Pertemuan Pertama Manajemen Pemasaran

29/01/2015 in Berita

HERTU APRIYANA E51 MB IPB 2014 – kanghertu@gmail.com- hertu51@mma.ipb.ac.id School of Business  and Management, Bogor Agricultural University – www.mb.ipb.ac.idwww.ipb.ac.id

MARKETING CLASS
Lecturer
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, www.sumarwan.staff.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
Dr. Kirbandoko, M.S.M.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.


 

Pertemuan Pertama Kuliah Manajemen Pemasaran

Pertemuan pertama dengan Bapak Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, Msc. dalam mata kuliah Manajemen Pemasaran berlangsung pada hari Selasa tanggal 20 Januari 2015 di ruang kuliah Damar MB IPB Bogor. Perkuliahan perdana kami dimulai dengan pertanyaan dari beliau “Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata MARKETING?”.
Pertanyaan beliau ditanggapi oleh mahasiswa E51 dengan beragam jawaban, seperti Pasar, Pemasaran, Penjualan, Pertemuan Konsumen dan Produsen. Berbagai jawaban tersebut hanya merupakan Pemasaran dalam arti sempit, yaitu berhubungan dengan adanya transaksi antara konsumen dan produsen. Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. menurut Kotler (2001) mengemukakan pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan.

Prof. Ujang Sumarwan menjelaskan bauran pemasaran (marketing mix) sebagai Pertempuran bisnis yang sesungguhnya adalah di bagian pemasaran sehingga perusahaan sangat membutuhkan banyak marketer. Hal ini dikarenakan bagian pemasaran dapat memperluas jaringan perusahaan dengan cara menarik konsumen lebih banyak. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh marketer adalah berkomunikasi dengan baik, sebab strategi paling efektif untuk menarik konsumen adalah dengan bertemu secara langsung. Sekarang, marketing merupakan salah satu komunikasi pemasaran efektif yang secara langsung melalui peorangan dan konsumen. Maka dari itu, marketing dibutuhkan suatu perusahaan dalam jumlah tenaga kerja yang banyak. Perusaahan-perusahaan mulai bergerak secara khusus dalam bidang periklanan, perusahaan tersebut membantu suatu perusaahan lain dalam bidang marketing produknya. Perusahaan khusus tersebut dikenal sebagai Advertising Agency.

Terdapat perbedaan orientasi dalam bisnis pada negara maju dan negara berkembang. Negara berkembang memiliki orientasi pada produksi, sedangkan negara maju berorientasi kepada marketing dan R&D (research and development). Salah satu negara berkembang yang memiliki strategi marketing yang sangat baik adalah Negara Korea Selatan. Seperti yang kita ketahui, demam korea sudah melanda hampir seluruh dunia khususnya di negara-negara Asia. Korea selatan memanfaatkan hal ini sebagai kegiatan promosi, hal ini terlihat pada serial drama korea biasanya latar belakang ceritanya mengenai perusahaan dan sering dimunculkan berbagai produk dari Korea seperti ponsel. Selain itu, kebudayaan korea juga diperkenalkan untuk meningkatkan minat turis asing untuk berkunjung ke negara tersebut sehingga berpengaruh positif terhadap sektor perekonomiannya. Salah satu contoh adalah kebudayaan korea yang dikenalkan lewat serial drama dan minuman khas GINSENG Korea.

Konsep bauran pemasaran dikategorikan menjadi 7P (4P +3P) yaitu: Price, Promotion, Place, Product, Process, Physical environment, and people. Pada dasarnya Bauran pemasaran terdiri dari 4P yaitu (product, price, place dan promotion). teori bauran pemasaran juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (proses). Bauran pemasaran seiring perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan telah mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 7P. Ketujuh aspek tersebut menjadi acuan perusahaan dalam pengembangan komunikasi terhadap konsumen. Kegiatan pemasaran bersumber kepada STP (Segmentation, Targetting and positioning) dan Marketing Mix (Bauran Pemasaran).


Text Book

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.
Silahkan download e-book:

2015 >  01  BUKU PEMASARAN STRATEGIK PERSPEKTIF PERILAKU KONSUMEN DAN MARKETING PLAN

2

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3

2010 > UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – PERSPEKTIF VALUE-BASED MARKETING

34

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.

2009> 02  UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

1

SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

Skip to toolbar