Profile photo of heru52e

by

Hal – hal inspiratif dari CEO Coca Cola dan XEROX

12/04/2015 in Berita

Lecturer
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id , www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
Dr. Kirbandoko, M.S.M.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

Pada hari Jum’at, tanggal 10 April 2015. Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan MSc memberikan kuliah malam hari dengan video berjudul CEO EXCHANGE. Isi video tersebut berisi wawancara 2 orang CEO perusahaan kelas dunia yaitu Anne Mulcahy (CEO Xerox) dan Neville Isdel (CEO Coca Cola ). wawancara berisi strategi CEO dalam menjalankan bisnis perusahaan masing-masing dalam menjawab tantangan dan rintangan. berikut cuplikan hal-hal inspiratif :

http://dony44e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2013/03/imagesq.jpg

1.    Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation
Video pertama menampilkan Anne M. Mulcahy yang merupakan CEO Xerox Corporation, sebuah perusahaan mesin fotokopi pertama yang di dunia. Awal jenjang  karir  Mulcahy adalah Vice President di Department Sumber Daya Manusia, yang bertanggung jawab untuk pengembangan manajemen dan pelatihan karyawan Xerox. Awalnya banyak yang meragukan kemampuan Mulcahy sebagai CEO wanita di Xerox, saat itu terjadi krisis di dalam perusahaan Xerox akibat kalah bersaing dari rival bisnisnya yaitu HP dan Canon. Hutang perusahaan  mencapai US $ 17 milyar dan selama 6 tahun berturut-turut Xerox selalu menderita kerugian.  Yang paling menyedihkan, unit Xerox yang berada di Mexico pada saat itu sedang di investigasi oleh Securities and Exchange Commission. Melihat beratnya kondisi Xerox saat itu, banyak orang terkejut dengan penunjukkan Anne Mulcahy sebagai CEO. Saat itu, pasar saham bereaksi negatif, saham Xerox langsung jatuh 15 persen.Namun dengan kegigihannya dalam menjalankan bisnis perusahaan tersebut telah mampu mengantarkan Xerox untuk naik kembali di ajang kompetisi mesin fotokopi dunia.dia melakukan suatu proses transformasi. Proses transformasi ini merupakan pemikiran seorang CEO yang handal.

  • Tenaga kerja sebagai mitra strategis perusahaan. Paradigma karyawan di ubah, semula dari sekedar alat produksi yang harus tunduk dalam teori ekonomi, disimbolkan dalam angka-angka penentu produktivitas suatu line produksi atau digambarkan sebagai angka-angka dalam laporan keuangan seperti halnya alat produksi lainnya, menjadi seimbang kedudukannya dengan para pengambil kebijaksanaan dalam perusahaan. Pekerja telah ikut menentukan keberhasilan perusahaan dalam mencapai objective yang telah ditetapkan dengan sumbang saran setiap pekerja untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan perkembangan perusahaan.
  • Anne Mulcahy mengajak para pekerja dengan slogan ”Saya hanya ingin mengerjakan tugas yang diberikan dan dipercayakan pada saya dengan sebaik mungkin” yang memberikan animo yang besar bagi para pekerja dan menghasilkan multiplier efek yang bagus terhadap seluruh pekerja yang terkait dalam perusahaan Xerox.
  • Kerja adalah team work dan bisnis adalah pusat perhatian , orang yang sukses harus mempunyai job description yang jelas dan harus berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan.
  • Meminimalisir kesalahan di tahap-tahap awal produk baru dapat mengurangi cost yang lebih besar ketimbang kesalahan yang terjadi di tahap-tahap akhir launching produk baru.
  • Setiap pekerja adalah value bagi perusahaan sehingga setiap pekerja memberikan arti bagi perkembangan masa depan perusahaan, hal ini membuat masing-masing pekerja bersemangat dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan oleh management karena mereka merasa memiliki perusahaan.
  • Keragaman karyawan dalam perusahaan merupakan keunggulan perusahaan bukan sebagai penghalang perusahaan untuk maju.

http://dony44e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2013/03/images.jpg
2.    Neville Isdel, CEO Coca Cola
Coca-Cola Company adalah pabrik minuman, pemasar dan distributor paling besar di dunia. Head Office Coca-cola terletak di Atlanta, Georgia, di Amerika Serikat. Menurut Annual Report tahun 2005, perusahaan menjual produk minuman lebih dari 200 negara. Coca-Cola’s Company (TCCC) hanya menghasilkan sirup berkonsentrasi yang mana kemudian dijual kepada berbagai bottlers di seluruh dunia. Coca-Cola Company menawarkan hampir 400 merek di 200 negara. Neville Isdell bukan orang yang baru di perusahaan ternama ini. Dia ditawarkan menjadi CEO Coca Cola di masa pensiunnya dan hal tersebut dia anggap sebagai tantangan baru di hidupnya
Isdell juga mampu membaca peluang pasar bahwa banyak kalangan yang sudah peduli kesehatan, jadi dia mengeluarkan produk Coca Cola Zero bagi konsumennya.Neville Isdell yang meluncurkan Coca Cola dengan berbagai rasa baru non karbonasi. Nevile isdel berusaha fokus di minuman ringan meskipun pesaingnya sudah masuk ke makanan. Sasaran pasar Coca cola adalah remaja berusia 18 – 21 tahun hal ini yang menjadi  segmenting market Coca cola.
CSR. Di tengah kemajuan perusahaannya, Isdell juga membangun citra dari Coca Cola dari program CSR. Hal ini menunjukkan bahwa Coca Cola sebagai perusahaan ternama di dunia tetap concern terhadap lingkungan sekitar.

Text Book

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Silahkan download e-book:

2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen dan Marketing Plan

 

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:

Silahkan download e-book:

2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.

Silahkan download e-book:

2010 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – PERSPEKTIF VALUE-BASED MARKETING

 

SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

Skip to toolbar