TUGAS UJIAN AKHIR-KULIAH SIM

13/01/2015 in Berita

OUTSOURCING DAN INSOURCING SISTEM INFORMASI

oleh:  HERTU APRIYANA / NPM. P056134302.51E

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Memasuki Masyarakat ASEAN 2015, semakin banyak perusahaan yang mengandalkan layanan teknologi informasi dengan cara outsourcing dan outsourcing. Pertumbuhan sektor industri yang semakin pesat mendorong para pelaku bisnis untuk lebih peka terhadap berbagai perubahan. Hal ini berpengaruh terhadap pengelolaan dan perencanaan suatu industri, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ketika pelaku bisnis lambat dalam menentukan suatu keputusan maka akan tertinggal dari kompetitornya. Keadaan seperti ini jika dibiarkan, cepat atau lambat akan membuat suatu industri gulung tikar. Dengan demikian proses pengambilan keputusan menjadi suatu hal yang penting dalam keberlangsungan suatu perusahaan.

Kehadiran perusahaan outsourcing atau rekanan dan insourcing dalam pengadaan jasa di bidang Teknologi Informasi (TI) semakin hari semakin marak dan dapat dianggap sebagai alternatif yang efisien bagi banyak perusahaan. Dengan adanya perusahaan outsourcing dan insourcing dalam bidang TI, maka banyak perusahaan yang merasa dapat menghemat sumber daya baik sumber daya manusia, perangkat keras maupun biaya, sehingga perusahaan tersebut dapat lebih berfokus pada bisnis utamanya dan tidak terlalu menghabiskan energi untuk memikirkan aspek pengelolaan teknologi informasi. Manfaat yang diperoleh dari outsourcing meliputi penghematan biaya, meningkatnya fleksibilitas, kualitas layanan yang lebih baik, dan tersedia akses terhadap teknologi baru dengan resiko yang tidak terlalu besar bagi perusahaan.

Fakta bahwa perusahaan makin hari makin mengandalkan rekanan di luar perusahaan untuk menangani kebutuhan teknologi informasinya tidak berarti bahwa outsourcing adalah obat yang mujarab, tidak juga berarti bahwa proses ini selalu berlangsung dengan lancar. Pengalaman outsourcing yang gagal juga sering terjadi, dimana rekanan gagal memenuhi kebutuhan yang diinginkan dan memberikan keuntungan yang diharapkan.

Pengelolaan outsourcing tidaklah semudah melempar tanggung jawab ke pihak ketiga, sehingga tidak semua perusahaan berhasil dengan baik melakukan outsourcing. Beberapa perusahaan justru harus mengeluarkan sumber daya ekstra untuk mengatasi gagalnya proyek outsourcing karena berbagai sebab, misalnya karena ketidakmampuan perusahaan penyedia jasa outsourcing memenuhi tanggung jawab kualitas layanan yang sudah dijanjikan, atau biaya operasionalnya jauh lebih besar dari perkiraan semula. Oleh karena itu, akan sangat menarik untuk menelusuri peluang-peluang resiko apa saja yang dapat terjadi dalam proses outsourcing ini sehingga dapat memberikan masukan dan bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan outsourcing, khususnya di bidang TI (Falahah, 2006).

B. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan paper ini adalah untuk mengetahui keuntungan dan kelemahan dari pengembangan dan penerapan outsourcing dan insourcing sistem informasi manajemen oleh perusahaan atau organisasi melalui pendekatan sistem pengambilan keputusan (Decision Support System) dengan permasalahan yang kompleks antara lain dalam melakukan pembuatan struktur persoalan, penentuan alternatif, penetapan nilai kemungkinan untuk variabel aleatori, penetapan nilai, pernyataan preferensi terhadap waktu, dan spesifikasi preferensi atas resiko. Dengan demikian perusahaan harus dapat mengelola sumber daya secara cepat dan tepat sasaran, berorientasi pada visi dan misi perusahaan dengan fokos pada kompetensi utamanya (core competence).

DOWNLOAD FULLPAPER

Skip to toolbar