Kesan Perkuliahan Manajemen Pemasaran dan Perkuliahan Perdana Bersama Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

12/03/2015 in Berita

Marseli Chris Prihatiningtyas (E-52)

Pengajar :

  • Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan,MSc

(www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id , www.sumarwan.staff.ipb.ac.id

sumarwan@mb.ipb.ac.id)

  • Ir. Hartoyo, M.Sc.
  • Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
  • Kirbandoko, M.S.M.
  • Ir. Mukhammad Najib, M.M.

 

Kuliah Manajemen Pemasaran oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan,MSc

Kesan pertama untuk mata kuliah Manajemen Pemasaran ini adalah ‘unik’. Kenapa unik? Karena sebelum perkuliahan Manajemen Pemasaran  dimulai sempat ada Pre Test secara online terkait dengan gambaran umum dari marketing dengan waktu yang dibatasi hanya 15 menit . Ada 20 pertanyaan dalam Pre Test seputar materi Manajemen Pemasaran misalnya seperti definisi pemasaran, konsep 4P, implementasi pemasaran pada perusahaan, tokoh ahli pemasaran, pengertian pasar, nilai dan kepuasan,  dan masih banyak lagi. Akhir dari pengerjaan Pre Test  tersebut akan terlihat nilai atau points yang dicapai oleh mahasiswa dalam leaderboard. Agak deg-deg-an juga sih pas nunggu nilai akhirnya hehehe.

Kuliah perdana Manajemen Pemasaran oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan,MSc pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2015 di Gedung Pusdiklat Bulog. Adapun materi yang diberikan beliau  hari itu adalah mengenal marketing plan (Bab 9). Tujuan utama dari mempelajari bab ini adalah agar para mahasiswa dapat menyusun marketing plan terkait tugas akhir marketing plan sehingga untuk proses pelaksanaannya lebih terarah. Dalam menyusun rencana pemasaran diperlukan suatu strategi. Langkah pertama adalah merumuskan Visi dan Misi Perusahaan (strategic focus and plan ). Visi adalah gambaran perusahaan kita ke depannya ingin seperti apa. Sementara Misi perusahaan menggambarkan keseluruhan tujuan dari perusahaan dan bagaimana cara-cara untuk mencapai visi tadi. Setelah Visi dan Misi selesai dirumuskan maka langkah selanjutnya adalah untuk mensosialisasikan kepada semua karyawan agar termotivasi dan berperan untuk mewujudkannya. Penjelasan selanjutnya adalah SWOT , yang merupakan salah satu alat untuk menganalisis apa-apa saja kekuatan, kelemahan, hambatan dan peluang dalam bisnis.

 

Text Book :

Download >> http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/files/2015/01/2015-01-BUKU-Pemasaran-Strategik-Perspektif-Perilaku-Konsumen.pdf

cover_pemasaran-strategik-perspektif-page-001

 Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

 

Download >>http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/files/2010/12/2009-UJANG-SUMARWAN-PEMASARAN-STRATEGIK-STRATEGI-UNTUK-PERTUMBUHAN-PERUSAHAAN.pdf

 Picture2

 Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3 .

 

Download >> http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/files/2010/12/2010-UJANG-SUMARWAN-PEMASARAN-STRATEGIK-PERSPEKTIF-VALUE-BASED-MARKETING.pdf

Picture3 revisi-cover-pemasaran-strategik11

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.

 

SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

Skip to toolbar