You are browsing the archive for IPB.

CEO EXCHANGE : With ANNE MULCCAHY (XEROX) and NEVILLE ISDELL (COCA COLA)

15/04/2015 in Berita

Kata-kata Inspiratif CEO Dunia dalam CEO EXCHANGE

Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation and

Neville Isdel, CEO Cocal Colla

Sandi Utomo (P056133642.52E)

Marketing Class Notes, date 10 April 2015

Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc.

http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

Sedikit ingin berbagi cerita setelah menonton video CEO Exchange pada mata kuliah Management Pemasaran dosen Prof Ujang Sumarwan, M. Sc. pada tanggal 10 April 2015.

CEO Exchange

 CEO EXCHANGECEO Exchange adalah sebuah acara televisi yang menghadirkan 2 bintang tamu, TOP MANAGEMENT dari perusahaan terkemuka di dunia, pada kesempatan kali ini di episode ke 5, acara ini menghadirkan Anne M Mulcahy, CEO XEROX CorporationNeville Isdel, CEO Cocal Colla. Pada kesempatan kali ini, acara yang dibawakan oleh Jeff Greenfield ini diadakan di UNIVERSITY’S GOIZUETA BUSINESS SCHOOL.

1. Anne M Mulcahy, CEO XEROX Corporation

ceo3Anne M Mulcahy adalah seorang wanita yang sangat dikenal telah berhasil membangkitkan bisnis perusahaan yang hampir kolaps. Wanita kelahiran 21 Oktober 1952 ini mengawali karirnya dengan menjadi karyawan di perusahaan Xerox dan pada 1 Agustus 2001 ia menjadi CEO Perusahaan Xerox dimana pada saat itu perusahaan dalam kondisi bisnis yang semakin menurun. Keberhasilannya dalam mengelola bisnis, sehingga mengundang apresiasi dari chief Executive magazine yang menganugerahkan ” CEO of The Year 2008 “.

Apakah yang membuat Anne M Mulcahy sukses seperti saat ini? berikut adalah kalimat inspiratif yang dapat saya kutip dari acara CEO Exchange tentang Anne M Mulcahy :

“Saya lebih berkarakter untuk tidak berkata TIDAK daripada untuk berkata YA” – kalimat ini diucapkan ketika dirinya diminta untuk menjadi CEO perusahaan Xerox yang pada saat itu posisinya sudah diujung tanduk

“Aku tahu perusahaan ini sangat baik, dan aku menyukainya” – ketika seseorang sudah menyukai sesuatu, pasti segala sesuatu yang menjadi tantangan dapat dinikmati dengan seluruh rasa hormat.

“Ketika anda menjadi bagian dari apa yang salah, Anda memiliki kemampuan untuk melihat dan belajar dan pasti berpikir tentang apa yang akan Anda lakukan secara berbeda” – menyelami sesuatu secara mendalam akan membuat kita lebih tau kekurangan dan kelebihan dari situasi yang terjadi, maka kita dapat melakukan perbaikan dengan cara yang lebih baik.

“Komunikasikan secara personal problem yang terjadi, jangan pernah biarkan orang berbicara atas nama anda, kekuatan tidak hanya berasal dari komunikasi tapi dengan keseimbangan kerjasama”“Kemampuan untuk mau mendengar merupakan harta/asset yang berharga terlebih lagi dalam hal mau menerima dan memahami setiap kritik yang ada. Walaupun kenyataannya terkadang akan menyakitkan disaat kita menerima suatu feedback yang jujur yang terkadang sangat sulit diperoleh pada saat kita berada di posisi puncak.”

 

2. Neville Isdel, CEO Cocal Colla

money-graphics-2007_878064aUntuk sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di seluruh dunia, Neville Isdell pasti memiliki silsilah yang tepat untuk menjadi CEO. Ia lahir di Irlandia Utara, keluarganya pindah ke Zambia ketika dia 10. Ia kemudian bergabung dengan pembotolan & distribusi operasi Coke di sana. Tapi setelah naik dengan cepat menaiki tangga perusahaan, Isdell kalah pada pekerjaan CEO, dan dia benar-benar bahagia pensiun sampai Coke memutuskan, maafkan saya, “ia adalah hal yang nyata.” Jadi berikut ini adalah kata-kata inspiratif dari Chairman & CEO Coca Cola Company, Neville Isdell :

“Dan saya melakukan perjalanan di seluruh dunia. Aku pergi ke 16 negara dan aku keluar di pasar, tetapi juga mendengarkan orang-orang, karena saya memiliki keyakinan mendasar bahwa orang-orang dalam bisnis tahu apa yang salah. Mereka punya nuansa bisnis, dan manajemen senior membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan hal-hal ini, tetapi jika Anda pergi pekerjaan Jauh lebih mudah.” – Melihat pasar secara langsung, mendengarkan dan pasar akan lebih tahu sesuatu apa yang salah, dengan cara ini pekerjaan akan lebih mudah.

“Inovasi adalah suatu keharusan” – Dalam bisnis kita dituntut untuk terus berinovasi.

“Pekerjaan sosial akan melatih diri anda untuk mendengarkan dan menggerakan diri anda untuk memberikan solusi terhadap masalah yang ada, terutama berbicara dan mendengarkan orang yang terlibat di dalam bisnis.” – Kunci dari kata-kata tersebut adalah berbicara dan mendengar, maka solusi terhadap masalah yang ada dapat kita berikan.

Membaca adalah hal yang sangat penting, dikarenakan untuk maju maka kita harus terus belajar atas setiap perubahan yang terjadi dengan memahami (membaca) atas perubahan tersebut.”

Dari kedua bintang tamu ( Anne M Mucahy & Nevile Isdell) dapat kita simpulkan, bahwa sebagai seorang pemimpin harus bisa ikut terjun langsung ke dalam bisnis sehingga mampu mendengar dan berbicara kepada pelaku bisnis sehingga mampu mendapatkan solusi terhadap masalah yang terjadi yang disebut dengan inovasi.

—————————————————————————————————————–

—————————————————————————————————————–

Daftar Pustaka

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Silahkan download e-book:

2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen dan Marketing Plan

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:

Silahkan download e-book:

2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.

Silahkan download e-book:

2010 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – PERSPEKTIF VALUE-BASED MARKETING

 

Profile photo of MULYADI

by MULYADI

HAL INSPIRATIF dari “CEO EXCHANGE”

15/04/2015 in Berita

Berdasarkan video yang kami tonton pada kegiatan mata kuliah Manajemen Pemasaran bersama Prof. DR. Ir. Ujang Sumarwan, MSc terdapat beberapa hal yang inspiratif dari kedua CEO baik dari Anne Mulcahy dari Xerox maupun Neville Isdell dari Coca Cola.

Anne Mulcahy yang merupakan orang yang sangat mencintai pekerjaannya, selalu menyukai tantangan dan mengambil tantangan yang ada di depannya. Sebagaimana ia diminta untuk menjadi CEO Xerox pada saat kondisi perusahaan di ujung tanduk dalam kesulitan keuangan. Ia selalu berkata “Yes” daripada “No”. Sikapnya yang selalu ramah dan menyapa seluruh karyawan di perusahaannya menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk melakukan inovasi produk guna memenangi dalam persaingan bisnis yang ada. Kekuatan SDM Xerox yang memiliki keanekaragaman menjadi keyakinan bagi Anne untuk mendapatkan kandidat karyawan terbaiknya.

Begitupula halnya dengan Neville Isdell yang telah pensiun dari Coca Cola dipanggil kembali untuk menjadi CEO di perusahaan tersebut pada kondisi perusahaan yang kurang baik. Neville Isdell sangat memahami dan mengerti mengenai kondisi perusahaan dan karyawan (people) di perusahaan yang selama ini ia bekerja. Ia menuntut setiap people untuk focus pada pekerjaannya masing-masing dan berusaha mencari solusi untuk setiap masalah yang ada. Sesorang berbuat salah wajar, oleh karena itu ia berharap setiap karyawannya untuk jujur mengungkapkan fakta dilapangan tentang pekerjaannya baik positif maupun negative agar perusahaan tidak salah dalam mengambil kebijakan. Menurut Neville Isdell, setiap people harus menjadi pendengar dan pembicara yang baik. Dan ia mengumpamakan sebuah perusahaan (bisnis) ibarat permainan Rugby yang membutuhkan team work dan sikap focus dari setiap people yang ada dalam perusahaan

Dari pengalaman Anne Mulcahy dan Neville Isdell yang dipanggil kembali untuk memimpin perusahaan yang sedang diujung tanduk dapat diambil hal yang menjadi inspiratif kita adalah :

“ORANG DALAM PERUSAHAAN LEBIH MENGETAHUI APA YANG KURANG TEPAT DAN PERMASALAHAN DARI SUATU PERUSAHAAN TERSEBUT”

IMG_0041

Profile photo of MULYADI

by MULYADI

Konversi Sistem Informasi Dan Permasalahannya Disusun Oleh: Mulyadi P056133572.52E

14/01/2015 in Berita

cover konversi sistem

 

ABSTRAK

 Melakukan perubahan terhadap sistem karena perubahan kebutuhan sistem adalah hal yang normal pada suatu sistem informasi.  Dunia bisnis selalu berubah, sehingga kebutuhan sistem juga akan ikut berubah.  Tahapan implementasi adalah tahapan dimana sistem informasi telah digunakan oleh user. Sebelum benar-benar bisa digunakan dengan baik oleh pengguna, sistem harus melalui tahapan pengetesan terlebih dahulu. Untuk menjamin tidak ada kendala fatal yang muncul pada saat pengguna memanfaatkan sistemnya. Setelah sistem sukses diujicoba maka persiapan untuk menempatkan sistem baru bisa dimulai. Sistem analis akan mengembangkan rencana konversi secara lengkap. Dalam melakukan konversi sistem ada beberapa alternatif strategi yang bisa dipilih.  Dalam proses konversi sistem informasi perusahaan perlu mempertimbangkan tingkat risiko dan keberhasilannya dalam perubahan sistem lama ke sistem baru

Kata Kunci :  Sistem informasi, implementasi, konversi sistem, sistem lama, sistem baru

Selengkapnya dapat di klik link berikut :

TUGAS 3 MAKALAH SIM_Konversi Sistem Informasi atau http://mulyadi52e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/

 

IMG_1778

Profile photo of MULYADI

by MULYADI

“Pengembangan Sistem Informasi Perusahaan Dengan Metode Outsourcing dan Insourcing” Disusun Oleh : Mulyadi P056133572.52E

14/01/2015 in Berita

Cover

Pengembangan Sistem Informasi Perusahaan

Dengan Metode Outsourcing dan Insourcing

 

Disusun Oleh:

Mulyadi

P056133572.52E

 

ABSTRAK

Sistem informasi merupakan kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas dari pengguna yang menggunakan teknologi tersebut untuk mengatur, menganalisa dan memanipulasi data sehingga menjadi informasi yang berguna bagi penggunanya dalam proses bisnis dan manajemennya. . Pengembangan sistem informasi dalam perusahaan dapat dibangun dan dikelola melalui pendekatan metode outsourcing mapun insourcing.  Setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri, sehingga tidak ada metode yang mutlak lebih baik dibandingkan dengan metode lainnya.  Hal ini tergantung pada keterbatasan sumber daya yang dimiliki perusahaan atau organisasi baik dari sisi biaya, waktu, keahlian maupun batasan kompetensi inti dari suatu perusahaan tersebut.

 

Kata Kunci :  Sistem informasi, informasi, outsourcing, insourcing, sumber daya, kompetensi inti.

Selengkapnya dapat di klik link berikut :

Pengembangan Sistem Informasi Perusahaan dengan Metode Outsourcing dan Insourcing

cropped-IMG_0336.jpg

Vice Presidential Lecture: Competitiveness of Indonesia

26/11/2014 in Berita, Catatan Kuliah, CEO Forum & Seminar, Islam

Hari Sabtu 13 September 2014 kemarin, Alhamdulillah saya berkesempatan menghadiri acara tahunan Penglepasan Alumni Magister Manajemen dan Doktor Manajemen Bisnis Tahun 2013/2014 Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (MB), Institut Pertanian Bogor (IPB) di Hotel Borobudur, Jakarta. Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh MB-IPB dalam rangka pemberian apresiasi kepada lulusannya. Dalam acara tersebut, MB-IPB selalu menghadirkan orang-orang hebat yang mampu memberikan wejangan dan motivasi pada semua lulusan untuk dapat berkontribusi pada bangsa dan negara. Dan pada kesempatan ini, MB-IPB mendatangkan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec.

Acara yang dimulai pukul 09.00 ini diawali dengan sambutan Rektor IPB (Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc). Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa acara pelepasan Alumni MB-IPB tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis IPB yang bertemakan Sistem dan Kompatibilitas IPB untuk Pengarus Utamaan Pertanian. Tema tersebut diangkat untuk membangun paradigma yang lebih berkedaulatan, lebih berkeadilan, serta berkelanjutan menjadi driving force pembangunan nasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Wakil Presiden (Wapres) RI. Topik yang disampaikan dalam kesempatan adalah daya saing bangsa Indonesia (Competitiveness of Indonesia). Dihadapan 142 alumni Magister Manajemen dan 38 alumni Doktor Manajemen Bisnis, Wapres mengajak untuk mendalami konsep Ekonomi Nasional. Menurutnya pengertian Daya Saing Bangsa dalam konsep ini relevan bagi Indonesia dan bagi negara-negara berkembang. Di awal sambutannya, Wapres bercerita saat ia bersama almarhum Prof. Mubyarto menulis sebuah artikel untuk buku “Ekonomi Pancasila” sekitar tiga puluh tahun yang lalu. Dalam tulisannya beliau menyebutkan bahwa salah satu ciri utama Ekonomi Pancasila adalah terbangunnya ekonomi nasional yang tangguh. Ia menggaris bawahi  istilah ‘nasional’ untuk membedakan dengan konsep perekonomian yang biasa dibaca dalam buku-buku teks ekonomi.  Di dalam tulisan itu Wapres mengutip pendapat seorang ekonom Jerman abad 19 bernama Friedrich List, yang dianggapnya mempunyai konsepsi penting mengenai Ekonomi Nasional yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Wapres mengatakan bahwa menurut Friedrich List, suatu bangsa akan survive dan maju dalam percaturan global apabila bangsa tersebut dapat membangun kemampuan produktif.  Kemampuan produktif ini bukan sekedar kemampuan untuk menghasilkan barang dengan harga yang lebih murah dan kualitas lebih baik dibandingkan negara-negara pesaingnya di pasar global.  Kemampuan produktif yang dimaksud dalam hal ini adalah kemampuan total bangsa untuk meningkatkan dirinya secara berkesinambungan menuju dan menjadi negara maju dan modern (kemampuan bersaing dalam mengejar ketertinggalan).

Competitiveness of Indonesia

Competitiveness of Indonesia

Wapres juga menjelaskan, bahwa  menurut List untuk meningkatkan daya saing bangsa bukan dengan meningkatkan PDB (Product Domestic Bruto) atau pertumbuhan ekonomi semata. PDB bukan indikator yang cocok untuk mengukur kemajuan kemampuan produktif suatu bangsa melainkan hanya mengukur nilai tambah yang dihitung pada harga pasar dari kegiatan ekonomi yang terjadi di suatu negara dalam kurun waktu satu tahun (Exchange Values dari barang/jasa yang dihasilkan). Jika PDB naik karena produksi barang/jasa meningkat, maka kenaikan PDB itu tidak selalu mencerminkan peningkatan kemampuan produktif negara apabila barang /jasa yang dihasilkan tersebut berasal dari proses produksi yang sederhana yang tidak memberi peluang bagi pemanfaatan teknologi baru yang lebih tinggi/lebih produktif.  Kenaikan PDB juga tidak mencerminkan kemampuan produktif yang lebih besar apabila barang dan jasa yang dihasilkan hanya laku di pasar karena harganya lebih murah karena diproduksi dengan upah yang murah pula.  Dan yang lebih parah, apabila kenaikan nilai PDB berasal dari penjualan “harta warisan” bangsa, yaitu kekayaan alamnya, tanpa ada upaya untuk meningkatkan nilai tambah. Singkatnya PDB atau pertumbuhan ekonomi mencerminkan peningkatan kemampuan produktif hanya apabila bersumber pada peningkatan produktivitas bukan sekedar karena kenaikan volume produksi.

List menekankan perbedaan antara produksi dan produktivitas. Kemampuan produktif hanya meningkat melalui peningkatan produktivitas.  Di mana kreativitas manusia dan physical capital menjadi sumber dari peningkatan produktivitas yang dimaksud. Wapres juga menjelaskan bahwa dalam terminologi masa kini sumber peningkatan produktivitas ini disebut technical progress. Pada physical capital termasuk di dalamnya adalah infrastruktur dan mesin-mesin dan sarana produksi lain atau disebut capital deepening. Sedangkan konsep peningkatan investasi melalui kreativitas List tidak memaparkan dengan jelas.

Menurut Wapres, konsep kreativitas selanjutnya dijabarkan oleh Schumpeter, seorang ahli ekonomi dari Austria. Schumpeter mengatakan bahwa ide atau penemuan yang dihasilkan dari kreativitas manusia akan mempunyai dampak pada produktivitas apabila diterjemahkan menjadi inovasi dalam proses produksi dan dalam kegiatan ekonomi nyata. Dalam hal ini Schumpeter menekankan peranan sentral dari wirausaha atau entrepreneurs dalam mentransformasi ide menjadi kenyataan (peningkatan produktivitas). Schumpeter juga memperkenalkan proses creative destruction, yakni peningkatan produktivitas dapat diperbolehkan dengan cara menggeser bahkan mengganti perusahaan yang produktivitasnya rendah atau bahkan yang tidak lagi produktif. Dimana menurut Wapres, kebijakan di bidang kompetisi usaha yang mendukung proses creative destruction harus dilaksanakan dengan konsisten.

Teori Schumpeter melengkapi teori Daya Saing List, yang mana konsep List dalam teori peningkatan physical capital  dapat dilakukan dalam bentuk investasi di bidang pendidikan dan kesehatan serta investasi di bidang sarana dan prasarana produksi. Sedangkan Schumpeter  melengkapi dengan program dan kebijakan khusus untuk mendorong terciptanya kelompok wirausaha yang mampu menerjemahkan ide atau penemuan menjadi praktek nyata dalam proses produksi.

Wapres kemudian menyoroti fenomena yang terjadi di Indonesia, yakni pengaruh pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah. Pertumbuhan kelompok menengah dirasa mempunyai peran dalam menentukan arah kehidupan ekonomi dan bahkan juga arah kehidupan politik suatu bangsa. Di beberapa negara yang sekarang maju, kelas menengah tumbuh menjadi kelompok wirausaha yang tangguh dan menjadi ujung tombak inovasi dan peningkatan produktivitas. Mereka menyisihkan sebagian income-nya sebagai bagian dari tabungan nasional untuk membiayai investasi yang diperlukan dalam membangun daya saing bangsa. Mereka berani mengambil risiko sebagai wirausaha untuk berinovasi.

Pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, hal tersebut belum dapat dipastikan terjadi. Kelas menengah dengan income dan kemampuan daya beli yang besar justru dapat menjadi kelompok konsumtif yang menghabiskan income-nya untuk conspicuous consumption atau konsumsi berlebihan, yang tidak menyumbang apa-apa bagi pembangunan daya saing bangsa. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang ekonom di abad 19, Thorstein Veblen. Ia mengingatkan adanya risiko kelompok berduit menjadi kelompok masyarakat parasit yang  mengutamakan cara hidup konsumtif dan mengutamakan gaya hidup hura-hura (kemewahan), yang ia sebut sebagai The Leisure Class.

Wapres kemudiian mangakhiri kuliah singkatnya dengan memberikan simpulan pada beberapa program strategis yang dapat dijalankan dalam memperkuat daya saing bangsa, yakni investasi pada dunia pendidikan dan kesehatan, pembagunan sarana dan prasarana produksi, pengembangan wirausaha, menjalankan kompetisi usaha yang efektif, upaya peningkatan kualitas kelompok menengah agar menjadi lebih produktif dan adanya sistem pertahanan terhadap krisis. Semua strategi kebijakan tersebut harus dilakukan melalui langkah-langkah operasional dan konkrit, konsisten dan tidak saling bertrabrakan satu dengan lainnya, serta terkendali dan dapat diawasi.

Seiring dengan berakhirnya pemaparan Wapres tersebut, kemudian muncul pertanyaan dalam diri saya, peran apa yang bisa saya berikan untuk memperkuat daya saing bangsa Indonesia? Apakah pendidikan, kesehatan, private sector, wirausaha atau pelaksana program pemerintahan (PNS)? Dan bagaimana dengan pilihan ANDA??? Laluuu….dengan begitu indahnya paparan Wapres tersebut, sudah seberapa besar dampak kemajuan Bangsa Indonesia yang dapat kita rasakan?? Entahlaah….yang penting adalah bagaimana kita bisa mengawali tindakan-tindakan tersebut dengan langkah kecil yang secara konsisten dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada lingkungan sekitar kita hingga suatu saat bisa terjadi perubahan.

So….let’s Think Globally, Act Locally!!

Vice Persidential Lecture: Competitiveness Of Indonesia

14/09/2014 in Berita

IMG_20140914_235726Hari Sabtu 13 September 2014 kemarin, Alhamdulillah saya berkesempatan menghadiri acara tahunan Penglepasan Alumni Magister Manajemen dan Doktor Manajemen Bisnis Tahun 2013/2014 Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (MB), Institut Pertanian Bogor (IPB) di Hotel Borobudur, Jakarta. Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh MB-IPB dalam rangka pemberian apresiasi kepada lulusannya. Dalam acara tersebut, MB-IPB selalu menghadirkan orang-orang hebat yang mampu memberikan wejangan dan motivasi pada semua lulusan untuk dapat berkontribusi pada bangsa dan negara. Dan pada kesempatan ini, MB-IPB mendatangkan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec. Read the rest of this entry →

Skip to toolbar