You are browsing the archive for Berita.

“Pasar Rakyat Ku Sayang”

23/10/2016 in Berita

20161016_063047Sudah menjadi pola keseharian yang dapat secara sengaja terlihat dibeberapa pasar yang ada di Kota Bogor tercinta. Kesibukan tak pernah henti di tempat berkumpulnya para trader, costumer dan provider yang dengan semangatnya bertransaksi sejak malam hari hingga jualan mereka habis ludes oleh para pelanggan yang tidak pernah bosan berdatangan dari seluruh penjuru kota.

Kesemerawutan yang sangat dinikmati dengan hati lapang, kebisingan lalu lalang kendaraan yang dicintai telinga mereka, basah dan kumuhnya dataran tempat berpijak tak pernah lukai hati mereka. “kenikmatan” ini yang dari hari ke hari semakin meyakinkan hati dan jiwa mereka bahwa inilah pasar terbaik tempat kami mengais rejeki setiap hari untuk hidupi keluarga kami. Perhatian pemerintah Kota yang mulai berpikir untuk benahi fasilitas umum seperti Pasar ini juga tidak pernah mereka sadari. Peluh, kebisingan, aroma tak sedap dan panasnya mentari semua itu telah menutup mata dan hati. Semangat cultural transformation atau perubahan budaya yang dengan semangat dilontarkan pemerintah kota tidak pernah singgah dalam mimpi mereka sekalipun. Kenyamanan yang telah berasimilasi dengan aktivitas keseharian tidak mampu lagi mengobati cara berpikir yang salah. Tapi itulah rakyat kita, rakyat yang cinta kesederhanaan dan cinta akan kebersamaan.

Seandainya mereka semua tahu bahwa revitalisasi pasar menjadi pasar rakyat yang modern dengan tambahan fasilitas dan system rantai pasok yang tertata, kebersihan lingkungan yang terjaga, kesegaran dan kesehatan barang dagangan yang diperjual belikan selalu terpantau, kenyamanan bagi penjual dan pembeli menjadi unsur utama peningkatan  pelayanan, semua itu justru akan meningkatkan nilai tambah (added Value) bagi seluruh pedagang. Harga yang stabil tidak dimainkan oleh para spekulan, pasokan barang selalu tepat waktu sesuai perjanjian dan kualitas barang yang diperjual belikan juga selalu yang terbaik. Dengan manajemen pasar yang baik dan dikelola pemerintah kota yang secara tugas dan fungsi memang melayani masyarakat dan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan sehingga dapat terus membenahi dan memperbaiki pelayan yang belum memuaskan. Akumulasi dari nilai tambah tersebut justru dapat meningkatkan ekonomi rakyat dan Negara.

Sehingga perlu kerja keras pemerintah kota untuk merubah pasar rakyat kota bogor menjadi pasar modern yang secara tidak langsung juga akan mempercantik kota. Dan pasarpun tidak hanya menjadi tempat jual beli semata tetapi akan menjadi lokasi menarik bagi para turis lokal maupun asing untuk dikunjungi. Pekerjaan berat masih menanti pemerintah kota Bogor karena masih ada 12 pasar rakyat yang menunggu direvitalisasi.

(Judianto-2016)

SPACE BUSINESS Bagi Peningkatan Ekonomi Nasional

07/05/2016 in Berita

tombol

Generasi terbaru satelit eksperimen LAPAN A3/IPB akan diluncurkan dari Bandar Antariksa Sriharikota, India, 10 Juni nanti. Salah satu fungsi satelit hasil kerja sama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN dan Institut Pertanian Bogor itu untuk pemantauan pertanian. Setiap tahun, kebijakan impor beras menimbulkan perdebatan. Meski produktivitas lahan bisa diperkirakan, luasan areal panen sulit dipercaya. Dengan pencitraan satelit, luas areal panen dan produktivitas lahan yang beragam bisa dihitung lebih akurat. “Ke depan, penentuan luasan panen padi tak memakai angka ramalan karena konversi lahan pertanian terjadi,” kata Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto pada sosialisasi persiapan peluncuran Satelit LAPAN A3/IPB dan Hasil Operasi Satelit LAPAN A2/Orari di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor, Senin ( Kompas.com 25/4/2016). Kerjasama teknologi yang dibangun LAPAN-IPB menjadi bukti nyata kerjasama riset antara lembaga riset nasional dengan lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama memiliki kompetensi litbang dengan segudang tenaga ahli. IPB akan melakukan pengolahan data citra satelit LAPAN-A3 untuk monitoring lahan pertanian nasional untuk melihat kemampuan ketahanan pangan skala nasional. Secara ekonomi akan tergambar jelas kemampuan ekonomi nasional dari sektor pangan. Sehingga dampak ekonomi dari penggunaan teknologi antariksa akan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

gbr_4_pasang_satelit

Pemantauan pertanian itu jadi salah satu fungsi satelit LAPAN A3/IPB untuk melaksanakan klasifikasi lahan dan observasi lingkungan melalui pencitra push broom (teknologi pengambil citra dengan sensor spektroskopi) multispektral dan kamera visibel resolusi tinggi. Adapun misi ilmiah satelit ialah mengukur medan magnet bumi. Selain itu, satelit berfungsi memantau lalu lintas laut global. LAPAN A3/IPB mengorbit bumi melintasi kutub utara dan kutub selatan bumi. Itu akan melengkapi data pantauan lalu lintas kapal laut dari satelit LAPAN A2/Orari yang mengorbit bumi di sekitar khatulistiwa. Inilah salah satu komitmen LAPAN dalam mengembangkan teknologi antariksa khususnya satelit untuk membangun kekuatan ekonomi nasional berbasis agronomi sehingga pemantauan kekuatan ekonomi pertanian Indonesia dapat diamati secara cermat dan tepat. Data spasial berbasis teknologi satelit inilah yang akan mampu mengukur ketahanan pangan nasional dengan tepat. Pemanfaatan teknologi ini tentunya akan mempermudah pengukuran dan penghitungan ketahanan pangan berdasar luasan yang dipantau dari ketinggian 650 km dari permukaan bumi. Dengan data satelit yang akurat maka akan diperoleh analisis kemampuan pertanian (sumber daya pangan) yang menjadi ukuran ketahanan pangan nasional dan menjadi referensi dalam melakukan prediksi kebutuhan pangan nasional pada musim tanam selanjutnya.

E-COMMERCE: MARKETPLACE FOR WORLD BUSINESS

16/04/2016 in Berita

 

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-001

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-002

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-003

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-004

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-005

 

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-006

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-007

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-008

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-009

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-010

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-011

 

 

 

 

 

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-012

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-013

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-014

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-015

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-016

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-017

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-018

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-019

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-020

UJIAN AKHIR TAKE HOME2-page-021

 

Tugas UAT Sistem Informasi Manajemen (SIM)

06/04/2016 in Berita

UJIAN AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Mata Kuliah  : Sistem Informasi Manajemen

Dosen              : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

Nama              : Tjedahwati

NRP                : P056163871.55

 

  1. Pilihlah studi kasus pada chapter.1 yang terdapat pada buku “Management Information System” Edisi 10 karangan O’Brien dan Marakas, jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada pada studi kasus tersebut!

Jawab:

Studi Kasus  2: The New York Times and Boston Scientific: Two Different Ways of Innovating with Information Technology

  1. Perusahaan The New York Times memilih menyebarkan inovasi mereka sebagai pemberi layanan bagi unit bisnis lain. Apa maksudnya dan apa keuntungan yang didapat dari inovasi tersebut? Apakah terdapat ketidak-untungan pada inovasi tersebut?

Pemberi layanan memiliki peran untuk mempercepat masuknya unit bisnis (bisnis koran, stasiun radio, dan situs web) ke platform yang baru. Adapun cara yang dilakukan untuk mempercepat unit bisnis tersebut masuk ke platform yang baru yaitu dengan mengidentifikasi kesempatan atau peluang, membuat konsep yang tepat dan merealisasikannya, serta mengembangkan ide dasar. Keuntungan pemberi layanan yaitu mereka bekerja dalam sebuah kerangka pekerjaan yang umum berdasarkan pada ide umum, pengembangan, dan penyebaran bisnis secara keseluruhan.

Perusahaan The New York Times membuat software Times Widget”, yaitu sebuah software yang berfungsi untuk membuat platform-widget. The new York Times juga meluncurkan “Times Wire”, yaitu sebuah software yang dapat dikustomisasi sendiri secara langsung untuk antarmuka bagi konten online. Pembuatan software tersebut untuk menyelesaikan masalah yang spesifik dan memikirkan mau dibawa kemana bisnis tersebut dijalankan. Pembuatan software difokuskan untuk meningkatkan pendapatan, memotong biaya operasi, dan meningkatkan efisiensi pada proses pengembangan dan automasi.

Perusahaan The New York Timse juga bekerja sama dengan Netflix untuk membuat “Map”. Map merupakan basis data grafik yang memuat berbagai macam film, mulai dari film yang disukai dan tidak disukai oleh kritikus, Film yang sudah diurutkan secra alfabet, dan film yang paling banyak disewa. Perusahaan The New York Times memfokuskan untuk melakukan percobaan dengan berbagai macam inisisasi yang berbeda.

  1. Boston Scientific menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keterbukaan dan berbagi keamanan yang dibutuhkan untuk mengakses informasi. Bagaimana penggunaan teknologi memberikan perusahaan untuk mencapai kedua objektivitas tersebut pada waktu bersamaan? Perubahan budaya apa yang dibutuhkan agar hal tersebut dapat terjadi? Apakah hal tersebut lebih penting dari pada isu teknologi lainnya? Kembangkan beberapa contoh untuk menyeimbangkan jawaban Anda!

Boston Scientific ingin menghilangkan hambatan yang menyulitkan pengembang produk dari mengakses sumberdaya yang akan digunakan untuk menciptakan produk baru seperti peralatan kesehatan dengan lebih cepat. Namun membuat data menjadi mudah diakses membuat pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dengan mudah mencuri informasi yang bernilai jutaan bahkan ratusan juta dolar. Maka dari itu Boston Scientific mencari sebuah software yang memberikan komunitas teknik untuk dapat menyebarkan pengetahuan secara lebih luas, sementara itu dengan tetap mengatur akses terhadap data pengembangan produk.

Machine’s Goldfire software merupakan software yang menyediakan campuran yang tepat akan keterbukaan dan keamanan data. Software ini mengkombinasikan data internal perusahaan dengan informasi yang berasal dari publik atau kalangan umum. Peneliti dapat menggunakan software tersebut untuk mencari keterhubungan antar sumberdaya yang berbeda, sehingga dapat digunakan untuk mendapatkan ide akan produk baru, serta memulai untuk belajar akan kemungkinan yang akan terjadi. Tujuan dari pembuatan software  ini adalah agar peneliti dapat mengakses penelitian dari peneliti lainnya.

Perubahan budaya yang terjadi adalah ketika peneliti tersebut harus mau berbagi informasi  untuk pengembangan produk di masing-masing perusahaan. Peneliti dengan mudah mencari atau mengakses data dari projek sebelumnya, dimana pada saat belum menggunakan software tersebut akses terhadap data tidak mungkin. Perusahaan harus mendidik orang-orang bahwa perusahaan tidak seluruhnya memberikan akses data (dengan mengabaikan sistem keamanan), namun perusahaan hanya membuat pengetahuan yang bernilai menjadi dapat diakses (tersedia) bagi organisasi. Orang-orang yang menggunakan data tersebut akan saling menghargai satu sama lain.

Isu perusahaan The New York Timse  maupun Boston Scientific merupakan isu yang penting. Dimana kedua perusahaan ini melakukan inovasi dalam bidang sistem informasi dan teknologi informasi agar masing-masing perusahaan dapat berubah ke arah yang lebih baik. Perusahaan The New York Times yang harus menghadapi perubahan pada bacaan digital (bukan berupa koran atau majalah) melakukan inovasi sebagai pemberi layanan bagi unit bisnis tertentu. Sementara Boston Scientific yang melakukan inovasi terhadap keterbukaan dan keamanan data bagi organisasi.

  1. Map penyewaan video yang dikembangkan oleh perusahaan The New York Times dan Netflix menyajikan popularitas film pada berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Bagaiman Netflix menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan bisnisnya? Apakah perusahaan lain dapat mengambil keuntungan dari data tersebut?Sajikan beberapa contohnya!

Map yang diluncurkan oleh The New York Times merupakan basis data grafik yang memuat berbagai macam film, mulai dari film yang disukai dan tidak disukai oleh kritikus, film yang sudah diurutkan secra alfabet, dan film yang paling banyak disewa. Map tersebut juga menunjukan trend dalam pemilihan film pada masing-masing negara bagian. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh Netflix untuk menayangkan film yang tepat pada negara bagian yang berbeda. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi Netflix.

Perusahaan lain yang sejenis dengan Netflix dapat mengambil keuntungan dari data tersebut. Perusahaan lain dapat melihat trend dalam pemilihan film dan membuat rencana strategi berdasarkan trend tersebut. Perusahaan lain namun tidak sejenis Netflix juga dapat mengambil keuntungan dari data tersebut. Misalnya perusahaan souvenir dapat menggunakan data tersebut untuk melihat film apa yang sedang populer, kemudian membuat souvenir dari film tersebut dan dipasarkan pada negara bagian yang paling potensial terhadap film tersebut.

  1. Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: www.amazon.com ; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas penerapan E-Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com ; www.lazada.co.id ; www.tokopedia.com ; www.traveloka.com ; www.blibli.com . Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E Commerce tersebut.

Jawab:

Ringkasan Chapter 9

E-Commerce adalah mengubah bentuk kompetisi, bentuk tindakan, dan perampingan interaksi, produk, dan pembayaran dari pelanggan ke pelanggan dan dari perusahaan ke pemasok. Proses utama dalam sistem E-Commerce (terhadap produk dan jasa) yaitu pengembangan→ pemasaran→penjualan→pengiriman→pelayanan→pembayaran. Beberapa faktor kunci dan kebutuhan dalam keberhasilan E-Commerce yaitu nilai dan pilihan, kinerja dan pelayanan, tampilan dan suasana, iklan dan insentif, daya tarik personal, hubungan komunitas, serta keamanan dan keandalan.

Terdapat beberapa kategori E-Commerce yaitu business to consumer (B2C), business to business (B2B), dan consumer to consumer (C2C). Business to consumer artinya bisnis harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual barang dan jasa bagi konsumen. Misalnya banyak perusahaan menawarkan E-Commerce situs web yang menyediakan virtual etalase dan katalog multimedia, proses pemesanan yang interaktif, sistem pembayaran elektronik yang aman, dan dukungan pelanggan online. Business to business artinya interaksi perdagangan antar perusahaan, misalnya penyediaan internet dan extranet. Consumer to consumer artinya konsumen dapat membeli dan menjual produk dan jasa antar sesama konsumen.

            Lingkup  E-Commerce:

ecommerce

Sumber: dennislouis.blogspot.com

Teknologi E-Commerce

ecommerce2

Sumber: dennislouis.blogspot.com

            Ulasan kritis Amazon.com

                                    Amazon didirikan oleh Jeff Bezos di Seattle, Washington, Amerika Serikat pada tahun 1994. Tahun 1995 Amazon membuka situs e-commerce yaitu menjual barang melalui internet. Amazon memanfaatkan teknologi internet untuk membangun customer database dan berkomunikasi dengan para pelanggannya. Situs e-commerce Amazon menjual berbagai produk antara lain: amazon booksurge, amazon EBS, amazon EC2, amazon elastis map redius,amazon fresh, amazon kindle,dan produk lainnya.

Strategi e-commerce dari Amazon adalah fokus pada usaha-usaha pengembangan inovasi dengan menciptakan dan memantapkan kemampuan software yang dimiliki dengan cara membeli lisensi atau dengan cara memperoleh teknologi pengembangan aplikasi-aplikasi lain secara komersial jika dibutuhkan. Strategi pemasaran amazon didesain untuk meningkatkan traffic kunjungan pelanggan ke website perusahaan untuk dapat mendongkrak repeat buying pelanggan dan membangun brand awareness dari produk beserta jasa yang tersedia, serta dapat memperkuat nama Amazon.

            Tampilan halaman depan amazon.com

amazon

            Sumber: amazon.com

            Ulasan kritis bukalapak.com

Bukalapak.com merupakan contoh penerapan e-commerce marketplace di Indonesia yang memiliki stakeholders antara lain : Karyawan bukalapak.com, Lateral Partners (Bank penyedia jasa pembayaran dan Maskapai pengiriman barang ke konsumen), dan Pelapak dan Pembeli (user dari bukalapak.com). Teknologi komunikasi yang digunakan bukalapak.com yaitu web, SMS, e-mail, telepon dan media sosial.

Pada web bukalapak.com terdapat beragam kegiatan seperti cara pemesanan barang- barang tertentu, promosi terjadi khususnya pada saat hari-hari tertentu dengan pemberian potongan harga atau gratis ongkos kirim, cara pembayaran dengan berbagai bank, pemasaran dari produk-produk dari pelapak, dan rekruitmen untuk pelapak dan pembeli dengan membuat account terlebih dahulu. SMS di bukalapak.com dipakai untuk memberikan notifikasi kepada pelapak setiap ada pesanan. E-mail digunakan untuk membuat akun pertama saat mendaftar, pengaduan, memberi masukan serta saran dan brosur distribusi. Telepon digunakan untuk customer service.  Media sosial yang digunakan berupa facebook, twitter, instagram, dan aplikasi pada android. Bukalapak.com menggunakan media sosial untuk aktivitas promosi dan konsultasi.

Jaringan yang digunakan di bukalapak.com antara lain intranet, extranet, dan internet. Jaringan intranet bukalapak.com digunakan oleh kantor pusatnya di Plaza City View, Lt. 1-2, Jalan Kemang Timur No. 22, Pasar Minggu, Pejaten Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penggunaan intranet bukalapak.com difokuskan pada fungsi website dan mobile application maintenance. Jaringan extranet digunakan bagi para pengunjung untuk log-in menjadi user dari bukalapak.com. Dimana para user memiliki beberapa fasilitas untuk mengakses sebagian database bukalapak.com. Jaringan internet bisa diakses oleh siapa pun, baik pelapak, pembeli, kompetitor atau pun orang yang ingin mengetahui informasi mengenai bukalapak.com.

            Tampilan halaman depan bukalapak.com

bukalapak

Sumber: bukalapak.com

  1. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan ! Jelaskan pula halhal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sistem tersebut!

Jawab:

Pengembangan dan penerapan sistem informasi manajemen dengan pendekatan insourcing artinya pengembangan dan pendekan sistem informasi tersebut dilakukan oleh pihak internal perusahaan yaitu pegawai perusahaan yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Pemilihan pihak internal untuk hal tersebut karena merekalah orang yang paling tahu dan mengerti akan kebutuhan perusahan. Pendekatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki sumberdaya manusia yang memadai untuk pengembangan sistem informasi, namun terbatas dari sisi biaya. Hal ini dikarenakan biaya untuk pengembangan sistem informasi cukup mahal jika harus membeli dari pihak lain.

Pengembangan dan penerapan sistem informasi dengan pendekatan outsourcing artinya pengembangan dan penerapan sistem informasi tersebut diserahkan kapada pihak lain yang lebih kompeten dibidang tersebut dan bukan dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Efisiensi sumberdaya merupakan faktor utama yang mendorong pendekatan ini. Pendekatan outsourcing biasanya diterapakan pada perusahaan yang kurang memiliki sumberdaya manusia untuk pengembangan sistem, namun memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem dari pihak lain di luar perusahaan.

Pengembangan system dengan pendekatan insourcing /outsourcing bisa sukses apabila:
Insourcing Outsourcing
§ Perusahaan memiliki sumberdaya manusia yang memadai untuk pengembangan system informasi.

§ Keandalan sistem dalam menyelesaikan masalah

§ Pemahaman kebutuhan sistem perusahaan

§ Sustainability dan Maintainability dari suatu sistem

§ Perusahaan melakukan audit secara berkala kepada divisi IT yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem informasi.

§  Perusahaan dapat memilih vendor yang tepat.

§  Perusahaan mampu menyampaikan kebutuhan sistem yang diperlukan.

§  Pengembangan system terdokumentasi dengan lengkap dan jelas.

§  Terdapat jangka waktu pengerjaan yang jelas.

§  Terdapat kontrak yang jelas antara perusahaan dengan vendor yang dipilih oleh perusahaan.

 

  1. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?

Jawab:

Karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu sistem informasi dapat dilihat dari functionality, reability, usability, efficiency, maintainability, dan portability. Maintainability merupakan kemampuan sisitem informasi untuk dimodifikasi. Modifikasi tersebut meliputi koreksi, perbaikan atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional. Maintainability  sering disebut sebagai pemeliharaan sistem.

Sistem informasi yang dikembangkan walaupun sudah melalui tahap pengujian dan evaluasi biasanya selalu saja ada kekurangan seperti bugs, kondisi eror, dan sebagainya. Sistem informasi yang baik harus bisa diperbaiki dan dikembangkan, pengembangan dan implementasi sistem informasi harus didokumentasikan dengan jelas. Kode dan alur pemrograman harus dapat dimengerti oleh programmer, sehingga jika akan dilakukan perbaikan atau penambahan fungsi, pengembangan tidak harus mengubah kode pemrograman secara keseluruhan. Selain dokumentasi, perlu dilakukan back up pada berbagai media penyimpanan. Back up  dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal buruk seperti kerusakan komputer atau perangkat lainnya yang terkait dengan penggunaan sistem informasi.

Pemeliharaan sistem dilakukan untuk beberapa alasan yaitu memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran sistem, dan meningkatkan sistem. Penggunaan sistem mengungkapkan kesalah (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, kesalahan-kesalahan tersebut dapat diperbaiki. Perubahan-perubahan sebagai akibat berlalunya waktu mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau sisitem informasi. Saat manajer memnggunakan sistem, mereka melihat cara-cara membuat peningkatan. Saran-saran tersebut kemudian diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut.

Maintainability menjadi penting karena beberapa alasan. Pertama tidak mudah untuk mengganti sistem yang digunakan oleh suatu organisasi. Kedua pergantian sistem akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Terkahir diperlukan adapatasi untuk menggunakan sistem yang baru.

  1. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari sistem informasi yang lama ke sistem informasi yang baru dapat dilakukan ?

Jawab:

Konversi sistem merupakan suatu tahapan yang digunakan untuk mengoperasikan sistem baru dalam rangka mengganti sistem yang lama. Konversi sistem dapat pula diartikan sebagai sebuah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Terdapat beberapa metode untuk mengkonversi sistem yaitu konversi langsung, konversi paralel, konversi bertahan, dan konversi pilot.

Konversi langsung (Direct Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantinya dengan sistem baru. Cara ini merupakan metode konversi paling beresiko, namun murah. Konversi langsung merupakan pengimplementasian sistem baru dan pemutusan sistem lama, sering disebut pendekatan Cold Turkey. Apabila sudah dilakukan, tidak ada cara untuk kembali ke sistem lama. Metode ini bermanfaat apabila: (1)sistem tersebut tidak mengganti sistem lain, (2)sistem yang lama sudah tidak bernilai, (3)sistem yang baru bersifat kecil, sederhana, ataupun keduanya, serta (4)rancangan sistem yang baru berbeda dengan sistem lama, dan perbandingan antara kedua sistem tersebut tidak berarti.

Konversi paralel (Parallel Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan menjalankan sistem lama dan sistem baru secara bersamaan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem baru sudah dapat diterima, maka sistem lama akan segera dihentikan. Cara ini merupakan pendekatan yang aman, namun mahal. Hal tersebut karena pemakai menggunakan dua sistem sekaligus.

Konversi bertahap (Phase-In Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan mengganti suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru, sehingga apabila terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti dengan yang lama. Sementara, apabila tidak ada masalah, bagian yang baru akan dipasang kembali untuk menggantikan bagian yang lama tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan dengan sistem yang baru. Sistem baru akan diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti sistem lama, maka dari itu sistem harus tersegmentasi. Kelebihan metodi konversi ini yaitu kecepatan perubahan dalam organisasi tertentu dapat diminimalisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas. Kelemahan metode konversi ini yaitu perlunya dana untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem yang lama, daya terpan yang terbatas, dan terjai kemunduran semangat organisasi karena orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan sistem.

Konversi pilot (Pilot Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlukan sebagai pelopor. Jika konversi ini berhasil maka akan diperluas ke tempat lain. Metode ini merupakan metode yang memiliki resiko dan biaya rendah, karena hanya sebagian dari organisasi yang mencoba mengembangkan sistem baru. Perbedaan dengan konversi bertahap yaitu pada konversi bertahap sistemnya yang mengalami segmentasi, sementara pada konversi pilot organisasinya yang tersegmentasi. Metode ini cocok apabila sistem baru melibatkan prsedur baru dan telah terjadi perubahan drastis pada pernagkat lunaknya. Beberapa fungsi dari konversi pilot yaitu sebagai tempat pengujian, dan melatih pemakai seluruh organisasi dalam menhadapi lingkungan secara langsung sebelum sistem tersebut diterapkan dalam organisasi itu sendiri.

Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Electronic commerce fundamentals. dennislouis.blogspot.com [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

O’Brien, A. J. and Marakas, G. 2011. Management Information Systems. New York: McGraw-Hill

Website Amazon. www.amazon.com. [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

Website Bukalapak. www.bukalapak.com. [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

“Kuliah Pertama Manajemen Pemasaran”

28/01/2016 in Berita

Nugroho Wargo Susilo

P056154922.57E
nugroho57e@mma.ipb.ac.id

MARKETING CLASS

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.idwww.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

Mendengar dan membahas kata  marketing mengingatkan saya dengan pakar marketing bernama Philip Kotler dan Marketing Mix yang biasa disingkat 4P yaitu Product, Price, Promotion dan Place. Berdasarkan pendapat teman-teman dalam kuliah perdana Manajemen Pemasaran pada tanggal 18 Januari 2016 dengan dosen pengajar Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc sangat beragam antara lain: proses pengenalan produk, proses komunikasi penjualan, selling product, merayu konsumen, memuaskan pelanggan, mengkomunikasi distribusi, strategi memperoleh prospek, strategi ide dan program , usaha mengenalkan produk, melakukan penawaran barang dan jasa, seni menjual produk untuk mencapai target sales.

mp1

Menurut pendapat saya, definisi di atas tidak ada yang salah. Saya masih teringat dengan pesan dosen saya sewaktu kuliah S1 bahwa kita harus selalu mengupdate definisi marketing, karena perkembangan dunia global semakin dinamis dan ilmu pengetahuan serta teknologi semakin berkembang pesat. Kata kuncinya adalah peka terhadap jaman.

Berbagai bidang yang banyak merekrut tenaga marketing antara lain bidang penjualan (sales), periklanan, dan terutama bidang jasa serta jasa keuangan (perbankan). Ternyata kita bisa memahami bahwa citra/image perusahaan berada di tangan front liner sebagai garda terdepan marketing di perusahaan.

Model marketing yang paling konvensional dan sampai saat ini masih digunakan adalah lewat tatap muka (face to face). Model ini terbukti dapat membangun Emotional Boarding di antara marketer dan customer, maka The Power of tatap muka memberikan impact yang luar biasa bagi pemasaran produk barang dan jasa sebuah perusahaan.

Dalam bisnis product life cycle sangat penting dalam menilai seberapa lama sebuah produk baik barang ataupun jasa akan bertahan lama di pasaran. Sebuah fakta mencengangkan bahwa tiga gadget atau produk fisik tertinggi  yang dapat merubah dunia (change the world) adalah handphone, radio dan TV.

Dalam kehidupan kita di seluruh belahan dunia tidak ada yang menyangkal bahwa tiga gadget tersebut sangat berpengaruh dalam keberhasilan marketing. Namun yang menjadi kelemahan antara negara berkembang dibandingkan dengan negara maju adalah terletak pada layanan/jasa dalam menggunakan teknologi tersebut.

Dari pertemuan pertama kuliah tentang manajemen pemasaran, ternyata fungsi manajemen paling penting dalam pemasaran adalah pengawasan atau controlling. Banyak perusahaan sudah terlalu nyaman dengan inovasi dan terobosan yang mereka lakukan akan tetapi sering mengabaikan pengawasan atau controlling terhadap bisnis mereka. Maka sudah saatnya kita berpikir dan bertindak out of the box apabila kita ingin berhasil dalam bisnis terutama dalam bidang marketing sehingga harapan dan ekspektasi pelanggan atau customer berada dalam genggaman tangan kita apabila kita memberikan layanan terbaik (service excellence/the best service).

Text Book

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Silahkan download e-book:

2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen

mp2

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:

Silahkan download e-book:

2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

mp3

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.
Silahkan download e-book:
2010 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – PERSPEKTIF VALUE-BASED MARKETING

mp4

SINOPSIS :
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

Profile photo of aris53

by aris53

Analisis Etika dan Hukum pada Kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok*

16/11/2015 in Berita

th (2)

 

by

Muhammad Aris Nurcholis**

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis (Velasquez dan Manuel, 2005). Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Pelabuhan Tanjung Priok adalah penggerak perekonomian nasional karena didalamnya berlangsung proses-proses bisnis yang outputnya akan mengalir ke seluruh Indonesia. Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar di Indonesia tempat sebagian besar aktivitas ekspor dan impor barang dilakukan. Sebagian besar aktivitas itu menggunakan petikemas yang proses pengelolaannya tentu tidak sederhana. Pengelolaan pelabuhan yang rumit tidak hanya melibatkan satu entitas saja yaitu PT Pelindo II yang punya wewenang sebagai otoritas pelabuhan, tetapi juga melibatkan banyak entitas lain baik pemerintah maupun swasta.
Kasus dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok mulai mencuat pada saat Presiden Jokowi kembali ke Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka inspeksi mendadak (sidak) tanggal 17 Juni 2015. Dalam sidak ini presiden marah karena sudah lebih dari 6 bulan belum ada perubahan waktu bongkar muat/dwelling time. Padahal enam bulan sebelumnya Presiden menargetkan kisaran waktu dwelling time dari 5,5 hari menjadi 4,7 hari. Dwelling time atau masa tunggu bongkar muat adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas (kontainer) dibongkar dan diangkat (unloading) dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama.
Dipicu oleh kemarahan presiden itulah, maka sejumlah kementerian dan lembaga terkait langsung melakukan reaksi termasuk juga kepolisian RI yang membentuk tim khusus untuk menyelidiki adanya dugaan suap dan gratifikasi terhadap pejabat yang terlibat dalam proses-proses dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Masalah yang akan dirumuskan pada tulisan ini adalah bagaimana menjelaskan kronologi kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok serta mencoba menganalisis kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok hubungannya dengan pelanggaran Norma Hukum. Tulisan bertujuan untuk menjelaskan kronologi terjadinya kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok serta untuk menganalisis kasus Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok hubungannya dengan pelanggaran Norma Hukum.

TINJAUAN PUSTAKA
Etika Bisnis
Etika bisnis menurut Faisal (2006) merupakan separangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan prinsip-prinsip moralitas, dengan arti lain etika bisnis merupakan seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus komit pada prinsip dan norma tersebut dalam bertransaksi, berperilaku, dan berrelasi agar tujuan-tujuan bisnisnya dapat tercapai dengan selamat. Selain itu, Faisal mendefinisikan etika bisnis sebagai suatu pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis, yaitu refleksi tentang perbuatan baik, buruk, terpuji, tercela, benar, salah, wajar, tidak wajar, pantas, tidak pantas dari perilaku seseorang dalam berbisnis atau bekerja.
Alasan utama perlunya etika bisnis menurut Aedy (2011) adalah bahwa dalam suatu organisasi termasuk dalam organisasi bisnis, pasti memerlukan orang-orang yang berlaku jujur, adil, obyektif, tidak korupsi, tidak fitnah, tidak provokasi, tidak ghibah, tidak khianat dan yang menghindari sifat tercela lainnya.
Dalam semua bisnis setiap keuntungan yang dicapai adalah hasil mitra dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan kebaikan dari perusahaan. Perusahaan hanya memproduksi suatu produk saja, tetapi keuntungan yang dapat diraih oleh perusahaan tergantung dari permintaan masyarakat.

Norma Hukum
Norma hukum merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama.
Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara.
Menurut Agoes (2014), Pelanggaran terhadap sanksi hukum akan dikenai sanksi hukum. Sanksi tersebut bisa berupa pembayaran denda, ganti rugi, atau bahkan untuk pelanggaran yang berat bisa masuk dipenjara atau hukum mati. Sebaliknya pelanggaran terhadap etika relatif lebih ringan apabila dibandingkan dengan sanksi hukum, yaitu hanya berupa sanksi moral. Contoh sanksi moral seperti surat peringatan, denda, dan atau yang paling berat dikeluarkan dari suatu organisasi profesi.
Dwelling Time
Menurut definisi World Bank, dwelling time atau masa tunggu bongkar-muat adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas (kontainer) dibongkar dan diangkat (unloading) dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Proses yang menentukan lamanya dwelling time di pelabuhan terbagi atas tiga tahap, yakni pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance. Pre-clearance adalah proses peletakan petikemas di tempat penimbunan sementara (TPS) di pelabuhan dan penyiapan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Adapun customs clearance adalah proses pemeriksaan fisik petikemas (khusus untuk jalur merah), lalu verifikasi dokumen-dokumen oleh Bea Cukai dan pengeluaran surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB). Sementara kegiatan post clearance adalah saat petikemas diangkut ke luar kawasan pelabuhan dan pihak pemilik petikemas melakukan pembayaran ke operator pelabuhan. (Kasali, Rhenald, 2015)
Manajemen Dwelling Time dan YOR Pelabuhan
Manajemen Dwelling Time dan YOR (Yard Occupancy Ratio) sebuah pelabuhan memegang peranan penting dalam menurunkan atau mengefektifkan suatu komponen Biaya Logistik Pengiriman Barang. Dari berbagai analisis dan pengamatan praktisi logistik kepelabuhan, bahwasannya cara pandang instansi pemerintah terhadap manajemen Dwelling Time dan YOR terbagi dua, yakni: (1) terlalu Port Centric, atau (2) terlalu Customs Centric.
PANDANGAN CUSTOMS CENTRIC
Pandangan Customs Centric adalah masalah Dwelling Time dan YOR itu disebabkan oleh perihal lamanya pengurusan dokumen dan pemeriksaan bea cukai yang menyebabkan container mengendap terlalu lama di Quay Container Yard sehingga YOR cepat menjadi 100%, dan akhirnya tidak ada lagi lahan tersedia untuk proses bongkar petikemas untuk kapal berikutnya.
PANDANGAN PORT CENTRIC
Berdasarkan UU 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran itu dibedakan mana Otoritas Pelabuhan dan mana Operator Pelabuhan. Adapun instansi pemerintah lainnya yang terkait seperti: Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai harus berada atau harus tunduk pada Otoritas Pelabuhan. Sedangkan Operator Pelabuhan adalah Pihak Penyelenggara Pelabuhan yang didefinisikan pada UU 17 Tahun 2008 sebagai BUP (Badan Usaha Pelabuhan) yang mana tanah dan lahan pelabuhan itu milik negara yang dikonsesikan kepada pihak BUP atas persetujuan Kementrian Perhubungan. Dengan demikian upaya menurunkan Dwelling Time dan YOR Pelabuhan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Otoritas Pelabuhan.

PENYEBAB DWELLING TIME DAN YOR NAIK
Untuk menggambarkan penyebab Dwelling Time dan YOR adalah sebagai berikut:
1. Adanya ratio fisik temporary storage Quay Yard yang tidak seimbang dengan pertumbuhan throughput production bongkar muat di pelabuhan. Sekarang ini hitungan kapasitas GSL (Ground Slot) temporary Quay Yard yang tersedia itu menyebabkan Dwelling Time berada dikisaran 15 hari.
2. Tidak adanya pertumbuhan yang signifikan terhadap Pelaksana Importasi menjadi MITA Bea Cukai sehingga proses kepabeanan bertumpu pada pre-inspection yang lebih besar daripada post-inspection. Akibat dari pre-inspection ini adalah barang tertahan; tidak cepat keluar dari Quay Yard pelabuhan sehingga Dwelling Time dan YOR naik.
3. Tidak adanya kewaspadaan di lintas sektoral instansi pemerintah bahwasannya koordinasi dipegang oleh Otoritas Pelabuhan berdasarkan UU 17 Tahun 2008 dan semua harus tunduk pada Otoritas Pelabuhan. Hal ini memang naif karena Pejabat di Otoritas Pelabuhan memang terbukti kurang memahami mata rantai proses yang menyebabkan Dwelling Time dan YOR tinggi, sehingga dalam berinteraksi dengan lintas sektoral itu tidak memiliki kewibawaan dari sisi knowledge dimaksud.
4. Ketidakmampuan pemerintah menjamah Manajemen Koordinasi sesama Penyedia Jasa Logistik yang terdiri dari: Agen Pelayaran, Freight Forwarder, Perusahaan Truk dan Operator Gudang di sekitar pelabuhan agar solid berkoordinasi untuk mengambil container di Quay Yard sehingga memudahkan Operator Pelabuhan melakukan kegiatan bongkar muat karena lahan di Quay Yard tersedia dan memadai.
5. Peranan Kemenko terlalu Customs Centric sehingga usulan-usulan dan susunan matriks permasalahan itu tidak mengena sasaran yang dituju dan akibatnya Dwelling Time dan YOR tidak pernah selesai bahkan sampai bertahun-tahun.
6. Monitoring Dwelling Time dan YOR didukung oleh data yang tidak akurat, yakni: tanggal awal container mengendap itu diambil dari ETA (Estimation of Time Arrival) kapal; yang seharusnya diambil dari setiap tanggal dan jam container menyentuh Quay Yard. Adapun tanggal akhir Dwelling Time diambil dari setiap petikemas keluar GATE Quay Yard.
7. Tidak adanya koordinasi yang solid dalam Proses OverBrengen yang dapat membantu penurunan Dwelling Time dan YOR. Koordinasi dalam Proses OverBrengen melibatkan berbagai pihak Penyedia Jasa Logistik terkait, yakni: petikemas Terminal, Freight Forwarder, Perusahaan Truk dan Pengelola Gudang TPS Tujuan. (Rudy Sangian, 2014)

Gratifikasi
Adapun apa yang dimaksud dengan gratifikasi dijelaskan dalam penjelasan Pasal 12B ayat (1) UU Tipikor adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Menurut ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), baik pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana.
(1) Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) setiap orang yang:
a. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya; atau
b. memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.
(2) Bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau huruf b, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
Pasal 12 UU Tipikor
Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah):
a. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya;
b. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya;

PEMBAHASAN
Analisis Pelanggaran Etika dan Norma Hukum pada Kasus Dwelling Time
di Pelabuhan Tanjung Priok

Keresahan Masyarakat
Lamanya proses Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok telah mengganggu iklim usaha di masyarakat. Selama ini, pengusaha ekspor-impor yang mengeluhkan waktu pemeriksaan oleh instansi pemerintah yang terlalu lama. Hambatan yang selama ini memperpanjang dwelling time dan menambah biaya bongkar-muat adalah antrean serta penyusunan peti kemas yang tidak tertib.
Kondisi ini diperburuk oleh perilaku sebagian pemilik peti kemas yang tidak mau menyewa gudang dan membiarkan barangnya menumpuk di pelabuhan (kemenperin.go.id). Lamanya waktu dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok berpengaruh karena menciptakan citra negatif Indonesia dimata investor asing. Selain itu, dwelling time juga berpengaruh terhadap harga barang, terutama barang yang penting bagi masyarakat yang akan menjadi lebih mahal ketika sampai ke masyarakat.
Kebijakan Pemerintah
Menghadapi permasalahan dwelling-time, Pemerintahan Presiden SBY melalui Menteri Perindustrian MS Hidayat berkomitmen mengurangi waktu bongkar-muat di pelabuhan atau dwelling time dari sepekan menjadi tiga atau empat hari. Namun, penurunan dwelling time bisa menambah ongkos bongkar-muat atau terminal handling charge (THC). Namun jikalau memang THC harus naik, akan dilakukan berdasarkan kesepakatan semua pihak dan dibandingkan dengan biaya di negara lain. Selanjutnya pemerintah melalui Menteri Perhubungan, menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 807 Tahun 2014 yang mengatur tentang Pemindahan Barang yang Melewati Batas Waktu Penumpukan (Long Stay) di Pelabuhan Tanjung Priok yaitu maksimal tujuh hari didalam pelabuhan.
Saat presiden Joko Widodo dilantik, salah satu komitmen beliau adalah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana programnya antara lain adalah pembangunan dan perluasan pelabuhan sebagai implementasi dari program Tol Laut. Saat mengunjungi pelabuhan Tanjung Priok, Presiden meminta agar lembaga dan instansi yang terkait bisa mempersingkat waktu dwelling time peti kemas dari yang selama ini di kisaran 5,5 hari menjadi 4,7 hari. Menindaklanjuti instruksi itu, Menteri Perhubungan yang baru kemudian mengubah kebijakan guna mempercepat long stay menjadi maksimal tiga hari dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 117 Tahun 2015. Namun demikian, sampai pertengahan tahun 2015, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok ternyata tidak semakin membaik. Hal inilah yang membuat Presiden marah sehingga kasus dwelling time ini mencuat di masyarakat dan menjadi isu nasional.
Permasalahan Dwelling Time
Permasalahan dwelling time disebabkan oleh empat hal utama, yaitu :
1. Masalah Kementerian/Lembaga (KL) mengenai perizinan. Terdapat sebanyak 18 KL dengan berbagai macam perizinan. Dimana hampir 51 persen dari semua produk yang diimpor ada peraturan larangan pembatasannya yang harus melewati KL-KL.
2. Pelaku usaha seperti importir, eksportir dan broker juga harus diberi edukasi karena tidak menutup kemungkinan mereka juga ingin membuat dwelling time menjadi panjang karena ada sebagian pelaku usaha yang senang karena Pelabuhan Tanjung Priok itu sampai saat ini masih digunakan menjadi tempat penimbunan barang. Padahal pelabuhan seharusnya adalah tempat bongkar muat barang.
3. Penyedia jasanya. Dalam hal ini, terdapat 13 pengusaha tempat penimbunan sementara (TPS) di Tanjung Priok. Namun jumlah tersebut telah mulai dilebur sedikit-sedikit dari jumlah sebelumnya yaitu 40 pengusaha. Sehingga pihak bea cukai berhubungan bukan dengan satu pelabuhan tapi ada 13 entitas yang harus dilayani satu per satu. Perpindahan dari satu TPS ke TPS lain itu menimbulkan biaya. sehingga apabila ingin menyelesaikan dwelling time baiknya adalah pada satu tempat seperti pada pelabuhan-pelabuhan di luar negeri.
4. Infastruktur. Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan yang tidak steril dan memiliki dua lini. Yang satu menguasai laut laut, di sebelahnya jalan umum, di sebelahnya lagi ada lini dua. Sehingga ini merepotkan pengawas bea cukai karantina, kalau mau pindah ke lini dua sebetulnya masuk jalan umum. Adanya jalan umum di pelabuhan sebenarnya sudah tidak tepat, karena pelabuhan seharusnya steril sehingga tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya. Pelabuhan Tanjung Priok sekarang di dalamnya ada instalasi non bisnis yaitu makam Mbah Priok yang sampai sekarang tidak bisa dipindahkan dimana saat ada acara haul di makam ini, maka pada hari jumat JICT (Jakarta International Container Terminal) tutup. (Viva.co.id Selasa, 1 September 2015).
Pasca mencuatnya isu dwelling time, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, menyiapkan tujuh langkah pemangkas dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Pembenahan itu meliputi perbaikan arus barang, sistem teknologi informasi, hingga pemberantasan mafia yang selama ini bermain. Secara spesifik langkah-langkah tersebut adalah :
1. Memperbanyak jalur hijau bagi barang-barang ekspor impor yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Untuk jalur merah bagi barang yang dicurigai bermasalah akan ditekan sampai pada tingkat paling minimal. Untuk itu akan menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
2. Meningkatkan biaya denda bagi peti kemas yang telah melewati masa simpan di pelabuhan. Selama ini tarif denda yang berlaku sangat rendah, yaitu hanya Rp 27.500 per hari per peti kemas seukuran 20 kaki. Akibatnya, sebagian pengusaha lebih suka “menyimpan” barangnya di pelabuhan ketimbang membayar sewa gudang di luar pelabuhan yang jauh lebih mahal.
3. Membangun jalur rel kereta api sampai ke lokasi loading dan uploading peti kemas. Seperi pada negara-negara maju, akses jalur rel kereta api memang sampai ke pelabuhan. Dengan akses kereta api ke pelabuhan, maka arus barang akan lebih cepat dan murah serta mengurangi beban jalan dan kemacetan lalu lintas.
4. Meningkatkan sistem teknologi informasi dalam pengelolaan terminal peti kemas. Peningkatan sistem teknologi informasi, akan mempermudah pengusaha karena bisa dengan mudah mengetahui posisi peti kemas secara detil dan akurat. Dengan demikian, proses penanganan dan relokasi peti kemas bisa dilakukan dengan cepat dan murah.
5. Menambah kapasitas crane (derek). Karena jumlah yang ada saat ini sudah tidak memadai, sehingga kurang memberi daya dukung.
6. Melakukan penyederhanaan peraturan dan perizinan yang berlaku di pelabuhan dengan menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Perdagangan, PT Pelindo II, Kementerian Pertanian, Badan Karantina, Ditjen Bea & Cukai, Kepolisian, TNI Angkatan Laut, dan lainnya.
7. Memberantas mafia yang selama ini bermain di pelabuhan, yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung telah membuat Tanjung Priok menjadi pelabuhan yang lamban, tidak efisien, dan berbiaya tinggi. Pemberantasan mafia akan bekerjasamadengan KSAL bahkan Panglima TNI untuk memberantas para mafia,” ujar Rizal Ramli.(TEMPO.CO, Selasa, 25 Agustus 2015)
Menindaklanjuti langkah-langkah diatas, pemerintah membentuk gugus tugas atau task force untuk mengatasi lamanya dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok. Dengan adanya task force ini, pemerintah berharap dapat menyelesaikan persoalan dwelling time dalam tempo satu bulan. Menko Maritim dan Sumber Daya menunjuk Ronnie Higuchi Rusli, seorang mantan pejabat di Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) sebagai ketua task force itu. (Noor Aspasia, CNN Indonesia, 2015)
Kronologi kasus Dwelling Time
Walaupun dwelling time sudah menjadi isu sejak pemerintahan presiden sebelumnya, namun isu ini kembali muncul saat Presiden Jokowi memaparkan rencana tol laut dimana pelabuhan adalah salah satu ujung tombaknya. Adapun kronologi kasus dwelling time adalah sebagai berikut :
23 September 2014:
Presiden Jokowi mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok untuk meninjau proses pembangunan dan perluasan pelabuhan sebagai implementasi dari program Tol Laut. Dalam kunjungan tersebut Presiden meminta agar lembaga dan instansi yang terkait bisa mempersingkat waktu bongkar muat kontainer dari yang selama ini di kisaran 5,5 hari menjadi 4,7 hari.
2 Maret 2015:
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, menggelar rapat koordinasi bersama beberapa menteri lain untuk membahas dwelling time. Ada 18 kementerian yang siap untuk menurunkan waktu menjadi 4,7 hari. Untuk pre clearance custom 2,7 hari. Bea Cukai proses hanya berlangsung 0,5 hari. Sedangkan untuk post clearance custom sekitar 1,5 hari. Sehingga dwelling time bisa mencapai 4,7 hari dari saat ini masih sekitar 8 hari.

th (1)

17 Juni 2015:
Presiden Jokowi Kembali ke Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka inspeksi mendadak (sidak) proses dwelling time. Dalam sidak ini Jokowi sempat marah karena sudah lebih dari 6 bulan belum ada perubahan waktu bongkar muat.
20 Juni 2015:
Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, pelabuhan barang memang bertanggung jawab untuk melaksanakan bongkar muat barang. Begitu juga dengan pelabuhan penumpang yang bertanggung jawab mengurus penumpang turun-naik. Diterangkan Rini, kendala penumpukan barang di pelabuhan justru sering kali bukan karena lamanya proses bongkar muat. Melainkan berbagai dokumen yang harus diurus pemilik barang untuk mengeluarkan barangnya ke luar pelabuhan.
22 Juni 2015:
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), RJ Lino, mengelak bila instansi yang ia pimpin menjadi satu-satunya yang dipermasalahkan dalam lambatnya dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia pun menegaskan‎ PT Pelindo II hanya sebagai penjamin fasilitas dan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.
23 Juni 2015 :
Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengindentifikasi penyebab lamanya waktu bongkar muat atau dwelling time di pelabuhan. Salah satunya karena murahnya biaya timbun di pelabuhan. Murahnya biaya membuat pengusaha memilih untuk menginapkan barang di pelabuhan. Selain itu, menginap di pelabuhan dirasa lebih aman.
28 Juli 2015:
Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggeledah lantai 9 Gedung Kementerian Perdagangan di Jalan Muhammad Ridwan Rais Nomor 5, Jakarta Pusat. Diduga kepolisian sedang menyelidiki kasus korupsi terkait proses dwelling time yang terjadi di tubuh kementerian perdagangan. Sehari setelah itu Kemendag telah membebastugaskan empat pejabat, terdiri dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Eselon II, Eselon III dan Eselon IV. Pejabat tersebut sedang fokus menjalani pemeriksaan oleh polisi. Kepolisian menyita uang US$ 42 ribu (sekitar Rp 565,5 juta) dan Sin$ 4.000 (sekitar Rp 39,4 juta) dari ruangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Kepolisian menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nonaktif Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, sebagai tersangka.
Sebelumnya Kepolisian juga sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Kepala Subdirektorat Kementerian Perdagangan berinisial I, pegawai harian lepas berinisial MU, dan perantara berinisial N. Polda Metro Jaya menetapkan 3 orang sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan penyuapan di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan terkait dwelling time. (TEMPO.CO, JUM’AT, 31 JULI 2015 | 07:40 WIB)
Dugaan Pelanggaran Pidana Korupsi
Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, menyatakan masih ada pengusaha yang menggunakan perusahaan jasa untuk mengurus proses perizinan impor di pelabuhan yang bisa “menciptakan permainan”. Lamanya waktu bongkar muat tidak akan terjadi jika pengusaha lebih dulu menyelesaikan proses perizinan impor. Otomatis, Bea Cukai segera mengeluarkan surat pengambilan barang. Diduga, adanya permainan yang memanfaatkan dwelling time ini dilakukan oleh oknum-oknum di Kementerian Perdagangan.
Polda Metro Jaya akan meminta keterangan dari 18 kementerian yang berkaitan dengan proses penyidikan kasus ini. Di mana fokus dari Satuan Tugas Khusus Polda Metro tertuju pada tahap pre clearance dalam dwelling time. Dari 18 Kementerian itu, diakui setidaknya ada 114 perizinan yang sebagian besar memang dipegang Kemendag. (Liputan6.com By Audrey Santoso, 01 Agu 2015 at 14:45 WIB).
Saat dikonfirmasi kepada UH selaku direktur PT U, dia mengaku bahwa perusahaannya tidak pernah memberikan uang ke Partogi. tersangka berinisial CJ yang menjadi tersangka baru kasus impor garam memiliki jabatan tinggi di perusahaan PT Garindo. PT U tersebut diduga memasukkan dana kepada Partogi Pangaribuan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan. Jadi karena PT Garindo itu merupakan salah satu yang dananya masuk ke tersangka PP maka dilakukan penggeledahan dan kemudian CJ itu ditetapkan sebagai tersangka.(cnnindonesia.com/ Jumat, 28/08/2015 16:48 WIB).
Dalam perundang-undangan Bea-Cukai, ada pasal yang mengatur peti kemas akan dijadikan milik negara jika 30 hari tak kunjung diambil pemiliknya. Bisa dibakar agar pemiliknya jera. Tapi hal tersebut tak pernah terjadi, sebab tak ada anggarannya di Pelindo. (BISNIS.TEMPO.CO)
Ketua Pusat Penelusuran Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yusuf, mengatakan, praktek suap dwelling time di Tanjung Priok yang melibatkan oknum di kementerian/lembaga telah berlangsung lama jauh sebelum Polda Metro Jaya menangani kasus tersebut. Asumsinya praktik lama, dan banyak institusi kemungkinan besar mendapat bagian tapi pemain utama, yang membantu atau yang memfasilitasi belum diketahui PPATK. Untuk mengatasi praktek suap dalam dwelling time salah satunya adalah adanya pembatasan transaksi tunai agar transaksi dapat terlacak. Sedangkan untuk membongkar kasus dugaan suap itu PPATK siap membantu Polda Metro Jaya jika diminta. (Tempo.co JUM’AT, 07 AGUSTUS 2015)

th

Analisis Etika dan Hukum Bisnis pada kasus dwelling time
1. Lamanya waktu bongkar muat/dwelling time yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priok membuka peluang terjadinya pelanggaran norma hukum. Dalam kasus ini, oknum pejabat di Kementerian Perdagangan yang adalah PNS dan memanfaatkan situasi dengan menerima gratifikasi dan suap dari oknum pengusaha yang mengharapkan percepatan sebagian proses perijinan yang diotorisasi Kemendag. Oknum yang diduga menerima gratifikasi dan suap tersebut telah melanggar UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
2. Walaupun diduga terdapat kasus pidana korupsi/gratifikasi, namun secara umum, lamanya waktu dwelling time belum tentu dipengaruhi oleh adanya kasus tersebut. Karena dwelling time melibatkan banyak instansi dan lembaga, proses dwelling time bukan hanya di kemendag saja.

Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
1. Lamanya masa tunggu bongkar muat/dwelling time disebabkan oleh banyak faktor. tetapi faktor yang paling mempengaruhi adalah banyaknya proses perijinan yang harus dilalui untuk melaksanakan bongkar-muat peti kemas.
2. Pembenahan proses dwelling time yang akan dilakukan pemerintah meliputi perbaikan arus barang, sistem teknologi informasi, hingga pemberantasan mafia yang selama ini bermain
3. Faktor perijinan membuka peluang terjadinya pelanggaran etika/norma hukum yang dalam hal ini diduga telah terjadi gratifikasi dan suap terhadap oknum di lingkungan kementerian perdagangan.
4. Karena proses-proses perijinan dalam dwelling time tidak hanya terjadi di kementerian perdagangan saja sehingga perlu berhati-hati untuk menyimpulkan bahwa lamanya waktu dwelling time yang terjadi selama ini semata-mata hanya dipengaruhi faktor tunggal, yaitu korupsi saja. Faktor-faktor lain harus juga diperbaiki dan dilakukan usaha yang saling bersinergi antar instansi yang berwenang.

Saran
1. Untuk mempercepat waktu dwelling time yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini rata-rata 5,5 hari menjadi 4,7 hari diperlukan sinergi antar kementerian/lembaga (K/L), karena percepatan proses dwelling time tidak mungkin hanya ditangani salah satu K/L saja.
2. Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang ekspor dan impor Indonesia harus dibangun menjadi pelabuhan yang modern dan aman untuk menunjang pengembangan perekonomian bangsa.
3. Pemerintah melalui K/L yang terkait dalam tugasnya di pelabuhan hendaknya membuat standar operasi prosedur yang dapat meniadakan atau setidaknya meminimalkan pelanggaran-pelanggaran hukum oleh aparatnya.

 

  • *   Ditulis dalam rangka tugas mata kuliah Hukum dan Etika bisnis pada Program magister MB-IPB
  • ** Mahasiswa Program magister MB-IPB

DAFTAR PUSTAKA
Aedy H. 2011. Teori dan Aplikasi Etika Bisnis Islam. Alfabeta: Bandung.
Anonim, TEMPO.CO, JUM’AT, 31 JULI 2015 | 07:40 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Anonim. Polisi Dalami Perusahaan Lain dalam Kasus Dwelling Time. cnnindonesia.com/ Jumat, 28/08/2015 16:48 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Anonim. Temuan PPATK: Suap Dwelling Time Libatkan Banyak Kementerian, tempo.co, JUM’AT, 07 AGUSTUS 2015 | 11:28 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Anonim. Kronologi Kasus Dwelling Time, yang Jadikan Dirjen Tersangka. TEMPO.CO SELASA, 25 AGUSTUS 2015 | 05:49 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Aspasia, Noor. Staf Presiden: Dwelling Time Tersandung Prosedur Perizinan. CNN Indonesia Senin, 31/08/2015 01:02 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Faisal B, Suhendra, et. all. 2006. Etika Bisnis dalam Islam. Kencana: Jakarta.
Kasali Rhenald, Dwelling Time Lagi, Tersedia pada http://nasional.sindonews.com/read/1016670/18/dwelling-time-lagi-1435200342. Diakses tanggal 2 September 2015
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 807 Tahun 2014 tentang Pemindahan Barang yang Melewati Batas Waktu Penumpukan (Long Stay) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Santoso, Audrey. Liputan6.com, 01 Agusus 2015 jam 14:45 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Rusli, Andi. Reformasi Dwelling Time, Lino Minta Perizinan Dipangkas. BISNIS.TEMPO.CO JUM’AT, 07 AGUSTUS 2015 | 08:25 WIB. Diakses tanggal 2 September 2015
Sangian, Rudi, Manajemen Dwelling Time dan YOR Pelabuhan Serta Pengaruhnya Terhadap Biaya Logistik. Kompasiana.com/rudysangian, 25 Juli 2014 07:59:56. Diakses tanggal 2 September 2015
Siaran pers Nomor : PENG-01/BC/2015, tentang Peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam Menurunkan Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok.
Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 117 Tahun 2015 tentang Pemindahan Barang yang Melewati Batas Waktu Penumpukan (Long Stay) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Velasquez, Manuel G. Etika Bisnis: Konsep dan Kasus (Edisi Ke-5). Diterjemahkan oleh Ana Purwaningsih, Kurnianto, dan Totok Budi Santoso, Yogyakarta: Penerbit Andi, 2005.

Inspiratif Word – CEO EXCHANGE (Coca Cola & Xerox)

22/04/2015 in Berita

Mata Kuliah: Manajemen Pemasaran

Tanggal : 10 April 2015 – Bulog

Kegiatan : Menonton video CEO Exchange

Dosen : Prof Ujang Sumarwan, M. Sc.

 

  1. Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation

Kemampuan untuk mau mendengar merupakan asset yang berharga terlebih lagi dalam hal mau menerima dan memahami setiap kritik yang ada.

Kalimat di atas sangat inspiratif karena ternyata it seems so simple but so hard to do in fact. Padahal jika kita secara bijak menanggapi kritikan tersebut, kritikan tersebut bisa jadi menjadi sebuah jalan untuk kesuksesan kita di masa depan.

 

  1. Neville Isdel, CEO Cocal Colla

“Inovasi adalah suatu keharusan”

Dalam bisnis tentu tidak luput dari inovasi. Jika perusahaan tidak pernah berinovasi maka perusahaan tersebut akan tertinggal jauh dengan pesaing-pesaing.

Kata Inspiratif dari video CEO Exchange(GE dan Kraft Food)

19/04/2015 in Berita

“Perubahan Memiliki Suatu Konstituen”

CEO EXCHANGE: ANNE MULCAHY , CEO XEROX AND NEVILLE ISDELL ,CEO COCA COLA

17/04/2015 in Berita

Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc.

Setelah menonton video CEO Exchange yang menampilkan 2 CEO yaitu Anne Mulcahy, CEO Xerox dan Neville Isdell, CEO Cola Cola, ada beberapa kata inspiratif yang saya sukai:

1. Anne Mulcahy mengatakan, buat karyawan merasa dirinya berharga.

Kata-kata ini saya anggap sangat inspiratif, karena kalau karyawan merasa dirinya berharga, dia akan bekerja dengan baik karena setiap hasil kerjanya akan dihargai. Karyawan akan merasa nyaman untuk bekerja sehingga akan lebih produktif dan karyawan akan loyal terhadap perusahaan

2. Anne Mulcahy mengatakan, ayahnya menyuruh anak-anaknya membaca, semakin susah topik yang dibaca ayahnya semakin senang.

Kata-kata ini saya anggap sangat inspiratif, karena seorang CEO yang yang berpengaruh di dunia, bisa berhasil  tidak terlepas dari didikan orang tuanya waktu kecil.

3. Neville Isdell mengatakan dia pensiun dengan gembira

Kata-kata ini saya anggap sangat inspiratif karena kebanyakan orang pensiun malah sakit-sakitan karena merasa kehilangan jabatan, takut dirinya tidak lagi dihargai. Sedangkan Neville Isdell merasa bahagia saat pensiun. Dan saat itulah dia ditelpon kembali oleh Cola Cola ditawari jabatan untuk menjadi seorang CEO.

4. Neville Isdell bilang, Inovasi adalah suatu keharusan.

Kata-kata ini sangat  inspiratif menurut saya karena perusahaan yang tidak inovatif akan kalah bersaing. hanya perusahaan yang inovatif akan akan terus bisa survive.

5. Neville Isdel menekankan : read, read and read.

Kata-kata ini saya anggap sangat inspiratif, karena dengan selalu membaca kita akan selalu mengasah otak, menambah wawasan, pengetahuan. Ilmu itu tidak ada habisnya, sehingga kita dituntut untuk selalu membaca.

6. Neville Isdell mengatakan Kita harus berani mengambil resiko.

Kata-kata ini sangat inspiratif menurut saya karena untuk menjadi seorang CEO harus berani mengambil keputusan dengan segala macam resiko yang mungkin akan dihadapi.

 

 

 

Kalimat Inspiratif dari Video : CEO Exchange “Xerox dan Coca Cola”

16/04/2015 in Berita

Anne Mulcahy : listening and spending enough time with customers directly, so that things aren’t filtered, and that you actually start responding to customers directly as well, and I think there’s companies that have long histories, long successful histories, listening can become a lost art.

melihat pernyataan tersebut, saya yang bekerja di bidang jual beli merasa bahwa benar sekali jika kita pemilik atau pemimpin perusahaan mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh konsumen kita maka kita akan mengetahui apa yang dinginkan oleh mereka dan kita dapat memajukan usaha kita.

Skip to toolbar