You are browsing the archive for Sistem Informasi Manajemen.

Case no. 3: Sew What? Inc.: The Role of Information Technology in Small Business Success

16/04/2016 in Sistem Informasi Manajemen

Apa kesamaan yang dilakukan oleh Grup Band Sting, Elton John dan Madonna? Selain sebagai bintang rock internasional, mereka semua menggunakan backdrop teater yang dirancang dan diproduksi oleh pembuat gorden kustom Sew What? Inc. Sebelum Sew What? membuat website sewwhatinc.com bisnis dari Sew What? masih bersifat local, akan tetapi setelah perusahaan ini melaunching website-nya dalam 3 tahun perusahaan ini memiliki pelanggan di seluruh dunia. Bahkan revenue perusahaan tersebut meningkat 45% dari tahun sebelumnya dan hampir semua pertumbuhan dari perusahaan tersebut ditunjang oleh sales dari Web-nya. Duckett, penemu dari perusahaan Sew What? memutuskan untuk bahwa Ia membutuhkan perbaikan pada site navigation-nya. Pada saat Ia melihat web-site Dell, Ia melihat ada suatu artikel mengenai sebuah award untuk usaha kecil dan akan mendapatkan hadiah sebesar $30,000 dan selain itu juga mendapatkan semua produk dan jasa dari Dell, keanggotan seumur hidup dalam NFIB dan lainnya. Sew What? memenangkan award tersebut dan pada tahun 2007, Sew What? juga mendapatkan award untuk “most innovative company of the year”. Dengan hadiahnya tersebut Duckett berencana untuk sistem bar code yang dapat melacak proses pembuatan pada saat di gudang. Dengan sistem pelacakan tersebut, Duckett dan karyawannya dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk sebuah bahan kain berada dalam suatu proses, yang mana nantinya akan dapat membantu mereka untuk lebih tepat memperkirakan harga dari suatu produk.

Bagaimana teknologi informasi memberikan kontribusi pada keberhasilan bisnis Sew What? Inc.?

Teknologi informasi sangat membantu dalam keberhasilan dari bisnis Sew What?. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pada awalnya Sew What? tidak merasa membutuhkan suatu teknologi dalam usahanya, karena bidang usaha menjahit tampak tidak berhubungan dengan teknologi, terutama teknologi informasi. Akan tetapi, hal ini terbukti salah dengan diterapkannya web-sales oleh perusahaan ini, revenue perusahaan dapat meningkat drastis terlebih lagi cakupan usaha dari perusahaan ini menjadi lebih luas, dari yang awalnya hanya mencakup usaha lokal, dalam 3 tahun telah mendapatkan beberapa pelanggan dari internasional. Hal ini juga ditunjang dengan adanya peningkatan revenue sebesar 45% dari tahun sebelumnya atau pada tahun ke-3 setelah menerapkan web-sales tersebut.

Selain itu, pada artikel case study ini juga dijelaskan bahwa dalam kegiatan operasionalnya selain menerapkan web-sales Sew What? juga menggunakan perangkat lunak lain yakni quick-book di mana perangkat lunak tersebut dijalankan oleh sistem operasi Microsoft Windows Server yang terpasang pada server Dell PowerEdge 860 yang didukung dengan teknologi prosesor Intel Xeon dan media penyimpanan yang cukup besar yakni 146 Gigabyte. Penggunaan media penyimpanan yang besar kapasitasnya didasari oleh banyaknya berkas-berkas seperti informasi pelanggan, dokumen operasional yang penting, dokumen keuangan, serta ribuan contoh gambar kain tirai dan jenis-jenis berkas lainnya yang harus di back-up. Sedangkan untuk komputer pendukung menggunakan server komputer tua tipe Dell PowerEdge 500 yang didedikasikan untuk aplikasi yang lebih kecil dan berbagai komputer desktop tipe Dell PC untuk karyawannya.

Jika Anda seorang konsultan manajemen untuk Sew What? Inc., apa yang akan Anda sarankan pada Megan Duckett untuk menjadi lebih sukses dalam bisnisnya pada titik ini? Peran apa yang akan anda mainkan dalam proposal teknologi informasi? Berikan rekomendasi yang spesifik.

Sebagai seorang konsultan manajemen untuk sebuah perusahaan, banyak sekali rekomendasi yang dapat diberikan, antara lain: Strategi promosi dari target market.

Langkah awal adalah menentukan terlebih dahulu target market dari perusahaan ini. Dalam hal ini, produk yang dipasarkan Sew What? Inc. adalah termasuk Industrial Goods, oleh karena itu target market dapat merupakan end-users ataupun B2B dengan proporsi target end-users yang lebih kecil. Oleh karena itu, salah satu strategi promosi yang dapat dilakukan untuk merangkul semua klasifikasi pelanggannya adalah strategi promosi personal selling dengan membuat Video Profile dan meng-uploadnya di website usaha/bisnis yang menggambarkan bangunan kantor, aktivitas kerja, interior atau ruangan-ruangan penting, produk dan jasa unggulan, proses produksi, inventaris atau aset kantor, fasilitas kantor, wawancara pimpinan, testimoni pelanggan dan lain-lain. Video profile ini berfungsi untuk menggambarkan sekaligus memperkenalkan produk dan jasa kepada pelanggan lama maupun baru yang potensial, dengan begitu akan tercipat image yang positif dari perusahaan. Dengan adanya image positif tersebut dimungkinkan adanya pertumbuhan jumlah pelanggan baru yang tertarik untuk bekerja sama. Ketika semakin banyak pelanggan baru yang potensial maka manfaat dari sisi kredibilitas perusahaan akan terus meningkat dan pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan revenue perusahaan.

Strategi promosi lain yang dapat digunakan adalah Public Relation antara lain dengan merilis berit-berita tentang kegiatan usaha, mengadakan sales promotion (pemberian diskon/hadiah) yang dapat disampaikan melalui website serta dapat pula dengan membuat halaman khusus di dalam website yang sifatnya interaktif. Sebagai contoh adalah adanya forum diskusi atau keanggotaan. Forum diskusi atau keanggotaan ini menghadirkan interaksi antara orang-orang yang berada di jalur bisnis yang sama untuk berdiskusi tentang masalah yang terjadi saat ini dan bagaimana solusi yang dapat diberikan sehingga pihak pengelola organisasi ataupun perusahaan dapat mencegah atau meminimalisir permasalahan tersebut. Sebagai pihak organisasi atau perusahaan yang menghadirkan forum diskusi ini di dalam website mereka pastilah harus bisa memberikan solusi dan saran secara profesional, karena pelanggan akan menilai perusahaan dari setiap solusi dan saran yang diberikan dan pastinya pelanggan tersebut akan terus mengikuti perkembangan dari permasalahan yang ada. Semakin baik solusi dan saran yang diberikan akan semakin meningkatkan kredibilitas dari bisnis perusahaan di website tersebut.

Peran yang dimainkan di sini adalah sebagai konsultan dalam desain web dan juga content yang sebaiknya ada pada website perusahaan tersebut. Dalam proposal tersebut juga dapat disarankan teknologi apa yang digunakan perusahaan untuk lebih meningkatkan performa dari website-nya agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Bagaimana penggunaan teknologi informasi membantu bisnis kecil yang anda ketahui menjadi lebih sukses? Berikan beberapa contoh untuk mendukung jawaban Anda.

Pada artikel ini telah jelas digambarkan bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan nilai dari suatu perusahaan lokal menjadi perusahaan berkelas internasional. Bisnis yang dijalankan oleh Megan Duckett berawal dari dapur maupun garasi kecil yang ada di rumahnya berubah menjadi suatu lembaga berbadan hukum perusahaan yang berskala internasional. Contoh lainnya juga dapat dilihat dengan maraknya industri online shop, Industri restoran seperti Ayam Goreng Suharti. Pada awalnya, restoran ini hanya sebuah rumah makan yang berada di Yogyakarta. Dengan adanya teknologi informasi, restoran ini telah memanfaatkan komputer untuk meningkatkan jumlah pelanggan dengan memperbesar pangsa pasarnya melalui media internet, yakni dengan pembuatan website di alamat situs http://nysuharti.com/. Hal ini terbukti nyata bahwa dengan adanya bantuan dari teknologi informasi, kini restoran ini dapat dikunjungi tidak hanya di Yogyakarta akan tetapi juga dapat dikunjungi di beberapa kota besar di Indonesia. Dengan penggunaan komputer di kasir untuk membantu me­-record semua aktifitas pemesanan maupun pembayaran oleh pelanggan memudahkan karyawan untuk melayani pelanggan dengan sepenuhnya dan dengan computer tersebut waktu yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembayaran menjadi lebih mudah sehingga kepuasan pelanggan menjadi meningkat. Dengan meningkatnya kepuasan pelanggan maka revenue dari restoran akan semakin meningkat. Hal ini didukung oleh studi yang membuktikan bahwa kepuasan dapat meningkatkan revenue perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan media internet untuk tetap berhubungan dengan para cabang yang dikelolanya yang saat ini membuat Ayam Goreng Suharti menjadi lebih dikenal dan juga lebih fleksibel. Dengan adanya teknologi komunikasi, pemesanan tempat dapat dilakukan. Dan dengan teknologi komputerisasi semua pesanan pelanggan baik untuk delivery order ataupun makan di tempat dapat ter-record dengan baik, sehingga dapat digunakan untuk dilakukan analisa penjualan dengan teknologi informasi lainnya.

Hal ini juga dilakukan oleh beberapa restoran lainnya seperti Ayam Bakar Mas Mono, dan usaha kecil menengah gedong meneng Bandar Lampung. UKM yang memiliki komputer dalam membantu sistem usahanya, berarti mereka telah memahami pentingnya TI untuk meningkatkan produktivitas UKM yang nantinya akan bermuara pada pembentukan UKM yang berdaya saing.

Ujian Akhir Sistem Informasi Manajemen

14/04/2016 in Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc.

Nama : Bambang Supriadi

P056154452.56E

 

  1. Case Nomor 2, The New York Times and Boston Scientific : Two Different Ways of Innovating with Information Technology.

Question 1 : As stated in the case, The New York Times chose to deploy their innovation support group as a shared service across business units. What do you think this means? What are the advantages of choosing this approach? Are there any disadvantages?

Answer : The New York Times deploy their innovation support group as a shared service across their business units, means that their R&D can work within common framework based on idea generation, development, and diffusion throughout the business. The advantages of choosing this approach that the team can work together within the business units to supplement and support innovation. For example, the team is prototyping E-Ink, an emerging display technology. The disadvantages shows that some business units can’t spare the resources to investigate it.

Question 2 : Boston Scientific faced the challenge of balancing openess and sharing with security and the need for restricting access to information. How did the use of technology allow the company to achieve both objectives at the same time? What kind of cultural changes were required for this to possible? Are these more important than the technology-related issues? Develop a few example to justify your answer.

Answer : Boston Scientific is piloting Invention Machine’s Goldfire software, which provides the right mix of opennes and security for data. The cultural changes required for this to possible is the company had to educate people that they aren’t throwing security out the window but making valuable knowledge available to the organization. Of course more important than the technology-related issues because for example, before Boston Scientific use the Goldfire, the information was so locked down that even if scientists found something useful from a past project, they oftendidn’t have access to it.

Question 3 : The video rental map developed by The New York Times and Netflix graphically displays movie popularity across neighborhoods from major U.S. cities. How would Netflix use this information to improve their business? Could other companies also take advantage of these data? How? Provide some examples.

Answer : Netflix use the information of movie popularity is to know the rental habits of the people across neighborhoods from major U.S. cities, so Netflix can improve their business through it. Other companies can also take advantage of these data, they also can access the by accessing The New York Times interactive map.

 

  1. Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: amazon.com; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas Penerapan E Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com; www.lazada.co.id; www.tokopedia.com; www.traveloka.com; www.blibli.com. Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E-Commerce tersebut.

Jawaban :

e-Commerce mengubah bentuk persaingan, kecepatan tindakan dan perampingan dari interaksi, produk dan pembayaran dari konsumen ke perusahaan serta perusahaan ke pemasok.

e-Commerce meliputi proses online dari :

  • Pengembangan
  • Pemasaran
  • Penjualan
  • Pengiriman
  • Pelayanan
  • Pembayaran produk dan jasa

Sistem e-Commerce bergantung pada sumber daya internet dan teknologi informasi lainnya untuk mendukung setiap langkah dari proses e-Commerce tersebut.

 

Scope of e-Commerce

Gambar 1. Lingkup e-Commerce (O’brien & Marakas 2010)

 

e-Commerce Technology

Gambar 2. Teknologi e-Commerce (O’brien & Marakas 2010)

Kategori e-Commerce

Business to Consumer (B2C), kategori e-Commerce ini melibatkan : etalase virtual, katalog multimedia, proses pemesanan interaktif, pembayaran elektronik dan dukungan pelanggan online.

Business to Business (B2B), kategori e-Commerce ini melibatkan : pasar bisnis elekronik, hubungan langsung antar perusahaan dan lelang serta pertukaran.

Consumer to Consumer (C2C), kategori e-Commerce ini melibatkan : lelang online, posting ke situs berita, situs pribadi dan portal e-Commerce.

Proses penting yang seharusnya diterapkan di semua aplikasi e-Commerce adalah akses pengawasan dan keamanan, personalisasi dan profiling, pengelolaan sistem pencarian, pengelolaan isi, pengelolaan katalog, sistem pembayaran, pengelolaan workflow, notifikasi acara, kolaborasi dan perdagangan.

 

Essential e-Commerce Architecture

Gambar 3. Essential e-Commerce Architecture (O’brien & Marakas 2010)

Proses e-Commerce harus membangun rasa saling percaya dan akses yang aman bagi semua pihak yang meliputi : username dan password, kunci enkripsi dan sertifikat digital serta tanda tangan.

 

Case Study : Amazon.com

Amazon.com adalah e-Commerce dan Cloud Computing dari Amerika dengan kantor pusat di Seattle, Washington. Amazon merupakan toko berbasis internet terbesar di Amerika. Amazon.com memulai bisnisnya sebagai toko buku online, kemudian melakukan diversifikasi untuk menjual DVD, Blu-ray, CD, video download/streaming, audiobook/streaming, MP3 download, software, video game, elektronik, pakaian, furniture, makanan, mainan dan perhiasan. Perusahaan ini juga memproduksi barang elektronik konsumen, termasuk pembaca buku elektronik Amazon Kindle dan komputer tablet Kindle Fire dan merupakan salah satu penyedia jasa Cloud Computing terbesar.

Amazon.com memiliki pusat pengembangan software yang berbeda dengan perusahaan e-Commerce lainnya, selain berpusat di Seattle, pengembangan software juga dilakukan oleh Amazon di seluruh dunia, beberapa situs dikembangkan oleh anak perusahaan Amazon yang bernama A2Z Development.

Sebagai perusahaan pertama yang menjual barang di dunia maya, Amazon.com mulai meningkatkan kembali inovasinya dalam proses menuju visinya untuk menjadi perusahaan yang dapat melakukan penjualan lewat web dengan terus mencari produk-produk lain yang dapat dijual secara online. Pelanggan Amazon.com bertambah dari tahun ke tahun. Terdapat 1,5 juta pelanggan amazon.com di tahun 1997, lalu menjadi 14 juta di tahun 1999 dan 25 juta tahun 2001.

Amazon mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan inovasi dan membuat 2 macam penjual di Amazon, yaitu Amazon sendiri dan perusahaan atau perorangan yang menjual barang di Amazon. Hal inilah yang menyebabkan pelanggan Amazon berkembang dengan cepat.

 

amazon.com

Gambar 4. Tampilan website Amazon.com (sumber Amazon.com)

Case Study : Bukalapak.com

Situs yang pertama kali diperkenalkan oleh Achmad Zaky ini merupakan e-Commerce pertama yang merangkul kalangan pengusaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Dengan bergabungnya para UKM di bukalapak.com akan membuat jaringan pemasaran yang lebih luas tidak hanya di Indonesia saja melainkan juga bisa menjangkau ke seluruh dunia.

Kemajuan teknologi informasi saat ini memang sangat menguntungkan bagi pebisnis e-Commerce, bukalapak.com memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan bisnisnya yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Website, merupakan interface yang digunakan baik oleh pelapak (mitra bisnis bukalapak.com) maupun para pembeli. Website ini juga digunakan sebagai etalase elektronik dan katalog multimedia bagi pelapak dalm menginformasikan produk-produk yang dijualnya.

 

Bukalapak.com

Gambar 5. Tampilan website Bukalapak.com (sumber Amazon.com)

  • SMS, digunakan untuk memberikan pemberitahuan transaksi kepada para pelapak setiap ada pesanan dari pembeli.
  • Email, digunakan untuk pendaftaran pertama pada saat membuat akun, pengaduan, memberikan saran dan masukan serta brosur dan distribusi.
  • Telepon, digunakan sebagai media customer service.
  • Social Media, digunakan oleh bukalapak.com untuk promosi dan juga konsultasi.
  • Network, jaringan yang digunakan oleh bukalapak.com meliputi intranet dan extranet. Jaringan intranet difokuskan pada pengelolaan website dan pemeliharaan aplikasi mobile. Sementara jaringan extranet digunakan oleh pengunjung baik itu pelapak maupun pembeli untuk bisa melakukan log in ke situs bukalapak.com.
  1. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan ! Jelaskan pula hal hal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sistem tersebut!

Jawaban :

Insourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh perusahaan itu sendiri melalui divisi IT yang dimiliki. Perusahaan yang melalukan pengembangan sistem informasi dengan pendekatan insourcing harus memastikan bahwa mereka mempunyai tim IT yang menguasai sistem informasi yang diinginkan dan diharapkan oleh perusahaan. Kendala yang sering dihadapi perusahaan ketika memutuskan mengembangkan sendiri sistem informasinya adalah ketidaksiapan sumber daya manusia yang ada. Adapun tahap-tahap pengembangan sistem informasi secara insourcing adalah sebagai berikut:

  1. Survey sistem / preliminary, dalam tahap ini, tim IT akan melakukan investigasi awal untuk mengetahui kebutuhan pengguna, ruang lingkup aplikasi, pembuatan proposal dan yang meliputi gambaran umum pelaksanaan proyek, aplikasi yang dikembangkan, serta biaya yang dibutuhkan. Setelah proposal dipaparkan dan disetujui, maka dapat dilakukan tahap berikutnya.
  2. Analisis sistem, tahap ini diperlukan untuk mengetahui apakah sistem yang lama perlu diperbaharui atau harus dimatikan untuk diganti dengan yang baru. Analisis ini sangat diperlukan agar aplikasi yang dikembangkan benar – benar dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Beberapa aspek yang dianalisis dalam analisis sistem diantaranya adalah business user, analisis jabatan, proses bisnis, business rules, problem solving, business tool, dan business plan.
  3. Desain sistem, tahap ini dipergunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana sistem tersebut di buat. Desain sistem memberikan gambaran kepada programmer tentang garis besar sistem yang ingin dibuat. Beberapa hal yang dilakukan dalam desain sistem adalah pemodelan sistem, desain basis data, desain aplikasi, desain perangkat keras, dan deskripsi dari masing masing penggguna.
  4. Pembuatan sistem, dalam pembuatan sistem turut pula dilakukan pengujian terhadap aplikasi yang dikembangkan dan pembuatan instruksi manual serta melakukan training terhadap pengguna.
  5. Implementasi sistem, dalam tahap ini sistem yang telah dibuat benar-benar diimplementasikan di dalam perusahaan. Tahap ini merupakan tahap yang paling kritis dalam pengembangan sebuah sistem. Ada yang implementasinya dilakukan dengan paralel sebelum sistem lama dimatikan, ada yang langsung mematikan sistem yang lama dan berganti dengan sistem yang baru.
  6. Pemeliharaan sistem, tahap ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh seorang programmer untuk melihat kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang tidak terdeteksi saat sistem tersebut dilakukan pengetesan. Pemeliharaan meliputi pemantauan pengoperasian oleh user, penyempurnaan, perbaikan dari gangguan kecil atau bug, dan perbaikan-perbaikan akibat kerusakan dari luar seperti virus dan lain-lain.

 

Outsourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang dilakukan dengan menggunakan vendor di luar perusahaan. Dengan metode ini perusahaan harus mencari vendor yang bisa mengerjakan sistem sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Secara umum tahap-tahap dalam outsourcing hampir sama dengan insourcing, hanya ditambahkan dua tahap awal sebelum dilaksanakan survey sistem/preliminary yaitu tahap pemilihan vendor dan pertimbangan vendor.

  1. Pemilihan vendor, dalam tahap ini setiap vendor yang merupakan perusahaan IT developer harus menyerahkan proposal awal berupa gambaran sistem yang pernah dibuat dan perkiraan harga untuk setiap modul aplikasi. Gambaran yang detail dari vendor kepada user sangat diharapkan dalam tahap ini agar perusahaan mendapatkan data yang jelas mengenai kualitas vendor dan sistem yang ditawarkan.
  2. Pertimbangan vendor, setelah beberapa vendor mempresentasikan sistem dan harga dari sistem yang dibuat, user dapat segera mempertimbangkan vendor mana yang ingin dipilih dengan mempertimbangkan beberapa hal diantaranya benefit and risk, analisa proses dan evaluasi terhadap vendor. Jika semua telah dilakukan, langkah berikutnya adalah menentukan vendor mana yang ditunjuk untuk mengerjakan sistem tersebut.

Hal-hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem secara insourcing terutama pada kesiapan Divisi IT yang ada di perusahaan tersebut, selain itu tahap investigasi awal (preliminary) juga menjadi faktor kesuksesan pengembangan sistem informasi tersebut, jika tahap investigasi awal kurang tepat maka pengembangan sistem informasi akan gagal. Sedangkan hal-hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem informasi secara outsourcing selain kesiapan tim IT perusahaan dalam mengadopsi (transfer teknologi) dari vendor, investigasi awal terhadap kebutuhan sistem informasi, juga tidak kalah penting adalah pemilihan vendor yang akan dijadikan partner untuk pengembangan sistem informasi yang akan dilakukan oleh perusahaan.

 

  1. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu software. Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?

Jawaban :

Maintainability  adalah kemudahan suatu perangkat lunak untuk dimengerti, diperbaiki, diadaptasi dan/atau dikembangkan. Maintainability dari suatu perangkat lunak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kecerobohan dalam desain, coding, dan testing akan memberikan dampak negatif yang jelas untuk kemampuan pemeliharaan perangkat lunak yang dihasilkan. Faktor yang paling penting yang mempengaruhi maintainability adalah rencana untuk maintainability itu sendiri. Jika perangkat lunak dilihat sebagai elemen sistem yang akan diubah sewaktu-waktu, maka perangkat lunak yang berkemampuan untuk dipelihara akan dibuat. Aktivitas pemeliharaan perangkat lunak tersebut meliputi : penambahan fungsi perangkat lunak, adaptasi perangkat lunak dengan lingkungan operasional yang baru dan perbaikan masalah yang timbul. Sedangkan jenis-jenis pemeliharaan perangkat lunak meliputi:

  1. Corrective Maintenance, pemeliharaan ini untuk merespon terjadinya kesalahan-kesalahan saat perangkat lunak dioperasikan baik berupa bug ataupun berupa output yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  2. Adaptive Maintenance, pemeliharaan ini untuk merespon perubahan yang terjadi pada lingkungan yang mempengaruhi perangkat lunak tersebut (seperti hardware, sistem operasi, prosedur bisnis, kebijakan, dll).
  3. Perfective Maintenance, pemeliharaan ini untuk merespon permintaan tambahan berupa fungsi-fungsi baru yang muncul setelah pengguna melakukan uji coba perangkat lunak tersebut.
  4. Preventif Maintenance, pemeliharaan ini dilakukan untuk melakukan reengineering terhadap perangkat lunak agar lebih mudah diperbaiki, memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dan mudah mengakomodasi munculnya kebutuhan baru.

 

  1. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari sistem informasi yang lama ke sistem informasi yang baru dapat dilakukan ?

Jawaban :

Pengoperasian sistem bisnis yang baru dapat menjadi tugas yang sulit. Hal ini biasanya memerlukan proses konversi dari penggunaan sistem yang ada saat ini ke penggunaan sistem informasi yang baru atau yang lebih baik. Metode konversi dapat mempermudah pengenalan sistem informasi yang baru ke dalam organisasi. Empat bentuk utama dari konversi sistem mencakup:

  1. Konversi paralel (parallel conversion), merupakan suatu pendekatan dimana sistem baru dan sistem lama dioperasikan secara serentak dalam jangka waktu tertentu. Selama waktu tersebut, operasional dan hasil dari kedua system dibandingkan dan dievaluasi. Kesalahan dapat diidentifikasi dan dikoreksi, dan masalah operasional dapat diselesaikan sebelum sistem lama ditinggalkan. Cara seperti ini merupakan pendekatan yang paling aman, tetapi merupakan cara yang paling mahal, karena pemakai harus menjalankan dua sistem sekaligus.
  2. Konversi langsung (direct conversion), konversi ini dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantikannya dengan sistem yang baru. Cara ini merupakan yang paling berisiko, tetapi murah. Konversi ini melakukan penerapan sistem baru dan pemutusan jembatan sistem lama, yang kadang-kadang disebut pendekatan cold turkey. Apabila konversi telah dilakukan, maka tak ada cara untuk balik ke sistem lama. Pendekatan atau cara konversi ini akan bermanfaat apabila :

1) Sistem tersebut tidak mengganti sistem lain.

2) Sistem yang lama sepenuhnya tidak bernilai.

3) Sistem yang baru bersifat kecil atau sederhana atau keduanya.

4) Rancangan sistem baru sangat berbeda dari sistem lama, dan perbandingan antara sistem-sistem tersebut tidak berarti.

  1. Konversi bertahap (phased conversion), konversi ini dilakukan dengan menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali dengan yang lama. Jika tak terjadi masalah, bagian-bagian baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti bagian-bagian lama yang lain. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan oleh sistem baru. Cara seperti ini lebih aman daripada konversi langsung. Dengan metode konversi bertahap, sistem baru diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti yang lama. Konversi ini menghindarkan dari risiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan memberikan waktu yang banyak kepada pemakai untuk mengasimilasi perubahan. Untuk menggunakan metode phased, sistem harus disegmentasi.
  2. Konversi pilot (pilot conversion), konversi ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor. Jika konversi ini dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain. Ini merupakan pendekatan dengan biaya dan risiko yang rendah. Dengan metode Konversi Pilot, hanya sebagian dari organisasi saja yang mencoba mengembangkan sistem baru. Kalau metode phased conversion mensegmentasi sistem, sedangkan konversi pilot mensegmentasi organisasi.
Profile photo of yaya52e

by yaya52e

Yaya Abdul Malik – E52 | .: Analisis Urgensi mantainability Terhadap Dalam Implementasi Sistem Informasi Pada Suatu Perusahaan :.

17/01/2015 in Sistem Informasi Manajemen

sim 3

Untuk lebih lengkapnya, dapat di klik link yang dibawah ini :

maintainability SI.pdf

Profile photo of yaya52e

by yaya52e

Yaya Abdul Malik – E52 | Analisis Pengembangan Sistem Informasi Pada Suatu Perusahaan Dengan Menggunakan Pendekatan Secara Insourcing Dan Outsourcing (Studi Kasus : PT Indonesia Ferry )

17/01/2015 in Sistem Informasi Manajemen

sim 2

Untuk lebih lengkapnya, terdapat pada link dibawah ini :

Insourcing&Outsourcing.pdf

Profile photo of yaya52e

by yaya52e

Yaya Abdul Malik – E52 | .: Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pada Suatu Perusahaan :.

17/01/2015 in Sistem Informasi Manajemen

sim 1

 

Untuk makalah yang lengkapnya terdapat pada link di bawah ini :

Tugas 1 SIM – Yaya Abdul Malik

APLIKASI DAN IMPLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA SHUTTLE EXPRESS

19/11/2012 in Sistem Informasi Manajemen

ABSTRAK

Penulisan ini bertujuan untuk melihat dan membuka wawasan tentang sistem informasi manajemen, bagaimana aplikasi dan implikasinya pada sebuah perusahaan dan organisasi, dimana hasil dari data mentah yang diolah sistem informasi manajemen dapat menghasilkan sesuatu data yang dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam menjalankan bisnisnya, bagaimana manager dapat mendapat peluang bisnis dalam keputusan atau kebijakan yang akan diambil.
Dalam hal ini shuttle express, sebuah perusahaan transportasi antara jemput yang berbasis teknologi dan termasuk maskapai penerbangan komuter tertua di Amerika hendak membuka cabangnya di Jakarta, Indonesia. Dengan lingkungan transportasi, dan iklim usaha yang jauh berbeda dari kota-kota di Amerika, ini merupakan tantangan bagi perusahaan dalam ekspansi bisnisnya.
Tantangan ini akan membuat Shuttle express harus menerapkan beberapa
Sistem Informasi Manajemen yang baru, yang up to date, yang lebih mudah
diterapkan di Jakarta, dan mengefisiensikan operasional perusahaan agara meraih keuntungan yang diharapkan. Semua sistem dalam operasional dari Shuttle express akan dibahas, dan juga penerapannya dan implikasi dari penerapan sistem tersebut di Jakarta. Semua hal tersebut nantinya diharapkan menjadi sebuah pembelajaran bagi suatu organisasi yang ingin melebarkan sayapnya agar tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi informasi diseluruh dunia.

File selengkapnya >>> APLIKASI DAN IMPLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA SHUTTLE EXPRESS

Skip to toolbar