspot.com [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

O’Brien, A. J. and Marakas, G. 2011. Management Information Systems. New York: McGraw-Hill

Website Amazon. www.amazon.com. [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

Website Bukalapak. www.bukalapak.com. [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

“Kuliah Pertama Manajemen Pemasaran”

28/01/2016 in Berita

Nugroho Wargo Susilo

P056154922.57E
nugroho57e@mma.ipb.ac.id

MARKETING CLASS

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.idwww.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

Mendengar dan membahas kata  marketing mengingatkan saya dengan pakar marketing bernama Philip Kotler dan Marketing Mix yang biasa disingkat 4P yaitu Product, Price, Promotion dan Place. Berdasarkan pendapat teman-teman dalam kuliah perdana Manajemen Pemasaran pada tanggal 18 Januari 2016 dengan dosen pengajar Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc sangat beragam antara lain: proses pengenalan produk, proses komunikasi penjualan, selling product, merayu konsumen, memuaskan pelanggan, mengkomunikasi distribusi, strategi memperoleh prospek, strategi ide dan program , usaha mengenalkan produk, melakukan penawaran barang dan jasa, seni menjual produk untuk mencapai target sales.

mp1

Menurut pendapat saya, definisi di atas tidak ada yang salah. Saya masih teringat dengan pesan dosen saya sewaktu kuliah S1 bahwa kita harus selalu mengupdate definisi marketing, karena perkembangan dunia global semakin dinamis dan ilmu pengetahuan serta teknologi semakin berkembang pesat. Kata kuncinya adalah peka terhadap jaman.

Berbagai bidang yang banyak merekrut tenaga marketing antara lain bidang penjualan (sales), periklanan, dan terutama bidang jasa serta jasa keuangan (perbankan). Ternyata kita bisa memahami bahwa citra/image perusahaan berada di tangan front liner sebagai garda terdepan marketing di perusahaan.

Model marketing yang paling konvensional dan sampai saat ini masih digunakan adalah lewat tatap muka (face to face). Model ini terbukti dapat membangun Emotional Boarding di antara marketer dan customer, maka The Power of tatap muka memberikan impact yang luar biasa bagi pemasaran produk barang dan jasa sebuah perusahaan.

Dalam bisnis product life cycle sangat penting dalam menilai seberapa lama sebuah produk baik barang ataupun jasa akan bertahan lama di pasaran. Sebuah fakta mencengangkan bahwa tiga gadget atau produk fisik tertinggi  yang dapat merubah dunia (change the world) adalah handphone, radio dan TV.

Dalam kehidupan kita di seluruh belahan dunia tidak ada yang menyangkal bahwa tiga gadget tersebut sangat berpengaruh dalam keberhasilan marketing. Namun yang menjadi kelemahan antara negara berkembang dibandingkan dengan negara maju adalah terletak pada layanan/jasa dalam menggunakan teknologi tersebut.

Dari pertemuan pertama kuliah tentang manajemen pemasaran, ternyata fungsi manajemen paling penting dalam pemasaran adalah pengawasan atau controlling. Banyak perusahaan sudah terlalu nyaman dengan inovasi dan terobosan yang mereka lakukan akan tetapi sering mengabaikan pengawasan atau controlling terhadap bisnis mereka. Maka sudah saatnya kita berpikir dan bertindak out of the box apabila kita ingin berhasil dalam bisnis terutama dalam bidang marketing sehingga harapan dan ekspektasi pelanggan atau customer berada dalam genggaman tangan kita apabila kita memberikan layanan terbaik (service excellence/the best service).

Text Book

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Silahkan download e-book:

2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen

mp2

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:

Silahkan download e-book:

2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

mp3

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.
Silahkan download e-book:
2010 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – PERSPEKTIF VALUE-BASED MARKETING

mp4

SINOPSIS :
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

Profile photo of aris53

by aris53

Analisis Etika dan Hukum pada Kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok*

16/11/2015 in Berita

th (2)

 

by

Muhammad Aris Nurcholis**

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis (Velasquez dan Manuel, 2005). Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Pelabuhan Tanjung Priok adalah penggerak perekonomian nasional karena didalamnya berlangsung proses-proses bisnis yang outputnya akan mengalir ke seluruh Indonesia. Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar di Indonesia tempat sebagian besar aktivitas ekspor dan impor barang dilakukan. Sebagian besar aktivitas itu menggunakan petikemas yang proses pengelolaannya tentu tidak sederhana. Pengelolaan pelabuhan yang rumit tidak hanya melibatkan satu entitas saja yaitu PT Pelindo II yang punya wewenang sebagai otoritas pelabuhan, tetapi juga melibatkan banyak entitas lain baik pemerintah maupun swasta.
Kasus dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok mulai mencuat pada saat Presiden Jokowi kembali ke Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka inspeksi mendadak (sidak) tanggal 17 Juni 2015. Dalam sidak ini presiden marah karena sudah lebih dari 6 bulan belum ada perubahan waktu bongkar muat/dwelling time. Padahal enam bulan sebelumnya Presiden menargetkan kisaran waktu dwelling time dari 5,5 hari menjadi 4,7 hari. Dwelling time atau masa tunggu bongkar muat adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas (kontainer) dibongkar dan diangkat (unloading) dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama.
Dipicu oleh kemarahan presiden itulah, maka sejumlah kementerian dan lembaga terkait langsung melakukan reaksi termasuk juga kepolisian RI yang membentuk tim khusus untuk menyelidiki adanya dugaan suap dan gratifikasi terhadap pejabat yang terlibat dalam proses-proses dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Masalah yang akan dirumuskan pada tulisan ini adalah bagaimana menjelaskan kronologi kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok serta mencoba menganalisis kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok hubungannya dengan pelanggaran Norma Hukum. Tulisan bertujuan untuk menjelaskan kronologi terjadinya kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok serta untuk menganalisis kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok hubungannya dengan pelanggaran Norma Hukum.

TINJAUAN PUSTAKA
Etika Bisnis
Etika bisnis menurut Faisal (2006) merupakan separangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan prinsip-prinsip moralitas, dengan arti lain etika bisnis merupakan seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus komit pada prinsip dan norma tersebut dalam bertransaksi, berperilaku, dan berrelasi agar tujuan-tujuan bisnisnya dapat tercapai dengan selamat. Selain itu, Faisal mendefinisikan etika bisnis sebagai suatu pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis, yaitu refleksi tentang perbuatan baik, buruk, terpuji, tercela, benar, salah, wajar, tidak wajar, pantas, tidak pantas dari perilaku seseorang dalam berbisnis atau bekerja.
Alasan utama perlunya etika bisnis menurut Aedy (2011) adalah bahwa dalam suatu organisasi termasuk dalam organisasi bisnis, pasti memerlukan orang-orang yang berlaku jujur, adil, obyektif, tidak korupsi, tidak fitnah, tidak provokasi, tidak ghibah, tidak khianat dan yang menghindari sifat tercela lainnya.
Dalam semua bisnis setiap keuntungan yang dicapai adalah hasil mitra dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan kebaikan dari perusahaan. Perusahaan hanya memproduksi suatu produk saja, tetapi keuntungan yang dapat diraih oleh perusahaan tergantung dari permintaan masyarakat.

Norma Hukum
Norma hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama.
Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara.
Menurut Agoes (2014), Pelanggaran terhadap sanksi hukum akan dikenai sanksi hukum. Sanksi tersebut bisa berupa pembayaran denda, ganti rugi, atau bahkan untuk pelanggaran yang berat bisa masuk dipenjara atau hukum mati. Sebaliknya pelanggaran terhadap etika relatif lebih ringan apabila dibandingkan dengan sanksi hukum, yaitu hanya berupa sanksi moral. Contoh sanksi moral seperti surat peringatan, denda, dan atau yang paling berat dikeluarkan dari suatu organisasi profesi.
Dwelling Time
Menurut definisi World Bank, dwelling time atau masa tunggu bongkar-muat adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas (kontainer) dibongkar dan diangkat (unloading) dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Proses yang menentukan lamanya dwelling time di pelabuhan terbagi atas tiga tahap, yakni pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance. Pre-clearance adalah proses peletakan petikemas di tempat penimbunan sementara (TPS) di pelabuhan dan penyiapan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Adapun customs clearance adalah proses pemeriksaan fisik petikemas (khusus untuk jalur merah), lalu verifikasi dokumen-dokumen oleh Bea Cukai dan pengeluaran surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB). Sementara kegiatan post clearance adalah saat petikemas diangkut ke luar kawasan pelabuhan dan pihak pemilik petikemas melakukan pembayaran ke operator pelabuhan. (Kasali, Rhenald, 2015)
Manajemen Dwelling Time dan YOR Pelabuhan
Manajemen Dwelling Time dan YOR (Yard Occupancy Ratio) sebuah pelabuhan memegang peranan penting dalam menurunkan atau mengefektifkan suatu komponen Biaya Logistik Pengiriman Barang. Dari berbagai analisis dan pengamatan praktisi logistik kepelabuhan, bahwasannya cara pandang instansi pemerintah terhadap manajemen Dwelling Time dan YOR terbagi dua, yakni: (1) terlalu Port Centric, atau (2) terlalu Customs Centric.
PANDANGAN CUSTOMS CENTRIC
Pandangan Customs Centric adalah masalah Dwelling Time dan YOR itu disebabkan oleh perihal lamanya pengurusan dokumen dan pemeriksaan bea cukai yang menyebabkan container mengendap terlalu lama di Quay Container Yard sehingga YOR cepat menjadi 100%, dan akhirnya tidak ada lagi lahan tersedia untuk proses bongkar petikemas untuk kapal berikutnya.
PANDANGAN PORT CENTRIC
Berdasarkan UU 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran itu dibedakan mana Otoritas Pelabuhan dan mana Operator Pelabuhan. Adapun instansi pemerintah lainnya yang terkait seperti: Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai harus berada atau harus tunduk pada Otoritas Pelabuhan. Sedangkan Operator Pelabuhan adalah Pihak Penyelenggara Pelabuhan yang didefinisikan pada UU 17 Tahun 2008 sebagai BUP (Badan Usaha Pelabuhan) yang mana tanah dan lahan pelabuhan itu milik negara yang dikonsesikan kepada pihak BUP atas persetujuan Kementrian Perhubungan. Dengan demikian upaya menurunkan Dwelling Time dan YOR Pelabuhan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Otoritas Pelabuhan.

PENYEBAB DWELLING TIME DAN YOR NAIK
Untuk menggambarkan penyebab Dwelling Time dan YOR adalah sebagai berikut:
1. Adanya ratio fisik temporary storage Quay Yard yang tidak seimbang dengan pertumbuhan throughput production bongkar muat di pelabuhan. Sekarang ini hitungan kapasitas GSL (Ground Slot) temporary Quay Yard yang tersedia itu menyebabkan Dwelling Time berada dikisaran 15 hari.
2. Tidak adanya pertumbuhan yang signifikan terhadap Pelaksana Importasi menjadi MITA Bea Cukai sehingga proses kepabeanan bertumpu pada pre-inspection yang lebih besar daripada post-inspection. Akibat dari pre-inspection ini adalah barang tertahan; tidak cepat keluar dari Quay Yard pelabuhan sehingga Dwelling Time dan YOR naik.
3. Tidak adanya kewaspadaan di lintas sektoral instansi pemerintah bahwasannya koordinasi dipegang oleh Otoritas Pelabuhan berdasarkan UU 17 Tahun 2008 dan semua harus tunduk pada Otoritas Pelabuhan. Hal ini memang naif karena Pejabat di Otoritas Pelabuhan memang terbukti kurang memahami mata rantai proses yang menyebabkan Dwelling Time dan YOR tinggi, sehingga dalam berinteraksi dengan lintas sektoral itu tidak memiliki kewibawaan dari sisi knowledge dimaksud.
4. Ketidakmampuan pemerintah menjamah Manajemen Koordinasi sesama Penyedia Jasa Logistik yang terdiri dari: Agen Pelayaran, Freight Forwarder, Perusahaan Truk dan Operator Gudang di sekitar pelabuhan agar solid berkoordinasi untuk mengambil container di Quay Yard sehingga memudahkan Operator Pelabuhan melakukan kegiatan bongkar muat karena lahan di Quay Yard tersedia dan memadai.
5. Peranan Kemenko terlalu Customs Centric sehingga usulan-usulan dan susunan matriks permasalahan itu tidak mengena sasaran yang dituju dan akibatnya Dwelling Time dan YOR tidak pernah selesai bahkan sampai bertahun-tahun.
6. Monitoring Dwelling Time dan YOR didukung oleh data yang tidak akurat, yakni: tanggal awal container mengendap itu diambil dari ETA (Estimation of Time Arrival) kapal; yang seharusnya diambil dari setiap tanggal dan jam container menyentuh Quay Yard. Adapun tanggal akhir Dwelling Time diambil dari setiap petikemas keluar GATE Quay Yard.
7. Tidak adanya koordinasi yang solid dalam Proses OverBrengen yang dapat membantu penurunan Dwelling Time dan YOR. Koordinasi dalam Proses OverBrengen melibatkan berbagai pihak Penyedia Jasa Logistik terkait, yakni: petikemas Terminal, Freight Forwarder, Perusahaan Truk dan Pengelola Gudang TPS Tujuan. (Rudy Sangian, 2014)

Gratifikasi
Adapun apa yang dimaksud dengan gratifikasi dijelaskan dalam penjelasan Pasal 12B ayat (1) UU Tipikor adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Menurut ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), baik pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana.
(1) Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) setiap orang yang:
a. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya; atau
b. memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.
(2) Bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau huruf b, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
Pasal 12 UU Tipikor
Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah):
a. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya;
b. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya;

PEMBAHASAN
Analisis Pelanggaran Etika dan Norma Hukum pada Kasus Dwelling Time
di Pelabuhan Tanjung Priok

Keresahan Masyarakat
Lamanya proses Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok telah mengganggu iklim usaha di masyarakat. Selama ini, pengusaha ekspor-impor yang mengeluhkan waktu pemeriksaan oleh instansi pemerintah yang terlalu lama. Hambatan yang selama ini memperpanjang dwelling time dan menambah biaya bongkar-muat adalah antrean serta penyusunan peti kemas yang tidak tertib.
Kondisi ini diperburuk oleh perilaku sebagian pemilik peti kemas yang tidak mau menyewa gudang dan membiarkan barangnya menumpuk di pelabuhan (kemenperin.go.id). Lamanya waktu dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok berpengaruh karena menciptakan citra negatif Indonesia dimata investor asing. Selain itu, dwelling time juga berpengaruh terhadap harga barang, terutama barang yang penting bagi masyarakat yang akan menjadi lebih mahal ketika sampai ke masyarakat.
Kebijakan Pemerintah
Menghadapi permasalahan dwelling-time, Pemerintahan Presiden SBY melalui Menteri Perindustrian MS Hidayat berkomitmen mengurangi waktu bongkar-muat di pelabuhan atau dwelling time dari sepekan menjadi tiga atau empat hari. Namun, penurunan dwelling time bisa menambah ongkos bongkar-muat atau terminal handling charge (THC). Namun jikalau memang THC harus naik, akan dilakukan berdasarkan kesepakatan semua pihak dan dibandingkan dengan biaya di negara lain. Selanjutnya pemerintah melalui Menteri Perhubungan, menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 807 Tahun 2014 yang mengatur tentang Pemindahan Barang yang Melewati Batas Waktu Penumpukan (Long Stay) di Pelabuhan Tanjung Priok yaitu maksimal tujuh hari didalam pelabuhan.
Saat presiden Joko Widodo dilantik, salah satu komitmen beliau adalah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana programnya antara lain adalah pembangunan dan perluasan pelabuhan sebagai implementasi dari program Tol Laut. Saat mengunjungi pelabuhan Tanjung Priok, Presiden meminta agar lembaga dan instansi yang terkait bisa mempersingkat waktu dwelling time peti kemas dari yang selama ini di kisaran 5,5 hari menjadi 4,7 hari. Menindaklanjuti instruksi itu, Menteri Perhubungan yang baru kemudian mengubah kebijakan guna mempercepat long stay menjadi maksimal tiga hari dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 117 Tahun 2015. Namun demikian, sampai pertengahan tahun 2015, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok ternyata tidak semakin membaik. Hal inilah yang membuat Presiden marah sehingga kasus dwelling time ini mencuat di masyarakat dan menjadi isu nasional.
Permasalahan Dwelling Time
Permasalahan dwelling time disebabkan oleh empat hal utama, yaitu :
1. Masalah Kementerian/Lembaga (KL) mengenai perizinan. Terdapat sebanyak 18 KL dengan berbagai macam perizinan. Dimana hampir 51 persen dari semua produk yang diimpor ada peraturan larangan pembatasannya yang harus melewati KL-KL.
2. Pelaku usaha seperti importir, eksportir dan broker juga harus diberi edukasi karena tidak menutup kemungkinan mereka juga ingin membuat dwelling time menjadi panjang karena ada sebagian pelaku usaha yang senang karena Pelabuhan Tanjung Priok itu sampai saat ini masih digunakan menjadi tempat penimbunan barang. Padahal pelabuhan seharusnya adalah tempat bongkar muat barang.
3. Penyedia jasanya. Dalam hal ini, terdapat 13 pengusaha tempat penimbunan sementara (TPS) di Tanjung Priok. Namun jumlah tersebut telah mulai dilebur sedikit-sedikit dari jumlah sebelumnya yaitu 40 pengusaha. Sehingga pihak bea cukai berhubungan bukan dengan satu pelabuhan tapi ada 13 entitas yang harus dilayani satu per satu. Perpindahan dari satu TPS ke TPS lain itu menimbulkan biaya. sehingga apabila ingin menyelesaikan dwelling time baiknya adalah pada satu tempat seperti pada pelabuhan-pelabuhan di luar negeri.
4. Infastruktur. Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan yang tidak steril dan memiliki dua lini. Yang satu menguasai laut laut, di sebelahnya jalan umum, di sebelahnya lagi ada lini dua. Sehingga ini merepotkan pengawas bea cukai karantina, kalau mau pindah ke lini dua sebetulnya masuk jalan umum. Adanya jalan umum di pelabuhan sebenarnya sudah tidak tepat, karena pelabuhan seharusnya steril sehingga tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya. Pelabuhan Tanjung Priok sekarang di dalamnya ada instalasi non bisnis yaitu makam Mbah Priok yang sampai sekarang tidak bisa dipindahkan dimana saat ada acara haul di makam ini, maka pada hari jumat JICT (Jakarta International Container Terminal) tutup. (Viva.co.id Selasa, 1 September 2015).
Pasca mencuatnya isu dwelling time, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, menyiapkan tujuh langkah pemangkas dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Pembenahan itu meliputi perbaikan arus barang, sistem teknologi informasi, hingga pemberantasan mafia yang selama ini bermain. Secara spesifik langkah-langkah tersebut adalah :
1. Memperbanyak jalur hijau bagi barang-barang ekspor impor yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Untuk jalur merah bagi barang yang dicurigai bermasalah akan ditekan sampai pada tingkat paling minimal. Untuk itu akan menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
2. Meningkatkan biaya denda bagi peti kemas yang telah melewati masa simpan di pelabuhan. Selama ini tarif denda yang berlaku sangat rendah, yaitu hanya Rp 27.500 per hari per peti kemas seukuran 20 kaki. Akibatnya, sebagian pengusaha lebih suka “menyimpan” barangnya di pelabuhan ketimbang membayar sewa gudang di luar pelabuhan yang jauh lebih mahal.
3. Membangun jalur rel kereta api sampai ke lokasi loading dan uploading peti kemas. Seperi pada negara-negara maju, akses jalur rel kereta api memang sampai ke pelabuhan. Dengan akses kereta api ke pelabuhan, maka arus barang akan lebih cepat dan murah serta mengurangi beban jalan dan kemacetan lalu lintas.
4. Meningkatkan sistem teknologi informasi dalam pengelolaan terminal peti kemas. Peningkatan sistem teknologi informasi, akan mempermudah pengusaha karena bisa dengan mudah mengetahui posisi peti kemas secara detil dan akurat. Dengan demikian, proses penanganan dan relokasi peti kemas bisa dilakukan dengan cepat dan murah.
5. Menambah kapasitas crane (derek). Karena jumlah yang ada saat ini sudah tidak memadai, sehingga kurang memberi daya dukung.
6. Melakukan penyederhanaan peraturan dan perizinan yang berlaku di pelabuhan dengan menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Perdagangan, PT Pelindo II, Kementerian Pertanian, Badan Karantina, Ditjen Bea & Cukai, Kepolisian, TNI Angkatan Laut, dan lainnya.
7. Memberantas mafia yang selama ini bermain di pelabuhan, yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung telah membuat Tanjung Priok menjadi pelabuhan yang lamban, tidak efisien, dan berbiaya tinggi. Pemberantasan mafia akan bekerjasamadengan KSAL bahkan Panglima TNI untuk memberantas para mafia,” ujar Rizal Ramli.(TEMPO.CO, Selasa, 25 Agustus 2015)
Menindaklanjuti langkah-langkah diatas, pemerintah membentuk gugus tugas atau task force untuk mengatasi lamanya dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok. Dengan adanya task force ini, pemerintah berharap dapat menyelesaikan persoalan dwelling time dalam tempo satu bulan. Menko Maritim dan Sumber Daya menunjuk Ronnie Higuchi Rusli, seorang mantan pejabat di Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) sebagai ketua task force itu. (Noor Aspasia, CNN Indonesia, 2015)
Kronologi kasus Dwelling Time
Walaupun dwelling time sudah menjadi isu sejak pemerintahan presiden sebelumnya, namun isu ini kembali muncul saat Presiden Jokowi memaparkan rencana tol laut dimana pelabuhan adalah salah satu ujung tombaknya. Adapun kronologi kasus dwelling time adalah sebagai berikut :
23 September 2014:
Presiden Jokowi mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok untuk meninjau proses pembangunan dan perluasan pelabuhan sebagai implementasi dari program Tol Laut. Dalam kunjungan tersebut Presiden meminta agar lembaga dan instansi yang terkait bisa mempersingkat waktu bongkar muat kontainer dari yang selama ini di kisaran 5,5 hari menjadi 4,7 hari.
2 Maret 2015:
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, menggelar rapat koordinasi bersama beberapa menteri lain untuk membahas dwelling time. Ada 18 kementerian yang siap untuk menurunkan waktu menjadi 4,7 hari. Untuk pre clearance custom 2,7 hari. Bea Cukai proses hanya berlangsung 0,5 hari. Sedangkan untuk post clearance custom sekitar 1,5 hari. Sehingga dwelling time bisa mencapai 4,7 hari dari saat ini masih sekitar 8 hari.

th (1)

17 Juni 2015:
Presiden Jokowi Kembali ke Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka inspeksi mendadak (sidak) proses dwelling time. Dalam sidak ini Jokowi sempat marah karena sudah lebih dari 6 bulan belum ada perubahan waktu bongkar muat.
20 Juni 2015:
Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, pelabuhan barang memang bertanggung jawab untuk melaksanakan bongkar muat barang. Begitu juga dengan pelabuhan penumpang yang bertanggung jawab mengurus penumpang turun-naik. Diterangkan Rini, kendala penumpukan barang di pelabuhan justru sering kali bukan karena lamanya proses bongkar muat. Melainkan berbagai dokumen yang harus diurus pemilik barang untuk mengeluarkan barangnya ke luar pelabuhan.
22 Juni 2015:
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), RJ Lino, mengelak bila instansi yang ia pimpin menjadi satu-satunya yang dipermasalahkan dalam lambatnya dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia pun menegaskan‎ PT Pelindo II hanya sebagai penjamin fasilitas dan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.
23 Juni 2015 :
Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengindentifikasi penyebab lamanya waktu bongkar muat atau dwelling time di pelabuhan. Salah satunya karena murahnya biaya timbun di pelabuhan. Murahnya biaya membuat pengusaha memilih untuk menginapkan barang di pelabuhan. Selain itu, menginap di pelabuhan dirasa lebih aman.
28 Juli 2015:
Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggeledah lantai 9 Gedung Kementerian Perdagangan di Jalan Muhammad Ridwan Rais Nomor 5, Jakarta Pusat. Diduga kepolisian sedang menyelidiki kasus korupsi terkait proses dwelling time yang terjadi di tubuh kementerian perdagangan. Sehari setelah itu Kemendag telah membebastugaskan empat pejabat, terdiri dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Eselon II, Eselon III dan Eselon IV. Pejabat tersebut sedang fokus menjalani pemeriksaan oleh polisi. Kepolisian menyita uang US$ 42 ribu (sekitar Rp 565,5 juta) dan Sin$ 4.000 (sekitar Rp 39,4 juta) dari ruangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Kepolisian menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nonaktif Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, sebagai tersangka.
Sebelumnya Kepolisian juga sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Kepala Subdirektorat Kementerian Perdagangan berinisial I, pegawai harian lepas berinisial MU, dan perantara berinisial N. Polda Metro Jaya menetapkan 3 orang sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan penyuapan di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan terkait dwelling time. (TEMPO.CO, JUM’AT, 31 JULI 2015 | 07:40 WIB)
Dugaan Pelanggaran Pidana Korupsi
Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, menyatakan masih ada pengusaha yang menggunakan perusahaan jasa untuk mengurus proses perizinan impor di pelabuhan yang bisa “menciptakan permainan”. Lamanya waktu bongkar muat tidak akan terjadi jika pengusaha lebih dulu menyelesaikan proses perizinan impor. Otomatis, Bea Cukai segera mengeluarkan surat pengambilan barang. Diduga, adanya permainan yang memanfaatkan dwelling time ini dilakukan oleh oknum-oknum di Kementerian Perdagangan.
Polda Metro Jaya akan meminta keterangan dari 18 kementerian yang berkaitan dengan proses penyidikan kasus ini. Di mana fokus dari Satuan Tugas Khusus Polda Metro tertuju pada tahap pre clearance dalam dwelling time. Dari 18 Kementerian itu, diakui setidaknya ada 114 perizinan yang sebagian besar memang dipegang Kemendag. (Liputan6.com By Audrey Santoso, 01 Agu 2015 at 14:45 WIB).
Saat dikonfirmasi kepada UH selaku direktur PT U, dia mengaku bahwa perusahaannya tidak pernah memberikan uang ke Partogi. tersangka berinisial CJ yang menjadi tersangka baru kasus impor garam memiliki jabatan tinggi di perusahaan PT Garindo. PT U tersebut diduga memasukkan dana kepada Partogi Pangaribuan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan. Jadi karena PT Garindo itu merupakan salah satu yang dananya masuk ke tersangka PP maka dilakukan penggeledahan dan kemudian CJ itu ditetapkan sebagai tersangka.(cnnindonesia.com/ Jumat, 28/08/2015 16:48 WIB).
Dalam perundang-undangan Bea-Cukai, ada pasal yang mengatur peti kemas akan dijadikan milik negara jika 30 hari tak kunjung diambil pemiliknya. Bisa dibakar agar pemiliknya jera. Tapi hal tersebut tak pernah terjadi, sebab tak ada anggarannya di Pelindo. (BISNIS.TEMPO.CO)
Ketua Pusat Penelusuran Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yusuf, mengatakan, praktek suap dwelling time di Tanjung Priok yang melibatkan oknum di kementerian/lembaga telah berlangsung lama jauh sebelum Polda Metro Jaya menangani kasus tersebut. Asumsinya praktik lama, dan banyak institusi kemungkinan besar mendapat bagian tapi pemain utama, yang membantu atau yang memfasilitasi belum diketahui PPATK. Untuk mengatasi praktek suap dalam dwelling time salah satunya adalah adanya pembatasan transaksi tunai agar transaksi dapat terlacak. Sedangkan untuk membongkar kasus dugaan suap itu PPATK siap membantu Polda Metro Jaya jika diminta. (Tempo.co JUM’AT, 07 AGUSTUS 2015)

th

Analisis Etika dan Hukum Bisnis pada kasus dwelling time
1. Lamanya waktu bongkar muat/dwelling time yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priok membuka peluang terjadinya pelanggaran norma hukum. Dalam kasus ini, oknum pejabat di Kementerian Perdagangan yang adalah PNS dan memanfaatkan situasi dengan menerima gratifikasi dan suap dari oknum pengusaha yang mengharapkan percepatan sebagian proses perijinan yang diotorisasi Kemendag. Oknum yang diduga menerima gratifikasi dan suap tersebut telah melanggar UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
2. Walaupun diduga terdapat kasus pidana korupsi/gratifikasi, namun secara umum, lamanya waktu dwelling time belum tentu dipengaruhi oleh adanya kasus tersebut. Karena dwelling time melibatkan banyak instansi dan lembaga, proses dwelling time bukan hanya di kemendag saja.

Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
1. Lamanya masa tunggu bongkar muat/dwelling time disebabkan oleh banyak faktor. tetapi faktor yang paling mempengaruhi adalah banyaknya proses perijinan yang harus dilalui untuk melaksanakan bongkar-muat peti kemas.
2. Pembenahan proses dwelling time yang akan dilakukan pemerintah meliputi perbaikan arus barang, sistem teknologi informasi, hingga pemberantasan mafia yang selama ini bermain
3. Faktor perijinan membuka peluang terjadinya pelanggaran etika/norma hukum yang dalam hal ini diduga telah terjadi gratifikasi dan suap terhadap oknum di lingkungan kementerian perdagangan.
4. Karena proses-proses perijinan dalam dwelling time tidak hanya terjadi di kementerian perdagangan saja sehingga perlu berhati-hati untuk menyimpulkan bahwa lamanya waktu dwelling time yang terjadi selama ini semata-mata hanya dipengaruhi faktor tunggal, yaitu korupsi saja. Faktor-faktor lain harus juga diperbaiki dan dilakukan usaha yang saling bersinergi antar instansi yang berwenang.

Saran
1. Untuk mempercepat waktu dwelling time yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini rata-rata 5,5 hari menjadi 4,7 hari diperlukan sinergi antar kementerian/lembaga (K/L), karena percepatan proses dwelling time tidak mungkin hanya ditangani salah satu K/L saja.
2. Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang ekspor dan impor Indonesia harus dibangun menjadi pelabuhan yang modern dan aman untuk menunjang pengembangan perekonomian bangsa.
3. Pemerintah melalui K/L yang terkait dalam tugasnya di pelabuhan hendaknya membuat standar operasi prosedur yang dapat meniadakan atau setidaknya meminimalkan pelanggaran-pelanggaran hukum oleh aparatnya.

 

  • *   Ditulis dalam rangka tugas mata kuliah Hukum dan Etika bisnis pada Program magister MB-IPB
  • ** Mahasiswa Program magister MB-IPB

DAFTAR PUSTAKA
Aedy H. 2011. Teori dan Aplikasi Etika Bisnis Islam. Alfabeta: Bandung.
Anonim, TEMPO.CO, JUM’AT, 31 JULI 2015 | 07:40 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Anonim. Polisi Dalami Perusahaan Lain dalam Kasus Dwelling Time. cnnindonesia.com/ Jumat, 28/08/2015 16:48 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Anonim. Temuan PPATK: Suap Dwelling Time Libatkan Banyak Kementerian, tempo.co, JUM’AT, 07 AGUSTUS 2015 | 11:28 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Anonim. Kronologi Kasus Dwelling Time, yang Jadikan Dirjen Tersangka. TEMPO.CO SELASA, 25 AGUSTUS 2015 | 05:49 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Aspasia, Noor. Staf Presiden: Dwelling Time Tersandung Prosedur Perizinan. CNN Indonesia Senin, 31/08/2015 01:02 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Faisal B, Suhendra, et. all. 2006. Etika Bisnis dalam Islam. Kencana: Jakarta.
Kasali Rhenald, Dwelling Time Lagi, Tersedia pada http://nasional.sindonews.com/read/1016670/18/dwelling-time-lagi-1435200342. Diakses tanggal 2 September 2015
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 807 Tahun 2014 tentang Pemindahan Barang yang Melewati Batas Waktu Penumpukan (Long Stay) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Santoso, Audrey. Liputan6.com, 01 Agusus 2015 jam 14:45 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Rusli, Andi. Reformasi Dwelling Time, Lino Minta Perizinan Dipangkas. BISNIS.TEMPO.CO JUM’AT, 07 AGUSTUS 2015 | 08:25 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Sangian, Rudi, Manajemen Dwelling Time dan YOR Pelabuhan Serta Pengaruhnya Terhadap Biaya Logistik. Kompasiana.com/rudysangian, 25 Juli 2014 07:59:56. Diakses tanggal 2 September 2015
Siaran pers Nomor : PENG-01/BC/2015, tentang Peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam Menurunkan Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok.
Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 117 Tahun 2015 tentang Pemindahan Barang yang Melewati Batas Waktu Penumpukan (Long Stay) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Velasquez, Manuel G. Etika Bisnis: Konsep dan Kasus (Edisi Ke-5). Diterjemahkan oleh Ana Purwaningsih, Kurnianto, dan Totok Budi Santoso, Yogyakarta: Penerbit Andi, 2005.

Inspiratif Word – CEO EXCHANGE (Coca Cola & Xerox)

22/04/2015 in Berita

Mata Kuliah: Manajemen Pemasaran

Tanggal : 10 April 2015 – Bulog

Kegiatan : Menonton video CEO Exchange

Dosen : Prof Ujang Sumarwan, M. Sc.

 

  1. Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation

Kemampuan untuk mau mendengar merupakan asset yang berharga terlebih lagi dalam hal mau menerima dan memahami setiap kritik yang ada.

Kalimat di atas sangat inspiratif karena ternyata it seems so simple but so hard to do in fact. Padahal jika kita secara bijak menanggapi kritikan tersebut, kritikan tersebut bisa jadi menjadi sebuah jalan untuk kesuksesan kita di masa depan.

 

  1. Neville Isdel, CEO Cocal Colla

“Inovasi adalah suatu keharusan”

Dalam bisnis tentu tidak luput dari inovasi. Jika perusahaan tidak pernah berinovasi maka perusahaan tersebut akan tertinggal jauh dengan pesaing-pesaing.

Kata Inspiratif dari video CEO Exchange(GE dan Kraft Food)

19/04/2015 in Berita

“Perubahan Memiliki Suatu Konstituen”

Skip to toolbar